rendang minang #8: bukan menjadi raja sehari di pagaruyung

“Above us our palace waits, the only one I’ve ever needed. Its walls are space, its floor is sky, its center everywhere. We rise; the shapes cluster around us in welcome, dissolving and forming again like fireflies in a summer evening.” ― Chitra Banerjee Divakaruni, The Palace of Illusions cerita sebelumnya : rendang minang #7: … Continue reading rendang minang #8: bukan menjadi raja sehari di pagaruyung

rendang minang #7: cadas batu lembah harau

“Adieu to disappointment and spleen. What are men to rocks and mountains?” ― Jane Austen, Pride and Prejudice cerita sebelumnya : rendang minang #6: rumah gadang di tepi jalan Salah satu tempat akhir yang aku dan Felicia datangi di Sumatera Barat adalah Lembah Harau. Jujur saja, sebelumnya tak ada ekspektasi apa-apa dengan tempat ini. Ketika … Continue reading rendang minang #7: cadas batu lembah harau

rendang minang #6: rumah gadang di tepi jalan

Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah, dan hanya sembilan yang menemui jalan masuk, yang kesepuluh tidak harus mengatakan, Ini sudah takdir TUHAN. Ia harus mencari di mana kekurangannya. ~ Rumi cerita sebelumnya : rendang minang #5: keliling hari di bukittinggi Satu hal yang paling menarik hatiku untuk berkunjung ke Ranah Minangkabau adalah Rumah Gadang. … Continue reading rendang minang #6: rumah gadang di tepi jalan

rendang minang #5: keliling hari di bukittinggi

kepada singgalang bertanya aku wahai gunung masa kanakku di lututmu kampung ibuku kenapa indahmu dari dahulu tak habis-habis dalam rinduku? kepada merapi berkata aku wahai gunung masa bayiku di telapakmu kampung ayahku kenapa gagahmu dari dahulu tak habis-habis dalam ingatanku? :dua gunung kepadaku bicara ~ Taufiq Ismail cerita sebelumnya : rendang minang #4: air sungai, … Continue reading rendang minang #5: keliling hari di bukittinggi

rendang minang #4: air sungai, air manis, air terjun, air hujan

Di gunuang mintak aia, di lurah mintak angin ~ peribahasa minang cerita sebelumnya : rendang minang #3: bahasa tropis hotel hangtuah Dalam rencana perjalanan kami, aku dan Felicia memutuskan tidak berlama-lama di kota Padang. Kami ingin menuju kota tempat lahirnya proklamator Indonesia, Moh. Hatta. Ya, kami ingin menuju Bukittinggi hari ini. Namun kota Padang masih … Continue reading rendang minang #4: air sungai, air manis, air terjun, air hujan

rendang minang #3: bahasa tropis hotel hangtuah

Mimpi tentang tidur adalah seindah-indahnya mimpi. Maka: tidurlah. Niscaya engkau akan tidur dalam mimpimu. ~ kata seorang teman cerita sebelumnya : rendang minang #2: ber-google maps raun-raun padang Tidak ada yang terlalu istimewa dari hotel Hangtuah ini, selain harga yang ditawarkan lewat agoda.com cukup bersahabat. Yah, namanya juga hotel bintang satu. Dengan rate Rp 260 … Continue reading rendang minang #3: bahasa tropis hotel hangtuah

rendang minang #1 : mengurai pantai di sikuai

Bebutir pasir remah yang dilepih laut Seperti nasib getir musti diubah sebelum akut Belajar dari Ombak ~ Sitok Srengenge : Kelenjar Bekisar Jantan Pagi 29 Maret 2013 itu pesawat Lion Air JT252 yang dinaiki aku dan Felicia Lasmana mendarat di Bandara Minangkabau, Sumatera Barat jam 07.35. Bandara ini cukup besar dengan arsitektur Gonjong Minang yang … Continue reading rendang minang #1 : mengurai pantai di sikuai