awal mula yang selalu berputar

Apa yang berubah dari diriku selama empat tahun ini? Yang jelas banyak. Sepertinya aku jadi lebih tenang, tidak sering marah-marah dan lebih menguasai diri. Memang tidak semua hal terjadi tanpa sebab, dan aku tahu ada satu penyebab besar yang membuat ini semua berubah. Terlalu rumit, tak perlu lah diceritakan panjang lebar di sini.

Lalu aku menjadi tergila-gila pada buku. Pada sesuatu yang dinamakan jendela dunia. Pada kata-kata yang membiusku untuk melompat ke dalamnya. Buku-buku yang semula hanya menjadi penghuni rakku, bermain-main di pikiranku, kini menarikku untuk bertualang bersamanya. Iya, benar. Aku harus mulai berjalan untuk menemukan harapan-harapan yang terbaca dari huruf-huruf yang menari itu.

“Hallo Jesse, ikut aku!” seru setumpuk buku Balada si Roy yang menghuni kamarku. Koleksi yang membuatku jatuh cinta pada sosok pemuda bandel yang kukenal sejak masa remajaku. Dulu aku hanya mengaguminya hingga timbul keinginan untuk menapaktilasi perjalanannya hingga ke India, yang rupanya saat ini masih menjadi angan-angan belaka.
Continue reading

Advertisements

antara sumber daya alam dan lingkungan binaannya

tambang kaolin, belitong

tambang kaolin, belitong

Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. Kan begitu Tuan Jenderal?

[Bumi Manusia ~ Pramoedya Ananta Toer]

Aku pernah satu kali berkunjung ke tambang di Belitong, yaitu tambang kaolin yang berada tak jauh dari bandar udara Tanjung Pandan. Tambangnya terdiri dari gunung serpihan kaolin putih yang kelak digunakan sebagai bahan baku bahan pecah belah. Di tepi gunungan itu ada danau besar berwarna hijau toska. Menilik dari warnanya, sepertinya danau ini mengandung belerang yang berkonsentrasi cukup tinggi.

Sebenarnya kunjunganku ke Belitong juga ingin melihat lubang-lubang bekas galian timah yang banyak bertebaran tampak dari udara. Aku sering berpikir, kalau sudah digali, lalu lubang itu dibuat apa? Bukankah seharusnya dikembalikan lagi pada kondisi aslinya? Aku tahu, bahwa hasil tambang logam bukanlah makhluk hidup yang bisa memperbarui dirinya sendiri apabila habis. Timah yang menjadi salah satu sumber daya alam utama di sini lama kelamaan akan habis untuk memenuhi kebutuhan industri.

Di museum yang aku lihat, di tambang yang amat luas terdapat ratusan pekerja yang melakukan proses penggalian. Sebagian pekerja dirumahkan di sekitar lokasi pertambangan, dan beberapa yang pejabat memiliki rumah dinas yang lumayan. Di film Laskar Pelangi ditunjukkan bahwa ada perbedaan sekolah antara anak-anak PN Timah dan yang bekerja biasa. Melihat ini aku menjadi miris. Kenapa harus dibedakan sekolahnya? Bukankah penduduk asli adalah mereka yang seharusnya bisa menikmati sumber daya alam di pulau mereka sendiri? Karena kerakusan teknologilah maka industri menjadi banyak meraup kandungan logam di daerah ini.
Continue reading

kemang, buah apakah itu?

the papillon

Masih banyakkah di antara kita yang ingat seperti apa buah kemang? Aku pun tidak, belum pernah tahu sama sekali seperti bentuk buah itu. Kemang yang diketahui oleh sebagian besar kaum urban Jakarta adalah area cukup hijau di kawasan Jakarta Selatan, yang merupakan tempat banyak ekspatriat tinggal.

Beberapa waktu yang lalu, Kemang sempat disorot karena banyaknya area rumah tinggal yang beralih fungsi menjadi tempat usaha, sehingga ketenangan warga yang bertinggal di situ menjadi terganggu. Bila diperhatikan, di jalan utamanya memang tidak ada lagi rumah tinggal. Semuanya berubah menjadi area bisnis. Paling menjamur adalah bisnis makanan, banyak sekali restoran dengan masakan mancanegara yang muncul di situ. Tak sedikit kafe-kafe yang bila malam hari menjadi tempat nongkrong anak-anak muda. Bisnis kecantikan,  galeri, menjadi beberapa pilihan yang bisa dikunjungi di kawasan ini. Tak heran, pemerintah ingin menjadikan Kemang sebagai kawasan wisata budaya urban di ibukota.

Di siang hari, Kemang tak ubahnya seperti jalanan di Jakarta Selatan lainnya, yang panas dan berdebu. Beberapa bangunan karya arsitek ternama Indonesia bisa ditemui di sini. Ada Kemang Icon Hotel karya Sardjono Sani, Mom’s and I, toko perlengkapan ibu dan Balita karya Yori Antar, juga kalau mau mencari lebih dalam, banyak yang berfungsi sebagai galeri. Di jalan utama juga ada Papillon dengan struktur facade penuh kaca, yang kini dipakai sebagai showroom desainer Biyan untuk memamerkan karyanya. Juga Galeri Hadiprana milik keluarga arsitek Hadiprana ini mengambil lokasi cukup besar.

kemang icon

Di sini tidak akan membahas bangunan-bangunan tersebut, tapi bagaimana cara menikmatinya. Dalam satu perjalanan menyusuri lokasi ini, trotoar yang ditemui hanya selebar 1.5 m, dengan paving blok biasa, di beberapa tempat banyak bolong-bolong. Tak sedikit trotoar yang terpotong oleh ramp masuk mobil ke parkiran tempat-tempat bisnis di situ, yang terkadang mengambil area depan seluruh kaveling yang ia miliki. Seringkali pejalan kaki harus berjalan di bidang miring ramp tersebut. Sebagai tempat yang direncanakan sebagai tempat wisata budaya, area ini tidak ramah kepada pejalan kaki. Tidak nyaman untuk melalui jalan ini berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, karena kondisi trotoarnya yang seperti itu. Di beberapa tempat paving block bergelombang tidak rata, tidak sedikit yang bolong-bolong. Bahkan di depan hotel Kemang Village yang berbintang 5, kondisi trotoarnya juga bolong-bolong. Tentu tidak enak untuk tamu hotel yang mau berjalan-jalan menikmati wisata kuliner ke arah Kemang Food Festival.

Bangunan-bangunan yang indah dan susah payah dibuat oleh arsiteknya ini juga tidak bisa dinikmati secara maksimal. Adanya kabel listrik yang melintang semena-mena di ketinggian 5 m benar-benar merusak pemandangan. Benar-benar butuh angle yang cukup dekat untuk bisa menikmati / memotret visual bangunan-bangunan tersebut. Kalau sudah terlalu dekat, yang bisa kita lakukan hanyalah mendongak untuk melihatnya. Dibutuhkan kamera dengan lensa wide angle untuk menangkap imaji yang tergambar. Dari seberang jalan, facade bangunan tersebut selalu tampak terlintasi untaian kabel listrik ukuran besar dan banyak, yang benar-benar mengganggu pemandangan.

Untuk kendaraan umum yang melintasinya, hanya ada kopaja 608 jurusan blok M ragunan yang ada. Kondisi kopaja yang selalu penuh sesak bahkan di jam tidak sibuk sekalipun, karena jumlahnya yang sedikit, membuat malas mencapai tempat ini dengan kendaraan umum. Bodi yang seperti kaleng, ditambah dengan asap knalpot yang hitam, dan suara menggerung-gerung seperti ingin balapan, tidak hanya membuat sumpek orang yang ada di dalamnya, tapi juga orang-orang yang berjalan di trotoar karena harus menelan polusi asap dan polusi udara karena kendaraan ini. Lainnya? Bajaj dan taksi bisa jadi pilihan.  Bajaj untuk jarak dekat, dan taksi untuk jarak jauh. Gampang menemukan bajaj di sini, semudah menemukan kios rokok di pinggir jalan.

Pohon hijau sebagai peneduh jalan pun jarang terlihat di jalan utama. Tergusur oleh ‘pohon’ billboard yang ramai dipertontonkan pelaku bisnis yang mempromosikan usahanya. Keteduhan hanya dilihat di dalam masing-masing kaveling. Itupun sedikit sekali. Area hijau terbanyak di kampus Institut Bisnis Indonesia. Tanpa peneduh di Jakarta yang panas, bagaimana bisa jalan nyaman di kawasan seperti ini? Terlalu banyak promosi yang bisa membuat polusi mata.

Apakah ini lokasi yang ingin dijadikan kawasan wisata budaya urban? Rasanya, pemerintah kota punya banyak peer untuk membuat kawasan ini bisa dirindukan. Jangan hanya berpuas karena banyak ekspatriat atau kaum urban yang tetap datang walaupun kondisinya seperti ini. Jangan hanya mengandalkan pelaku bisnis yang mempercantik bangunannya habis-habisan, bila aksesibilitasnya tetap saja standar. Apalagi kawasan ini hanya sekitar 2 km dari kantor walikota Jakarta Selatan. Jangan hanya menerima pajak usaha saja yang tinggi, berilah mereka fasilitas infrastruktur yang memadai. Kalau perlu, tanam lagi pohon kemang di situ sebagai simbol historis jalan, juga penyejuk mata dan udara di kawasan ‘calon’ wisata ini.

kemang

 

KRL ekonomi AC 25.10.2010 :

depok : 07.25, manggarai : 08.10.

analisa tapak

lapangan sma 1 pangururan, samosir

Apa yang paling disukai arsitek yang kerja di sebuah konsultan teknik?
Preliminary  site visit  tentu saja.. Sejenak mengendurkan aktivitas yang rutin sehari2 di kantor, deadline dan gambar2 kerja yang harus diperiksa. Apalagi kalau masih tanah kosong. Steven Holl berkata, dalam mendesain, kau harus menyelami site, merasakan anginnya, viewnya, panasnya.
Menghirup aroma kebebasan untuk menentukan kemana arah bukaan sehingga mendapatkan pencahayaan maksimal, pemandangan terbaik yang akan dibingkai oleh jendela-jendela yang akan dibuat.
Oi.. stop menghayalnya.
Kegiatan tersebut diatas mungkin hanya akan dilakukan oleh arsitek terkenal. Yang kami lakukan sekarang sebagai arsitek muda yang bekerja di sebuah konsultan teknik adalah survey. Agak jauh dari sebuah gambaran filosofis sebuah site analisys. Yang mana ketika kuliah kita dituntut untuk membuat suatu laporan dalam bentuk kertas A1 penuh peta,  foto, panah2 keterangan untuk menunjukkan sirkulasi sekitar, arah angin, arah matahari, tingkat kebisingan, untuk menentukan bagaimana bangunan desain kami akan berbentuk. Site analysis itu pula akan ikut mempengaruhi tema, yang oleh kami mahasiswa arsitektur dibuat agak bombastis sehingga menghasilkan desain yang spektakuler.
Sekarang bukannya kita tidak bisa melakukan analisa tapak ideal, tapi kita memang diburu-buru klien yang ingin melihat hasil desain sesegera mungkin. Hasilnya, analisa itu cuma ada di kepala kita, atau sudah langsung disintesa menjadi bentuk preliminary design. Lainnya hanya sebagai data sketsa catatan survey dan foto-foto.
Oke, jangan skeptis dulu.
Dunia arsitektur adalah dunia yang menyenangkan, diluar kewajiban tak tertulis  pulang malam karena menyelesaikan desain yang harus dibawa presentasi esok harinya. Seandainya saja kita bisa lebih leluasa waktunya untuk mendesain tentu lebih baik.
But, when the money come if you don’t finish the design quickly ?
So do it fast, efficient, and beautiful. Lagipula kan kita dibantu drafter dalam menyelesaikan gambar. Asal sketsa gambarmu jelas dan informatif, dan sudah matang benar, drafter (yang handal tentunya) akan menyelesaikan dengan kecepatan tangan yang mengagumkan, kanan di mouse, kiri pada keyboard. Sampai terkadang komputer hang ditengah keterburu-buruannya.
Sekarang, mari kita mulai..