Tag Archives: mengajar

kelas inspirasi depok, bandelnya anak-anak setahun kemarin

0-kelas-inspirasi-depok-pancoran-mas-4-cover

Langkah menjadi panutan. Ujar menjadi pengetahuan. Pengalaman menjadi inspirasi.

Aku suka mengajar anak-anak. They are some magnificent creatures that always happy and ‘want-to-know’ face that made me love them so much. Sayangnya, aku tak punya cukup waktu (dan kerelaan) untuk mengajar terus menerus sepanjang tahun. Makanya, ketika ada penawaran ikut Kelas Inspirasi Depok Oktober tahun 2014 lalu (iya, tahun lalu, saking sibuknya baru ditulis sekarang), kenapa tidak? Pasti dekat dengan tempat tinggalku, nih.

Mengajar juga sebagai pembuktian sebagai perempuan yang baik, sanggup menghadapi tantangan dan kodrat, yaitu mendidik anak-anak. Yakinlah bahwa banyak sekali yang berpendapat bahwa isi kepala dan tingkah laku anak-anak dibentuk oleh pendidikan yang mereka terima di masa kecil. Apalagi mengajar di kelas yang tidak dikenal, ketika anak-anak yang tidak bertemu setiap hari, dan kita harus memberi suatu motivasi, hendak seperti apa mereka kelak. Continue reading kelas inspirasi depok, bandelnya anak-anak setahun kemarin

ketika arsitek menjadi guru sehari

KI_0037

“SELAMAT PAGIIIIII…… Nama ibu Indri Juwono. Ada yang tahu pekerjaan ibu apa?”

“Tukang Bangunan!”
“Arsitek!”

“Wah, pada pintar-pintar ya.. Tahu dari mana?”

“Helm!”
“Nama!” sambil menunjuk name tag.
“Ituuu…” sambil menunjuk maket.
“Jadwal!” seru seorang siswa.

Di mana adegan antara arsitek dan siswa-siswi yang cerewet itu? Di Kidzania-kah? Bukan, melainkan di sini, Kelas Inspirasi. Pada Rabu 20 Februari 2013, sekitar seribu orang dari berbagai macam profesi yang spesifik dari 6 kota besar di Indonesia, mengajar dan berbagi ilmu pada banyak anak SD yang sedang menuntut ilmu, membuka mata mereka pada cita-cita, dan menjelaskan ragam profesi yang ada di masa depan.

Awalnya pada suatu malam aku melihat Tania, salah satu juniorku di Arsitektur UI mengirim tautan Kelas Inspirasi di grup 40 tahun KAPA FTUI di facebook. Penasaran kubuka tautan itu, dan woohoo, ternyata itu salah satu tawaran mengajar di SD di beberapa kota besar di Indonesia. Malam itu juga aku mengetes diriku sendiri, bisakah aku lolos dalam seleksi menjadi guru sehari itu?
Continue reading ketika arsitek menjadi guru sehari