Tag Archives: heritage

tololela, menjaga tradisi di antara kampung wisata bajawa

Meningkatnya sektor pariwisata di Indonesia, khususnya pada Pulau Flores yang menjadi salah satu destinasi unggulan pada dekade  ini, membuat banyak sekali kunjungan-kunjungan pada desa-desa adat yang masih terawat di pulau ini. Daerah Ngadha yang berada pada area Flores Tengah menjadi salah satu primadona destinasi yang sering mendapat kunjungan dari wisatawan mancanegara.

Kampung adat Tololela berada di Desa Manubhara, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada,  terletak pada dua lahan datar di perbukitan di bawah kaki gunung Inerie. Tololela menampung sejumlah 20 kepala keluarga yang secara ekonomi umumnya bergantung pada sumber alam setempat. Tanah di sekitar kampung menghasilkan rempah-rempah, umbi, jagung dan kacang-kacangan.

Kesadaran masyarakatnya melakukan pelestarian permukiman adat terus meningkat seiring dengan perkembangan industri pariwisata, sebagai salah satu tujuan wisata budaya dan arsitektur. Pelestarian menjadi program, baik untuk menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan budaya setempat maupun memberi insentif pendapatan desa melalui kegiatan pariwisata. Continue reading tololela, menjaga tradisi di antara kampung wisata bajawa

tamansari goa sunyaragi : persinggahan sepi

cover-sunyaragi

“Ngapain ke Goa Sunyaragi, kan cuma batu doang,” begitu kata salah seorang kerabat yang aku tinggali ketika aku pamit hendak ke situs bebatuan di selatan Cirebon itu. Seandainya ia tahu, bahwa keponakannya ini memang tergila-gila pada batu dengan ukuran besar, apalagi Goa Sunyaragi adalah salah satu tempat yang menggoda untuk ditilik, karena susunan batu-batunya yang membentuk ruangan-ruangan bak istana. Gunakan daya khayal secukupnya, dan jadikan dirimu seorang puteri.

Berada tak jauh dari terminal Harjamukti, Goa Sunyaragi bisa dicapai dengan kendaraan umum hingga tepat di depannya, atau dengan kendaraan pribadi. Pertama tiba aku celingukan mencari di mana pintu masuknya karena dikelilingi oleh pagar, sampai seorang petugas memanggilku untuk mendaftar dulu di satu pendopo. Dengan harga karcis sebesar Rp. 8000/orang, bebas berkeliling lingkungan situs yang cukup rapi ini. Bisa juga menggunakan pemandu, sih. Tapi karena mau agak lama, jadi aku hanya menguping sedikit-sedikit dari pemandu di rombongan depan.

Continue reading tamansari goa sunyaragi : persinggahan sepi

9 trik (tidak) tersesat di Lasem

0-cover-rumah-candu-lasem[1]

“Sudah sampai mana?”
“Baru lepas Terboyo 5 menit yang lalu.”

Jam 6 pagi itu, ketika matahari baru beranjak naik ke angkasa, bersama dengan orang-orang berangkat bekerja, dan anak-anak belasan tahun berangkat ke sekolah, alih-alih kembali ke Jakarta, aku malah melanjutkan akhir pekan di Semarang dengan melanjutkan perjalanan ke jalur Pantura Jawa Tengah. Ghana menjemputku jam 5 pagi di Semarang dan menitipkan motor di stasiun, kemudian lanjut ke terminal Terboyo. Drama pertama pagi ini, kami salah naik bis. Ternyata bis yang kami naiki tidak ke terminal, melainkan tujuan Salatiga! Untunglah kemarin aku baru mengantar kak Tekno Bolang ke terminal ini, jadi langsung menyadari begitu bisnya beda arah.

 

Pastikan bis yang kamu naiki tujuannya benar.

“Duh, Ghana. Untung kamu bareng aku pagi ini. Coba aku berangkat duluan semalam, pasti kamu nggak sampai-sampai.”
“Emm, aku biasa nyasar gitu kok, Mbak,” kilah mahasiswa yang membolos pagi itu. Tidak heran, nama blog-nya saja lostinparadise.web.id. Rupanya nyasar memang salah satu kurikulumnya.
Continue reading 9 trik (tidak) tersesat di Lasem