susur tangerang : mulai dengan cisadane

Sungai menjadi jalan pulangnya ke rumah tak berwadak, tapi ia selalu tahu di mana harus mengetuk pintu. [Dee – Supernova, Akar] Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan bahwa susur Tangerang-ku akan berawal dengan wisata air begini. Baru dua menit tiba di bantaran sungai, duo blogger karib kak Tekno Bolang ‘lostpacker’ dan kak Wiranurmansyah yang setia menunggu… Read More susur tangerang : mulai dengan cisadane

rendang minang #1 : mengurai pantai di sikuai

Bebutir pasir remah yang dilepih laut Seperti nasib getir musti diubah sebelum akut Belajar dari Ombak ~ Sitok Srengenge : Kelenjar Bekisar Jantan Pagi 29 Maret 2013 itu pesawat Lion Air JT252 yang dinaiki aku dan Felicia Lasmana mendarat di Bandara Minangkabau, Sumatera Barat jam 07.35. Bandara ini cukup besar dengan arsitektur Gonjong Minang yang… Read More rendang minang #1 : mengurai pantai di sikuai

karimun jawa : bertinggal di tengah laut

“The sea is emotion incarnate. It loves, hates, and weeps. It defies all attempts to capture it with words and rejects all shackles. No matter what you say about it, there is always that which you can’t.”  ― Christopher Paolini, Eragon Manusia, kodratnya memang hidup di atas tanah. Karena itu jika tinggal tidak di tanah, akan kebingungan,… Read More karimun jawa : bertinggal di tengah laut