Tag Archives: singapore

simpul belajar The Hive singapura

Memasuki kampus Nanyang Technological University di Singapura, suasana teduh dan sejuk melingkupi sebagian besar jalan-jalannya. Pikiranku melayang pada kampus almamater di tanah air yang juga berada di tengah hutan yang hijau, tapi sudah mulai penuh oleh bangunan. Bis tingkat yang membawa kami dari stasiun Bon Lay tadi ikut masuk dan mengelilingi jalan lingkar kampus. Kalau duduk di lantai atasnya, pemandangan kampus akan terpampang seluas jendela.

Tujuan kami, The Hive Learning Hub yang berada di setopan terakhir sebelum bis keluar dari jalur lingkar kampus NTU ini. Sesudah menunggu Intan yang naik bis berikutnya, kami hanya berjalan kaki hingga bangunan The Hive yang difungsikan sebagai simpul pertemuan, tidak hanya antar mahasiswa untuk saling bertukar wawasan dan ilmu, namun juga bisa bertemu rekanan bisnis yang diinisiasi dari kampus. Continue reading simpul belajar The Hive singapura

green kiwi : a compact fresh

cover

Don’t be afraid to go out on a limb. It’s where all the fruit is.
[Shirley MacLaine]

Akhirnya aku tahu mengapa orang selalu merekomendasikan kawasan Bugis sebagai tempat tinggal sementara di Singapore, tentunya selain China Town. Aksesnya yang mudah dari bandara, dengan ongkos kurang dari 2 SGD, naik MRT kurang dari 30 menit, bisa beristirahat sesudah menempuh perjalanan selama 2 jam udara dari Tanah Air.

Kali ini aku menginap di Green Kiwi Backpacker Hostel, dengan pertimbangan hemat daripada di hotel berbintang. Lokasi hostel ini terletak tepat di Bussorah Street, jalan yang luar biasa cantik dengan ruko-ruko detail melayu peranakan, bebas kendaraan bermotor dan langsung menuju Masjid Sultan, salah satu ikon wisata di titik bernafaskan melayu ini.

Dari depan stasiun Bugis, aku berjalan santai 15 menit sampai ketemu jalan bertegel merah yang banyak dilalui turis asing itu, dengan pohon kelapa dan warna-warna cantik bangunannya.
Continue reading green kiwi : a compact fresh

travel bloggers : double date

cover

So no one told you life was gonna be this way
Your job’s a joke, you’re broke, your love life’s D.O.A.
It’s like you’re always stuck in second gear
When it hasn’t been your day, your week, your month, or even your year, …
[The Rembrandts – OST F.R.I.E.N.D.S]

Apa yang kamu pikirkan jika ada dua cowok travel blogger dan dua cewek travel blogger yang kebetulan harus melakukan perjalanan bersama? Terserah. Ya, terserah adalah jawaban pertama ketika memilih apa yang harus diputuskan. Karena masing-masing dari mereka sudah pernah get lost di kota ini, maka mereka juga bingung mau melakukan apa di acara hari bebas ini. Mereka itu kami, empat orang Indonesia yang baru keluar dari hotel berbintang (karena jatah inap gratisnya habis) sesudah seru-seruan dengan Skyscanner Bloscars Award dan pindah ke hostel di kawasan wisata untuk mendapatkan pengalaman baru.

Baru untukku dan Firsta, yang baru pertama kali menginap di hostel. Kalau Fahmi dan Ariev sih sudah sering dalam perjalanan backpacker mereka. Jadi pilihan hostel direkomendasikan oleh Fahmi, sementara kami (aku) tinggal memilih (setelah 5-7 kali ‘terserah’ muncul di percakapan WA) yang paling cocok. Alasan kami mendarat di Green Kiwi Hostel di kawasan Bugis karena lokasinya yang unik, banyak bangunan menarik, dekat Masjid Sultan yang terkenal, dan tak jauh dari jangkauan transportasi umum. Foto di atas itu, jalanan di depan hostel kami, langsung menghadap Masjid Sultan.
Continue reading travel bloggers : double date

menikmati ibis novena di utara singapore

foto10

 

All my bags are packed, I’m ready to go
I’m standin’ here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye
~ Leaving on a jet plane [Chantal Kreviazuk]

 

Aku tiba di hotel Ibis Novena yang berada di utara pusat kota ini hampir tengah malam. Penerbangan selama 2 jam setelah seharian bekerja di kantor membuatku ingin segera merebahkan diri. Tidak sulit bagi supir taksi menemukan hotel ini. Sekitar 15-20 menit dari Clarke Quay, aku tiba di lobby hotel dengan lampu-lampu yang agak temaram.

Seorang perempuan petugas hotel yang ramah melayaniku tengah malam itu. Setelah menemukan reservasiku sebagai salah satu pemenang (walaupun bonus!) Skyscanner Bloscars Award 2014, ia memberiku kartu kunci dan menjelaskan tentang akses lift dan membuka pintu kamar. Kami naik ke lantai 6 dan masuk ke kamar 635 kemudian ia memberitahu password wifi, dan pamit kembali ke mejanya.

Ada meja tulis yang menghadap jendela langsung. Di atasnya ada sekotak bakpia dan sekotak coklat. Ah, romantisnya (oke, mungkin aku satu-satunya yang menganggap bakpia romantis, tapi kacang hijau kan baik untuk kesuburan, kan.. ah, sudahlah). Juga sepucuk surat dan brosur dari Ibis Novena tentang fasilitas-fasilitas di hotel ini. Aku meletakkan laptop di meja dan mencoba fasilitas wifi yang ternyata lumayan juga. Kubuka tirai menghadap jalanan yang masih ada beberapa mobil yang lalu lalang di dini hari ini. Ah, mulai mengantuk rupanya.
Continue reading menikmati ibis novena di utara singapore

skyscanner said : i’m a lucky girl!

fotocover

“Menurut kamu, siapa yang bakal menang jadi juara Bloscars ini?” sapa Tika Larasati dari Skyscanner ketika aku sedang makan malam di undangan acara pengumuman pemenang di pada tanggal 4 Maret 2014 itu. Dengan keyakinan penuh bak kandidat ketua Senat aku jawab, “Aku, dooong!” sambil nyengir lebar.

Memang di penghujung rangkaian Skyscanner Bloscars Travel Award 2014 tersebut aku tidak keluar sebagai pemenang baik juara kedua, ketiga apalagi juara pertama. Tapi menyenangkan juga mendapati blog-ku termasuk dalam 10 besar blog travel paling banyak dinominasikan untuk memperebutkan hadiah tiket sebesar 13.5 juta rupiah itu. Juara pertama diraih oleh backpackstory.me milik Ariev Rahman dari Jakarta, juara kedua discoveryourindonesia.com milik Firsta dari Jogja, dan juara ketiga oleh fahmianhar.com milik Fahmi Anhar dari Semarang.

Tidak iri sih dengan keberuntungan tiga pemenang yang mendapatkan hadiah jalan-jalan ke Singapore, toh aku sudah pernah mendapatkan tiket dan akomodasi gratis sewaktu keberuntungan datang pada Oktober lalu dan menghadiahiku tiket plus akomodasi di Singapore dari Skyscanner juga. Tapi dewi fortuna belum beranjak dari sisiku rupanya. Dua minggu kemudian Tika meneleponku, “Ndri, karena ada pemenang dari Australia yang tidak bisa berangkat, jadi ada dua kuota lagi, satu Indonesia, satu Filipina. Jadi, karena pemenang keempat dan kelima dari Indonesia tidak bisa berangkat, jadi urutan selanjutnya, kamu.”

SERIUSSSS??????
Continue reading skyscanner said : i’m a lucky girl!

a temporary life in singapore

145

I do not think that when in a hotel you have to feel “at home”, on the contrary, you have to get the feeling that you are definitely elsewhere…
― Aurelio Vazquez Duran

Grand Mercure Roxy Hotel yang berdiri tahun 1999 ini menjadi tempat tinggalku selama di Singapura bersama trip dari Skyscanner. Dinding luarnya dari cat tekstur warna merah keunguan berpadu dengan krem dan deretan jendela, menjadi bentuk yang cukup umum dan khas di tahun pembangunannya itu. Sesuatu yang dikatakan post modern di masa itu. Namun demikian, suasananya di tengah pemukiman menjadikannya nyaman dan hangat dengan pergerakan yang tenang, bukan arus lalu lalang yang terlampau cepat. Pepohonan rindang menaungi sekitarnya, sehingga di luar hotel pun merasa sejuk.

Dari bandara aku dijemput dengan shuttle bus khusus untuk hotel ini, ke lokasi yang terletak di East Coast Singapore. Aku memasuki lobbynya yang lumayan besar dan luas. Terdapat dua komputer Apple di sudut untuk keperluan tamu selama menunggu. Resepsionisnya yang ramah akan melayani di belakang konter panjang berlapis HPL dengan urat kayu. Satu kafe kecil terdapat di sudut yang lain dengan sofa-sofa empuk untuk menunggu sambil mencoba makanan dan minuman ringan.
Continue reading a temporary life in singapore

a library walk at singapore

 kanopi utama
entrance

I have always imagined that Paradise will be a kind of library
~ Jorge Luis Borges

Sejak mengerjakan Perancangan Arsitektur 5 semasa kuliah mengikuti prinsip desain Ken Yeang, aku selalu bermimpi bisa mengunjungi bangunan karyanya yang berprinsip bioclimatic ecodesign. Ken Yeang, arsitek berkebangsaan Malaysia ini, selalu menerapkan konsep bangunan hemat energi, dengan memanfaatkan sinar matahari yang berlimpah di negara-negara tropis ini. Setelah gagal mengunjungi Menara Mesiniaga di Kuala Lumpur karena hujan deras di kunjungan beberapa bulan sebelumnya, ternyata saat ini kesempatanku adalah mengunjungi National Library of Singapore, yang berlokasi di daerah Bras Basah, hanya 5-10 menit berjalan kaki dari National Museum of Singapore dan Singapore Art Museum.
Continue reading a library walk at singapore