amazing 2015!

Tanpa diduga tahun 2015 menjadi salah satu tahun yang paling memberi banyak kejutan untukku. Diawali dengan tidak adanya ekspektasi atau rencana apa pun, ternyata begitu banyak hal baik yang terjadi di tahun 2015. Mungkin seperti rumus matematika, ketika kamu tak banyak berharap, disitulah datang berkah tak hingga. 1/0 = ~

Awal tahun 2015 aku memutuskan kembali bekerja, menyerah dari pekerjaan menjadi arsitek freelance, karena ternyata begitu banyak hal-hal yang harus aku pelajari sendiri, bukan sekadar kemampuan menggambar, tapi juga tentang manajemen waktu dan biaya. Keputusan ini bukannya kalah terhadap kebebasan waktu yang didapat pada masa freelance, tapi merupakan kemenangan atas tanggung jawab terhadap hidup, yang tidak boleh aku hadapi dengan egois. Dan kembalilah aku menyusur stasiun setiap hari, berkumpul dengan lautan orang yang mengadu nasib ke ibukota. Ini, pilihanku.

Dunia penulisan juga sedang riuh di awal tahun, berbagai hal terjadi dan pergi dan berbagai tiba-tiba datang menghampiri. Satu per satu wishlist aku akan satu tempat tercapai, dalam perjalanan yang terencana tiba-tiba. Mungkin ini rejeki dari Tuhan, mungkin ini pelipur lara, mungkin juga ini bagian dari perjalanan hidup yang manis. Continue reading

Advertisements

graffiti restaurant : meet the hours

DSC_0587

Love, like a chicken salad or restaurant hash, must be taken with blind faith or it loses its flavor.
Helen Rowland

Perlu 15 menit bagiku untuk menyetir dari persimpangan Lebak bulus di depan PoinSquare dan Carefour untuk sampai di Hotel Mercure, tempat restoran Graffiti berada. Menerima undangan dari kak Olyvia Bendon untuk menemaninya bersantap malam di sana, aku tiba di lobby hotel yang ditata hangat dengan lampu bernuansa kuning. Ada satu pembatas unik dari besi yang bernuansa bulat-bulat dengan jarum jam. Wah, banyak waktu di sini.
Continue reading