Tag Archives: osaka

osaka : tradisional, modern, dan hura-hura

0-cover-osaka-castle-TEXT


Anywhere there is life, there are eyes. And things, too, speak to those who have ears to hear.
― Eiji Yoshikawa: Taiko

“Ini istananya Hideyoshi Toyotomi?” Aku kagum melihat istana besar yang selama ini hanya ada dalam benak, dari buku-buku yang kubaca. Hideyoshi Toyotomi kukenal dari buku Taiko karya Eiji Yoshikawa yang beberapa tahun yang lalu menemani perjalananku ke kantor. Taiko mengisahkan perjalanan seorang pengantar sandal, hingga menjadi seorang panglima besar kerajaan Jepang di tahun 1586. Buku ini menjadi salah satu buku yang mempengaruhi hidupku tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dalam buku Taiko dikisahkan tentang Jepang pada abad ke-16, ketika keshogunan tercerai berai. Hideyoshi yang lahir sebagai anak petani, datang sebagai abdi Oda Nobunaga seorang daimyo di provinsi Owari, mempelajari sekitar dan memohon kesempatan bertempur sehingga akhirnya ia bisa menjadi salah satu pelindung Kaisar. Dengan kesetiaannya yang tinggi akhirnya ia mendapatkan kepercayaan untuk memerintah di satu propinsi, dan berlanjut dengan penaklukan daerah-daerah lain di Jepang hingga akhirnya ia menjadi seorang Taiko, yang berkedudukan di Osaka dan mendirikan istana di bekas kuil Ishiyama Honganji. Dengan sentral pada istana, penduduk yang sudah bermukim sejak lokasi ini menjadi kuil, makin meluas dan menjadi cikal bakal kota. Sebelum pusat pemerintahan dipindahkan ke Edo, Osaka menjadi pusat pemerintahan Jepang karena tempatnya yang strategis di tepi lautan sebagai pusat ekonomi dan transportasi. Continue reading osaka : tradisional, modern, dan hura-hura

traveling ke jepang : bawa koper atau ransel?

3-ninenzaka-kyoto

Jujur aku agak sulit memutuskan sewaktu bepergian ke Jepang mau bawa koper atau ransel. Tapi berhubung aku hanya punya ransel 35+10 liter itu plus daypack 25 liter, jadi benda itu saja yang kubawa. Untuk mewadahi kebutuhanku selama 12 hari, jaket, pakaian, tripod, tongsis, kamera, dan alat-alat lain memenuhi tasku. Rencananya ransel akan kutinggal di hotel, sementara daypack dibawa jalan-jalan.

Tapi ternyata ada lokasi-lokasi yang membuatku kepengin bawa koper karena, hmmm.. sakit juga punggung bawa ransel yang berat ini di akhir musim panas yang membuat keringat bercucuran ini. Tetapi setiap kondisi memang ada perbandingan-perbandingannya, koq.
Continue reading traveling ke jepang : bawa koper atau ransel?