0-the-one-legian-hotel-bali-cover

the ONE legian: meet the orange

0-the-one-legian-hotel-bali-cover


“If I’d chosen never to the foot inside the great fairytale, I’d never have known what I’ve lost. Do you see what I’m getting at? Sometimes it’s worse for us human beings to lose something dear to us than never to have had it at all.”
― Jostein Gaarder, The Orange Girl

Apakah yang dipikirkan ketika berjalan sepanjang jalan Legian? Riuh ramai bule berlalu lalang, aneka toko suvenir, cafe, restoran, dan kios-kios yang menawarkan jasa spa untuk meringankan beban kaki yang mungkin sudah penat berpesiar seharian. Legian pernah diingat sebagai tempat meledaknya bom di Paddy’s Club, yang hingga kini masih saja meriah berdentam-dentam, sambil dipenuhi orang-orang yang ingin menikmati hiburan malam di situ. Monumen peringatan yang berdiri tak jauh dari situ berulangkali disinggahi orang-orang sambil berfoto, entah mengenang penanda waktu atau sekadar memberi jejak pernah berlalu di seputaran Legian. Mobil-mobil yang berjalan satu arah melaju tersendat karena menunggu taksi yang berjalan lambat sembari mencari penumpang ke suatu tempat. Continue reading

0-hotel-villa-lumbung-seminyak-bali-cover

staycation hotel vila lumbung: meet the green

0-hotel-villa-lumbung-seminyak-bali-cover

Pagi mendung yang menyambutku di Hotel Vila Lumbung ini tidak mengurangi keceriaan pagi ketika tiba di tempat tinggalku selama dua hari ke depan di kawasan Petitenget, Seminyak, Bali. Walaupun gerimis kecil menghalangi niatku untuk main-main ke pantai, tapi berada di seputaran resort ini sudah bisa membuatku betah.

Resort yang berada di tengah lahan luas ini lokasinya tidak terlalu tersembunyi, tetapi deretan pepohonan yang melingkupinya membuat suasana di dalamnya tenang seolah tanpa gangguan untuk beristirahat di Pulau Dewata. Dilengkapi dengan pekarangan yang besar, kolam renang, area bermain anak, restoran, gymnasium, gedung pertemuan, spa, menjadikan tempat ini pilihan menarik di kawasan Seminyak, Bali. Continue reading

IJSW 2017: memperkenalkan ‘jakarta’

ijsw-architecture-ui-city-jakarta-0-cover

Liburan kali ini mendadak harus kembali ke kampus sesudah ada pemberitahuan seru, International Joint Eco City Workshop & Studio, yang diselenggarakan bareng dengan Cardiff University dari Inggris dan Florida University dari Amerika. Jadi beberapa mahasiswa dari dua perguruan tinggi ini bergabung dengan Universitas Indonesia di Departemen Arsitektur FTUI untuk bersama-sama melakukan workshop tentang lingkungan di Indonesia, khususnya Jakarta, Depok dan sekitarnya. Kota ini memang banyak menyimpan kejutan-kejutan di balik pembangunannya yang pesat dan seolah tak kenal henti. Sebagai ibukota negara dengan penduduknya yang amat padat, ada berbagai hal yang perlu dibangun untuk menuju kota yang berkelanjutan. Continue reading

kenapa aku kuliah lagi?

kuliah-di-ui-1

Banyak yang tahun lalu bertanya kenapa aku memutuskan untuk kuliah lagi, setelah belasan tahun aku memilih bekerja. Sebenarnya selalu banyak alasan untuk sekolah lagi, selain karena memang pada dasarnya kan aku ini suka sekolah, ya.

Keinginan ini sebenarnya tercetus bahkan sejak aku baru lulus, tapi karena saat itu masih belum musim untuk melanjutkan ke gelar master, akhirnya kuputuskan untuk menundanya dan bekerja dahulu. Sebenarnya sih aku berpikir, lulusan arsitektur mau mengambil master di bidang apa? Kalaupun belajar urban planning, nah nanti jatuhnya malah bekerja di real estate atau di kantor pemerintah. Nah, karena nggak kepingin bekerja jadi pegawai negeri itu maka aku malah menunda sekian lama itu. Karena dulu, untuk berkeinginan masuk jurusan arsitektur saja aku memantapkan niat selama tujuh tahun, lho. Makanya, karena biaya S2 ini jauh lebih mahal dari S1, jadi pilihannya harus serius dan benar-benar, deh. Continue reading

6 things to do at morrissey hotel residence jakarta

morrissey-jakarta-0

Arrived at Morrissey Hotel Residence by the end of December, find yourself walk through the stair and meet those red coach, chilling around by the lounge of the ‘klasse’ and warm yourself before join to the nest.

1. Cooking

Yes, all the room that you stay at Morrissey has the mini pantry that you can cook your food by yourself. Once you enter the room, there’s a table completed with electric stove, a kitchen sink, and a small microwave to heat up my food. That drawer under the table filled with the knife, spoons, cups, even pans for do a real cooking experience. Don’t be afraid of the smell, because an exhaust fan can suck all the smoke and smell out of our cooking experience. Even in the cabinet above can be found glasses and plates in various sizes that can be used. Bring your own instant food, and avoid starving. Continue reading

[giveaway] kalender tintin 2017

kalender-tintin-2017

Nggak terasa sudah mau berakhir lagi tahun 2016 ini, sampai-sampai tiba saatnya aku kembali ingin membagikan KALENDER TINTIN yang cakep ini. Kalau tahun lalu aku hanya membagi satu, kali ini ada DUA KALENDER yang bakal berpindah ke meja kerja kamu. Hamdalah, tahun 2016 bikin aku lebih pemurah lagi.

Tahu kan, kalau petualang ini adalah tokoh komik favoritku yang menemani masa kecil dengan versi Indira, di masa remaja dengan film-film kartunnya hingga saatnya jadi kolektor buku yang terbitan Egmont ini. Walaupun ceritanya seringkali banyak kebetulan yang ternyata menguntungkan Tintin, tetap saja kisah si pemuda berjambul ini menarik untuk diikuti.

Nah, ternyata kalender 2017 ini bersampul depan Tintin dengan jubah di sebuah negeri ketika ia bertemu llama. Hayo, apa itu llama? Di manakah itu? Ada di Tintin berjudul apa? Tenang, bukan itu pertanyaannya karena aku bisa jawab sendiri. Ini cerita ketika Tintin di Peru, dan akan mengunjungi Macchu Pichu. And you know what? Macchu Pichu is my guilty pleasure dream! Pengen banget ke sana suatu hari nanti, entah mengumpulkan uangnya sampai kapan, ya..

Ngomong-ngomong soal impian, tahun 2016 ini ada salah dua wishlist come true, yaitu melakukan perjalanan ke India dan melakukan perjalanan ke Ternate Tidore! Wah, nggak kebayang itu bagaimana senangnya aku bisa melewatkan hari-hari di sana (walaupun-hingga-hari-ini-belum-juga-ditulis-di-blog-karena-sibuk-tugas-kuliah). Foto-fotonya bisa dilihat di instagram @miss_almayra tentunya. Terbukti bahwa impian yang dipupuk bertahun-tahun itu bisa juga tercapai jika memang serius mewujudkannya.

Akhir tahun ini aku mau membagikan kalender ini dengan cara yang gampang banget. Asyiknya lagi, selain kalender juga akan ada 12 Coloring Pages yang bisa bikin kamu asyik mewarnai di bulan-bulan yang sama. Makin pengen kan? Ikuti cara di bawah ini :

Pertama :
Follow blog Tindak Tanduk Arsitek (bisa melalui tombol follow bagi pengguna wordpress atau submit lewat email di kolom sebelah) dan follow  twitter @miss_almayra atau   instagram @miss_almayra atau like fanpage di facebook Tindak Tanduk Arsitek.

Kedua :
Beri komentar di bawah ini dengan bercerita tentang tempat perjalanan impian kamu yang paling kepingin dikunjungi beserta alasannya. Satu tempat saja, nggak usah panjang-panjang yang penting asyik aja.

Tulis dengan format :
Nama – akun twitter atau facebook
Cerita perjalanan impian

Ketiga :
Pengguna twitter – Share link postingan giveaway ini lewat social media dan ajak serta mention temanmu untuk ikut bergabung. Jangan lupa mention @miss_almayra dan tagar #KalenderTintin2017 (pastikan kamu sudah follow @miss_almayra ya!)

Pengguna facebook – Share post dari fanpage Tindak Tanduk Arsitek atau share link postingan giveaway ini di timeline kamu (setting audience Public), dengan menyertakan tagar #KalenderTintin2017 di kalimat pengantarnya.

Bisa kan? Nggak usah dicontohin kan? Atau lihat saja bagaimana yang komen di blog ini tahun lalu di [giveaway] kalender tintin 2016.

Giveaway ini akan ditutup pada hari Sabtu 31 Desember 2016 jam 23.57 dan akan diumumkan pada tanggal 02 Januari 2017 di antara jam 21.27-23.59 WIB.

Good luck!

8-morrissey-hotel-menteng-jakarta

main smartphone videografi di morrissey hotel menteng

8-morrissey-hotel-menteng-jakarta

Mendung pagi itu tak menghalangiku untuk tiba di Morrissey Hotel di bilangan Menteng dan mengikuti kelas Smart Phone Videografi dari Mas Teguh Sudarisman. Memang selama ini walaupun aku sering menyimpan video sebagai salah satu perangkat dokumentasi, tapi karena tidak bisa mengedit dengan baik, maka aku berminat untuk mengikuti workshop ini. Apalagi lokasi workshopnya di Morrissey Hotel Residence karya arsitek Andra Matin, walaupun sudah pernah beberapa kali makan di sini, tapi belum pernah juga mengulik sisi dalamnya. Kesempatan bagus untuk belajar di sini, sambil mengintip-intip hotel cantik ini, nih. Continue reading

cover-iluni-ftui-visit-mrt-deep-tunnel

MRT: jakarta underground

cover-iluni-ftui-visit-mrt-deep-tunnel

It’s time to reduce our reliance on highways in this regions and start a rapid transit systemthat will provide people to choice.
– Tom Maziars

Sejak pertama kali datang untuk tinggal di (dekat) Jakarta dua puluh tahun yang lalu, aku selalu berpikir bakal ada transportasi umum yang massal dan bagus untuk ibukota negara ini. Dulu berkeliling Jakarta bisa dengan KRL atau metromini dan bus kota yang melewati berbagai kemacetan di tengah kota. Tapi, memangnya mau terus-terusan berlama-lama di jalan seperti itu? Sementara orang-orang berlalu lalang ke negeri jiran dan membandingkan dengan transportasi di sana, Jakarta harus bebenah sedikit demi sedikit.

Setelah jalur Transjakarta multi koridor yang mencapai banyak ujung-ujung kota, rupanya rencana Mass Rapid Transit yang sudah kudengar sejak masa kuliah dahulu benar-benar terlaksana di ibukota. Mulai dari pendirian tiang-tiang beton di banyak tempat di sepanjang Fatmawati hingga Lebak Bulus dan tahu-tahu saja beberapa halte bus Transjakarta di Sudirman ditutup. Sebagai seseorang yang bergerak di bidang konstruksi, lama kelamaan penasaran juga bagaimana proses pembangunan di bawah tanah ini. Apalagi aku ini pencinta kereta dan hobi mencobai berbagai model transportasi ini di berbagai negara yang pernah kukunjungi.  Continue reading

0-garut-trauma-healing-pasca-banjir-story-telling-cover

bisik daun ti garut

0-garut-trauma-healing-pasca-banjir-story-telling-cover

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
Sapardi Djoko Damono – Dalam Doaku

“Aku mau story telling, ya!”

Demikian usulku ketika bang Irvan memperlihatkan e-flyer acara Bisik Daun Ti Garut, sebuah acara yang diadakan sebagai bagian dari kegiatan Trauma Healing untuk korban banjir bandang di Garut beberapa waktu lalu. Anak-anak memang selalu mencuri perhatianku ketika bepergian ke mana pun karena wajah-wajah mereka yang polos membuat ingin berkenalan dan mengobrol. Story telling yang sepertinya hanya memakan waktu dua tiga jam saja pasti akan lebih mudah daripada masa mengajar di Kelas Inspirasi yang seharian. Walaupun sama-sama berhadapan dengan anak-anak, bercerita sepertinya lebih tidak harus membuat materi ajar yang terlalu berat. Kurang lebih sama seperti menulis, hanya saja diungkapkan secara verbal. Continue reading

0-cover-bantimurung-leang-leang-kupu-kupu

cerita kupu dan batu dari bantimurung dan leang-leang

0-cover-bantimurung-leang-leang-kupu-kupu

“and when all the wars are over, a butterfly will still be beautiful.”
― Ruskin Bond, Scenes from a Writer’s Life

Tak lengkap berada di Maros tanpa berkunjung ke kerajaan kupu-kupu di Bantimurung dan gos-goa prasejarah di Leang-leang. Daerah yang masih berada di antara gugusan tebing-tebing batu ini menjadi habitat dari banyak spesies serangga yang berwarna-warni cantik itu. Info tentang Bantimurung cukup mudah didapat dari berbagai tulisan di blog sebagai salah satu tempat wisata yang wajib didatangi apabila berkunjung ke Makassar.

Sebenarnya Bantimurung yang berada di kabupaten Maros ini lebih dekat dengan Bandara Hasanuddin, sehingga kalau tiba dengan pesawat, bisa saja langsung ke sini. Apalagi sekarang ini banyak penerbangan ke Makassar dengan tiket pesawat murah yang membuat banyak orang bisa bepergian ke manapun dengan harga yang cukup terjangkau, menjelajahi sudut-sudut unik nusantara. Continue reading