ke laut, siapa takut?

Menghabiskan akhir pekan yang panjang ke Kepulauan Togean di Teluk Tomini Sulawesi, adalah salah satu titik impianku di Indonesia. Hidup di antara pulau-pulau, transportasi dengan kapal ke mana-mana, dan menghabiskan hari di bawah sinar matahari yang melimpah ruah, mensyukuri negeri bahari yang indah ini. Apa saja sih hal favoritku di Togean? Continue reading

staycation hotel vila lumbung: meet the green

0-hotel-villa-lumbung-seminyak-bali-cover

Pagi mendung yang menyambutku di Hotel Vila Lumbung ini tidak mengurangi keceriaan pagi ketika tiba di tempat tinggalku selama dua hari ke depan di kawasan Petitenget, Seminyak, Bali. Walaupun gerimis kecil menghalangi niatku untuk main-main ke pantai, tapi berada di seputaran resort ini sudah bisa membuatku betah.

Resort yang berada di tengah lahan luas ini lokasinya tidak terlalu tersembunyi, tetapi deretan pepohonan yang melingkupinya membuat suasana di dalamnya tenang seolah tanpa gangguan untuk beristirahat di Pulau Dewata. Dilengkapi dengan pekarangan yang besar, kolam renang, area bermain anak, restoran, gymnasium, gedung pertemuan, spa, menjadikan tempat ini pilihan menarik di kawasan Seminyak, Bali. Continue reading

create your wonderful life

bg1

and the day came when the risk to remain tight in a bud
was more painful than the risk it took to blossom
-anais nin

Apakah kamu percaya bahwa perjalanan itu menyembuhkan luka? Jika ada hal-hal yang dirasa tidak berkenan dalam hidupmu maka yang dilakukan adalah pergi untuk mencari obatnya. Mungkin masalahnya tidak bisa diselesaikan dengan kabur begitu saja, tapi bepergian beberapa waktu akan membuat lepas dari rutinitas, pikiran yang lebih tenang, dan menemukan kelemahannya sendiri.

Dalam film Wonderful Life yang disutradarai oleh Angga Dimas Sasongko ini menceritakan tentang Amelia seorang ibu yang memiliki anak bernama Aqil yang menderita dyslexia atau kesulitan untuk mengenal huruf-huruf sehingga sulit membaca, dan membawanya melakukan perjalanan untuk mencari pengobatan untuk menyembuhkannya. Amelia yang setiap hari disibukkan oleh hari-harinya di kantor dengan klien-kliennya, memilih untuk cuti dan melakukan perjalanan, karena ia percaya bahwa penyakit Aqil ini bisa disembuhkan. Continue reading

menemani senja di orange resto

0-cover-orange-resto-bogor

“Orange? Like Effie’s hair?” I say.
“A bit more muted,” he says. “More like sunset.”
― Suzanne Collins, Catching Fire

Apa sih harapanmu ketika senja tiba? Kalau mengingat masa kecilku dulu, senja adalah saat bermain, saat untuk bertamu, atau saat ketika sudah mandi dan berdandan rapi untuk minum teh dan membaca buku. Namun sore itu aku tiba di Orange Resto, yang berlokasi di Jl Sancang, tak jauh dari pintu tol Jagorawi, tanpa mandi dan tanpa larangan untuk masuk restoran dan memesan sejumlah penganan. Continue reading

sandyakala d’oria

2-sunset-d-oria-boutique-hotel-lombok

dengan siapa kau memutuskan untuk berbagi senja?

Matahari masih bertengger tanggung ketika satu per satu langkah kaki kami memasuki bangunan lobby hotel bernuansa alami ini. Udara begitu pekat berkeringat, jauh dari kesejukan desa Sembalun yang baru kami tinggalkan. Segelas jus jeruk segar beserta handuk basah dingin menyambut kedatangan kami. Ah, benar-benar pelipur panas yang menemani selepas turun gunung tadi. Masih jam empat sore rupanya.

Lobby D’Oria Boutique Resort ini cukup lapang, berupa satu bangunan tunggal yang terpisah dari kamar-kamar hotelnya. Dua sofa set menemani kami yang melepas penat sesudah terkungkung selama tiga jam dari dalam mobil. Di luar sana, pucuk-pucuk pohon kelapa berkesiut ditiup angin laut. Semacam penanda bahwa lokasi ini berada dekat pantai. Tak sabar ingin mencelupkan ujung-ujung jari kaki ke air asin kembali. Jalan raya Lombok barat Bangsal-Senggigi berada di depannya, sesekali saja mobil berlalu lalang.
Continue reading

5 hal favorit di film surat dari praha

surat-dari-praha-review-resensi-cover

Aku menonton Surat dari Praha dua hari yang lalu, ketika tahu-tahu punya waktu menonton, tertarik melihat posternya, tetapi sayangnya mal di samping kantor di wilayah Bogor tak lagi memutar film itu. Segera kucari posisi bioskop di Jakarta Selatan yang tak terlalu jauh dari pintu tol. Biasalah, film Indonesia memang sering dianaktirikan sehingga waktu tayangnya tak lama. Karena tak berhasil mendapatkan teman kencan juga, aku nonton sendirian di Kalibata, yang terhitung cukup lumayan untuk pulang ke rumah malamnya.
Continue reading

harris & pop hotel kelapa gading, strategis di jakarta utara

cover-pop-harris-hotel-kelapa-gading

Somethings in life aren’t as easy as drinking orange juice, see?
― William Astout

Kelapa Gading dikenal sebagai daerah yang berkembang sangat pesat dalam tiga dasawarsa ini. Berawal dari lahan kosong yang kemudian berkembang menjadi tanah permukiman, lambat laun Kelapa Gading menjadi area bisnis yang mumpuni untuk orang-orang yang bertinggal di situ. Daripada harus memulai usaha di tempat yang lebih jauh, dekat tempat tinggal menjadi satu alternatif pilihan.

Karena itu juga, ruko-ruko yang berderet di sepanjang Jalan Boulevard Raya tidak pernah sepi, seakan apa pun yang dijual di situ pasti laku. Aneka toko kue, restoran Cina, toko bangunan, biro jasa, bank, apotik, karaoke, atau bidang-bidang bisnis lainnya sukses menangguk untung di kawasan Jakarta Utara ini.

Pertokoan menjamur mulai dari sepanjang jalan Boulevar Raya, hingga berubah menjadi pusat bisnis yang diperhitungkan. Tak heran, lokasi Kelapa Gading yang berada dekat dengan kawasan industri Pulogadung, atau kawasan industri Sunter, maupun pelabuhan dagang terbesar yaitu Tanjung Priok membuatnya menjadi kawasan penunjang yang strategis. Puluhan perumahan terus tumbuh, juga gedung-gedung apartemen sebagai hunian.
Continue reading

harris riverside malang : transit di tepi kota

0-harris-hotel-malang

Where do I come into all of this? Am I just some animal or dog?’ And that started them off govoreeting real loud and throwing slovos at me. So I creeched louder still, creeching: ‘Am I just to be like a clockwork orange?’
― Anthony Burgess, A Clockwork Orange

“Kak Debz, lokasi Harris Malang di mana sih? Aku sudah di jalan menuju Surabaya, nih,” sapaku di telepon menyapa Debbie Leksono, travel blogger asal Malang yang janjian denganku di Harris Malang. Ia sudah tiba sejak jam delapan untuk makan pizza di Harrisimo, sementara aku masih berada di sekitar Kepanjen menyetir kembali ke Malang dari Blitar. Mengikuti petunjuknya, aku melewati fly over di Arjosari, dan langsung menemukan gerbang perumahan Riverside di mana hotel ini berada. Lokasi Harris Malang yang terletak dekat dengan jalan menuju Batu menjadi pilihanku untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Karena malam hari, aku agak sulit menemukan petunjuk di dalam perumahan itu untuk menuju Hotel Harris. Untunglah logonya yang berwarna oranye cerah mudah dikenali dalam kegelapan ketika melaju perlahan-lahan sampai aku menemukan lokasi yang dimaksud. Usai check-in dan meletakkan barang-barang, aku bergabung dengan kak Debbie dan adiknya di ruang makan yang berada di tepi kolam renang. Udaranya agak dingin, tapi tidak menyurutkan niat kami untuk bercengkrama hingga larut malam. Maklum ketemunya juga jarang, dan untungnya restoran ini buka 24 jam untuk melayani tamu-tamu, sehingga bisa bersantai-santai tanpa takut tutup.
Continue reading

tugu sri lestari hotel blitar, old-fashioned romantic

0-tugu-hotel-blitar-cover-y

Though we travel the world over to find the beautiful, we must carry it with us, or we find it not.
― Ralph Waldo Emerson

Hampir jam delapan malam ketika aku memasuki halaman Hotel Tugu Sri Lestari di Blitar, kota yang pernah kutinggali di awal tahun 90-an. Sebenarnya aku sudah tiba di Blitar sejak jam 4 sore, tetapi karena tiba-tiba aku kepengin ke Tulung Agung, satu kabupaten di sebelah barat Blitar tempat tinggal eyang kakung dan eyang putriku dulu, jadi aku membelokkan mobil dulu menuju kota yang berjarak satu jam dari Blitar itu.

Kota Blitar masih sepi dan tenang seperti kuingat 25 tahun silam. Bahkan ketika lampu lalu lintas berubah hijau dan aku belum bersiap menekan pedal gas, tidak ada pengendara di belakang yang gelisah dan mengklakson seperti di kota besar. Tak heran kota ini berulang kali menerima penghargaan sebagai kota berlalu lintas terbaik se-Jawa Timur.

Continue reading

tugu hotel malang : magical little asia

0-cover-hotel-tugu-malang-1

Bila kau memang alien, seharusnya kau bisa menemaniku berkelana mengelilingi dunia. Kita dapat menemukan takdir-takdir yang orang lain enggan jelajahi.
– Dewi Kharisma Michelia : Surat Panjang Tentang Jarak Kita Yang Jutaan Tahun Cahaya

Ada satu sisi yang luput dari perjalanan di masa kecilku di kota Malang dahulu. Karena selalu naik mobil, aku selalu melewatkan satu titik penting di kota apel ini. Padahal jika naik kereta, pasti akan menyempatkan mampir ke daerah ini, lokasi yang tak terlalu jauh dari alun-alun kota.

Pertengahan bulan lalu aku kembali ke kota dingin ini, dan mendapat kesempatan untuk menginap di Hotel Tugu Malang, yang terletak di salah satu titik historik kota, tepat berhadapan dengan alun-alun Tugu, yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan penting lainnya, Gedung Balaikota, Gedung DPRD, Gedung Markas Komando Militer, gedung SMA. Dan tepat di poros ujungnya, salah satu titik transportasi, Stasiun Tugu Malang.

Hotel Tugu agak sulit ditemukan padahal lokasinya strategis, karena ia tersembunyi di dalam ‘barrier‘ pepohonan hijau di depannya, mengurangi kebisingan kendaraan yang lalu lalang di depannya, dan menciptakan suasana sejuk dan dingin di dalamnya. Pepohonan, pensuplai utama oksigen, melingkupi hampir semua latar depannya. Continue reading