[giveaway] kalender tintin 2017

kalender-tintin-2017

Nggak terasa sudah mau berakhir lagi tahun 2016 ini, sampai-sampai tiba saatnya aku kembali ingin membagikan KALENDER TINTIN yang cakep ini. Kalau tahun lalu aku hanya membagi satu, kali ini ada DUA KALENDER yang bakal berpindah ke meja kerja kamu. Hamdalah, tahun 2016 bikin aku lebih pemurah lagi.

Tahu kan, kalau petualang ini adalah tokoh komik favoritku yang menemani masa kecil dengan versi Indira, di masa remaja dengan film-film kartunnya hingga saatnya jadi kolektor buku yang terbitan Egmont ini. Walaupun ceritanya seringkali banyak kebetulan yang ternyata menguntungkan Tintin, tetap saja kisah si pemuda berjambul ini menarik untuk diikuti.

Nah, ternyata kalender 2017 ini bersampul depan Tintin dengan jubah di sebuah negeri ketika ia bertemu llama. Hayo, apa itu llama? Di manakah itu? Ada di Tintin berjudul apa? Tenang, bukan itu pertanyaannya karena aku bisa jawab sendiri. Ini cerita ketika Tintin di Peru, dan akan mengunjungi Macchu Pichu. And you know what? Macchu Pichu is my guilty pleasure dream! Pengen banget ke sana suatu hari nanti, entah mengumpulkan uangnya sampai kapan, ya..

Ngomong-ngomong soal impian, tahun 2016 ini ada salah dua wishlist come true, yaitu melakukan perjalanan ke India dan melakukan perjalanan ke Ternate Tidore! Wah, nggak kebayang itu bagaimana senangnya aku bisa melewatkan hari-hari di sana (walaupun-hingga-hari-ini-belum-juga-ditulis-di-blog-karena-sibuk-tugas-kuliah). Foto-fotonya bisa dilihat di instagram @miss_almayra tentunya. Terbukti bahwa impian yang dipupuk bertahun-tahun itu bisa juga tercapai jika memang serius mewujudkannya.

Akhir tahun ini aku mau membagikan kalender ini dengan cara yang gampang banget. Asyiknya lagi, selain kalender juga akan ada 12 Coloring Pages yang bisa bikin kamu asyik mewarnai di bulan-bulan yang sama. Makin pengen kan? Ikuti cara di bawah ini :

Pertama :
Follow blog Tindak Tanduk Arsitek (bisa melalui tombol follow bagi pengguna wordpress atau submit lewat email di kolom sebelah) dan follow  twitter @miss_almayra atau   instagram @miss_almayra atau like fanpage di facebook Tindak Tanduk Arsitek.

Kedua :
Beri komentar di bawah ini dengan bercerita tentang tempat perjalanan impian kamu yang paling kepingin dikunjungi beserta alasannya. Satu tempat saja, nggak usah panjang-panjang yang penting asyik aja.

Tulis dengan format :
Nama – akun twitter atau facebook
Cerita perjalanan impian

Ketiga :
Pengguna twitter – Share link postingan giveaway ini lewat social media dan ajak serta mention temanmu untuk ikut bergabung. Jangan lupa mention @miss_almayra dan tagar #KalenderTintin2017 (pastikan kamu sudah follow @miss_almayra ya!)

Pengguna facebook – Share post dari fanpage Tindak Tanduk Arsitek atau share link postingan giveaway ini di timeline kamu (setting audience Public), dengan menyertakan tagar #KalenderTintin2017 di kalimat pengantarnya.

Bisa kan? Nggak usah dicontohin kan? Atau lihat saja bagaimana yang komen di blog ini tahun lalu di [giveaway] kalender tintin 2016.

Giveaway ini akan ditutup pada hari Sabtu 31 Desember 2016 jam 23.57 dan akan diumumkan pada tanggal 02 Januari 2017 di antara jam 21.27-23.59 WIB.

Good luck!

main smartphone videografi di morrissey hotel menteng

8-morrissey-hotel-menteng-jakarta

Mendung pagi itu tak menghalangiku untuk tiba di Morrissey Hotel di bilangan Menteng dan mengikuti kelas Smart Phone Videografi dari Mas Teguh Sudarisman. Memang selama ini walaupun aku sering menyimpan video sebagai salah satu perangkat dokumentasi, tapi karena tidak bisa mengedit dengan baik, maka aku berminat untuk mengikuti workshop ini. Apalagi lokasi workshopnya di Morrissey Hotel Residence karya arsitek Andra Matin, walaupun sudah pernah beberapa kali makan di sini, tapi belum pernah juga mengulik sisi dalamnya. Kesempatan bagus untuk belajar di sini, sambil mengintip-intip hotel cantik ini, nih. Continue reading

MRT: jakarta underground

cover-iluni-ftui-visit-mrt-deep-tunnel

It’s time to reduce our reliance on highways in this regions and start a rapid transit systemthat will provide people to choice.
– Tom Maziars

Sejak pertama kali datang untuk tinggal di (dekat) Jakarta dua puluh tahun yang lalu, aku selalu berpikir bakal ada transportasi umum yang massal dan bagus untuk ibukota negara ini. Dulu berkeliling Jakarta bisa dengan KRL atau metromini dan bus kota yang melewati berbagai kemacetan di tengah kota. Tapi, memangnya mau terus-terusan berlama-lama di jalan seperti itu? Sementara orang-orang berlalu lalang ke negeri jiran dan membandingkan dengan transportasi di sana, Jakarta harus bebenah sedikit demi sedikit.

Setelah jalur Transjakarta multi koridor yang mencapai banyak ujung-ujung kota, rupanya rencana Mass Rapid Transit yang sudah kudengar sejak masa kuliah dahulu benar-benar terlaksana di ibukota. Mulai dari pendirian tiang-tiang beton di banyak tempat di sepanjang Fatmawati hingga Lebak Bulus dan tahu-tahu saja beberapa halte bus Transjakarta di Sudirman ditutup. Sebagai seseorang yang bergerak di bidang konstruksi, lama kelamaan penasaran juga bagaimana proses pembangunan di bawah tanah ini. Apalagi aku ini pencinta kereta dan hobi mencobai berbagai model transportasi ini di berbagai negara yang pernah kukunjungi.  Continue reading

bisik daun ti garut

0-garut-trauma-healing-pasca-banjir-story-telling-cover

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
Sapardi Djoko Damono – Dalam Doaku

“Aku mau story telling, ya!”

Demikian usulku ketika bang Irvan memperlihatkan e-flyer acara Bisik Daun Ti Garut, sebuah acara yang diadakan sebagai bagian dari kegiatan Trauma Healing untuk korban banjir bandang di Garut beberapa waktu lalu. Anak-anak memang selalu mencuri perhatianku ketika bepergian ke mana pun karena wajah-wajah mereka yang polos membuat ingin berkenalan dan mengobrol. Story telling yang sepertinya hanya memakan waktu dua tiga jam saja pasti akan lebih mudah daripada masa mengajar di Kelas Inspirasi yang seharian. Walaupun sama-sama berhadapan dengan anak-anak, bercerita sepertinya lebih tidak harus membuat materi ajar yang terlalu berat. Kurang lebih sama seperti menulis, hanya saja diungkapkan secara verbal. Continue reading

cerita kupu dan batu dari bantimurung dan leang-leang

0-cover-bantimurung-leang-leang-kupu-kupu

“and when all the wars are over, a butterfly will still be beautiful.”
― Ruskin Bond, Scenes from a Writer’s Life

Tak lengkap berada di Maros tanpa berkunjung ke kerajaan kupu-kupu di Bantimurung dan gos-goa prasejarah di Leang-leang. Daerah yang masih berada di antara gugusan tebing-tebing batu ini menjadi habitat dari banyak spesies serangga yang berwarna-warni cantik itu. Info tentang Bantimurung cukup mudah didapat dari berbagai tulisan di blog sebagai salah satu tempat wisata yang wajib didatangi apabila berkunjung ke Makassar.

Sebenarnya Bantimurung yang berada di kabupaten Maros ini lebih dekat dengan Bandara Hasanuddin, sehingga kalau tiba dengan pesawat, bisa saja langsung ke sini. Apalagi sekarang ini banyak penerbangan ke Makassar dengan tiket pesawat murah yang membuat banyak orang bisa bepergian ke manapun dengan harga yang cukup terjangkau, menjelajahi sudut-sudut unik nusantara. Continue reading

rammang-rammang : berdialog dengan batu

0-cover-rammang-rammang-maros

Aku tak ingat sejak kapan aku punya perasaan berbeda setiap kali melihat batu. Bukan sekadar batu kecil tapi sebongkah batu, sebukit batu, bongkahan besar hasil sedimentasi dari magma gunung berapi ratusan tahun yang lalu dan membentuk bentang alam yang keras. Sahabatku Felicia hafal sekali kesukaanku ini ketika kami mendaki ke Sesar Lembang di Bandung, atau ketika kami menyusuri jalan di Ngarai Sianok dan berlama-lama di Lembah Harau.

Padahal perkenalanku dengan batu besar untuk pertama dan terakhir kalinya hanya di tahun ’98 ketika mendaki tebing Munara di Rumpin, Bogor sebelum memilih untuk mengenali batu-batu dengan keluar masuk goa. Selain itu, yang kuingat paling ketika nongkrong tiga hari di bawah Tebing Parang tower 2, itu pun jadi tim darat pendaki. Sepertinya aku lebih tertarik dengan batu besar sesudah berkenalan dengan Parang Jati di novel Bilangan Fu, si pemanjat tebing yang memilih untuk tidak menggunakan alat yang merusak batu untuk memanjat tebing. Tapi selebihnya, sepertinya aku cuma menikmati saat-saat memandang batu-batu besar yang terlihat indah itu.

Karena itu ketika ditanya kenapa harus mampir ke Rammang-rammang, jawabanku cuma satu :

Mau melihat batu.  Continue reading

create your wonderful life

bg1

and the day came when the risk to remain tight in a bud
was more painful than the risk it took to blossom
-anais nin

Apakah kamu percaya bahwa perjalanan itu menyembuhkan luka? Jika ada hal-hal yang dirasa tidak berkenan dalam hidupmu maka yang dilakukan adalah pergi untuk mencari obatnya. Mungkin masalahnya tidak bisa diselesaikan dengan kabur begitu saja, tapi bepergian beberapa waktu akan membuat lepas dari rutinitas, pikiran yang lebih tenang, dan menemukan kelemahannya sendiri.

Dalam film Wonderful Life yang disutradarai oleh Angga Dimas Sasongko ini menceritakan tentang Amelia seorang ibu yang memiliki anak bernama Aqil yang menderita dyslexia atau kesulitan untuk mengenal huruf-huruf sehingga sulit membaca, dan membawanya melakukan perjalanan untuk mencari pengobatan untuk menyembuhkannya. Amelia yang setiap hari disibukkan oleh hari-harinya di kantor dengan klien-kliennya, memilih untuk cuti dan melakukan perjalanan, karena ia percaya bahwa penyakit Aqil ini bisa disembuhkan. Continue reading

warna-warni jalur transportasi jakarta

transportasi-jakarta-jalan-raya

“Nih, tanya Teh In saja..” seorang teman menyorongkan ponselnya padaku untuk membantu temannya di ujung sana yang bertanya bagaimana mendapatkan bus tujuan Bekasi dari Jakarta Convention Center. Aku menjelaskan dengan memintanya keluar JCC ke arah kiri hingga jalan raya depan tol dalam kota, naik naik Tranjakarta arah Cawang, turun di depan Plaza Semanggi hingga tepi jalannya dan menunggu bis Mayasari Bakti tujuan Bekasi di situ. Bukan sekali dua kali aku membantu teman-teman yang naik kendaraan umum dari mana ke mana di Jakarta. Bahkan seorang teman lain yang pemerhati kota berseloroh,”Mungkin teknologi aplikasi yang yang cocok untuk masyarakat sekarang adalah teknologi ngobrol-ngobrol. Ngobrol sama kamu, In. Kamu itu apps-nya.”

Aku pengguna transportasi umum secara aktif. Sejak lulus kuliah dan harus bekerja di Jakarta, aku harus menggunakan transportasi umum sebagai sarana bepergian setiap hari. Alasannya simpel, menghemat waktu, malas menyetir dalam waktu agak lama, dan macet. Mobil pribadi hanya aku gunakan di akhir pekan saja, itu pun tidak selalu. Naik kendaraan umum juga membuatku pengeluaran lebih hemat. Kan, lebih baik dananya dialihkan untuk ditabung dan piknik-piknik ke luar kota, daripada terbakar sia-sia di jalan setiap hari. Dan pastinya mengurangi penggunaan bahan bakar karbon emisi gas buang yang ke udara, juga mereduksi dosa terhadap bumi. Makanya, KRL dan bis menjadi sangat umum bagiku yang malas menyetir dan tidak mampu bayar supir pribadi ini. Continue reading

sportivitas alami permainan tradisional di TAFISA 2016

tafisa-jakarta-2016-11-balap-bakiak

‘I’ve got the snitch!’ he shouted, waving it above his head, and the game ended in complete confusion.
J.K. Rowling, Harry Potter & The Sorcerer’s Stone

Buat aku yang menghabiskan masa kecil keliling pulau Jawa, pasti akrab dengan segala permainan sore hari yang sering dimainkan bareng teman-teman di berbagai kota. Salah satu yang paling diingat adalah bentengan! Pernah bermain bentengan di masa kecil? Sepertinya sih terakhir main bentengan waktu SMP kelas 1 di Blitar, bikin berisik se-RT karena teriak-teriakan seru, demi memperebutkan tiang listrik oleh sekelompok orang? Apa coba filosofinya? Menurutku bentengan ini membawa nilai-nilai untuk memperjuangkan terus apa yang kita mau, hingga posisi itu jadi milik kita. Tentunya dengan kerjasama antar teman-teman yang berlarian dengan riang gembira serta kejujuran dan sportivitas antar kita sendiri. Karena, permainan seperti ini kan nggak ada wasitnya, apalagi Komite atau Persatuan Nasional-nya, sehingga aturan-aturannya diketahui dan disepakati bersama sebelum main. Kalau ketahuan curang, siap-siaplah di-huu dan disebelin jadi teman. Makanya, asyik-asyik sajalah. Continue reading

menuruni batutumonga hingga palawa

0-toraja-bori-batutumonga-cover

“Harry – you’re a great wizard, you know.”
“I’m not as good as you,” said Harry, very embarrassed, as she let go of him.
“Me!” said Hermione. “Books! And cleverness! There are more important things – friendship and bravery and – oh Harry – be careful!”
― J.K. Rowling, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone

Sampai sebelum berangkat ke Toraja ini, aku hanya sekali bertemu Winny Alna di salah satu acara yang diadakan di Jakarta. Selain itu, kami hanya bercengkrama di blog, bertegur sapa lewat komentar, dan berbalas twitter saja. Rupanya jadwal jalan Winny dan aku ke Toraja klop, sehingga kami memutuskan untuk menjelajah bersama. Surprisingly, gadis batak ini membuat perjalanan seru dan cerah dengan berbagai keputusan spontan. Sesudah seharian banyak berjalan kaki di Londa, Kete Kesu dan Lemo, di hari kedua kami memutuskan “naik gunung”.  Continue reading