seberapa luas kamu mau bertanam?

Aku nggak tahu kenapa ujug-ujug suka main tanaman. Padahal kalau dipikir-pikir dari dulu, waktu masih tinggal di luar ibukota dengan rumah-rumah berhalaman luas, yang mestinya gampang saja kalau mau tanam-menanam di situ. Tapi dulu nggak tertarik sama sekali, mungkin karena merasa tanaman itu mainan cewek banget. Sedangkan yang aku inget dengan jelas bahwa aku ini… Read More seberapa luas kamu mau bertanam?

ruang dan masa pandemi

[guestpost dari Ardes Perdhana, arsitek] Ruang memiliki artinya sendiri. Pada waktu dan tempat yang berbeda, ia menjadi berbeda. Layaknya kecantikan, ia memiliki pengertiannya sendiri pada masing-masing jaman, pada masing-masing daerah. Ada yang menilai bahwa cantik itu tinggi semampai berkulit putih. Ada pula yang menilai bahwa cantik itu meliuk lekuk tubuhnya berkulit kuning langsat. Bahkan ada… Read More ruang dan masa pandemi

menyusuri hutan-hutan banyuwangi

  Bayangkan pada suatu sore yang berangin terbangun di tengah hutan trembesi yang rindang, beralaskan log kayu jati yang tertata rapi pada pekarangan, sembari menikmati sinar matahari yang menyelisip di antara ranting-ranting yang membentuk bayangan ke arah timur. Pohon-pohon itu seakan memelukmu tidak mau lepas dan melindungimu dengan lengannya yang kokoh, dari terpaan angin yang… Read More menyusuri hutan-hutan banyuwangi

Love in the time of Corona: Jakarta 2Q20

Mengakhiri kuarter pertama di tahun 2020, tiba-tiba dunia bergerak lambat. Kecepatan berkurang di segala tempat, di seluruh penjuru dunia atas dasar sesuatu yang tiba-tiba menyebar begitu cepat, yang hanya bisa ditandingi oleh cepatnya hoax pada terusan pesan singkat. Yah, mungkin Robert Langdon terlambat menyelamatkan dunia. Jika 24 jam biasanya terasa cepat, sekarang bahkan sejam pun… Read More Love in the time of Corona: Jakarta 2Q20

saat yang tepat untuk menikah

Beberapa tahun lalu di pekarangan rumahnya yang lucu di kawasan Gaharu, seorang sahabat berpesan padaku, “Travelinglah sejauh-jauhnya ketika kamu masih mencari. Nanti jika suatu saat kau menemukan, mudah-mudahan itu sudah cukup.” Dan dia salah satu yang terkejut ketika aku bilang mau cuti traveling dulu.  “Mau mengabdi pada negeri,” kataku waktu itu. Dan berhentilah aku dari… Read More saat yang tepat untuk menikah

wae rebo dalam tujuh hari

Aku menyebutnya negeri di awan. Sebuah desa yang berdiri di puncak bukit, di tengah pedalaman Manggarai yang hijau dengan perjalanan yang cukup panjang dari jalan raya Trans Flores. Tempat yang kuingat adalah kabut-kabut pagi hari yang perlahan-lahan menipis berganti dengan mandi matahari, di tengah riuh tawa anak-anak bermain, burung-burung berkicauan dan suara alu berpadu dengan… Read More wae rebo dalam tujuh hari

kampung todo: pusat kerajaan yang menyepi

Dalam setiap perjalanan, selalu ada upaya untuk berhenti lebih lama atau membelokkan ke tempat yang tadinya tidak direncanakan. Rencana sederhananya hanya mendarat di Labuan Bajo, menginap di hostel, dan memesan satu kursi pada travel Gunung Mas yang menuju Ruteng pada keesokan harinya. Banyaknya tentengan yang di bawa, termasuk beberapa alat uji, membuatku agak mengabaikan urusan… Read More kampung todo: pusat kerajaan yang menyepi