ceritakan ranselmu! : mengejar mimpi bersama travel writer


“Mungkin aku tak pernah menorehkan apa-apa untuk KAPA sewaktu masih aktif, tapi percayalah, KAPA menorehkan sesuatu yang besar pada diriku. Keberanian dan pantang menyerah. “

KAPA atau Kamuka Parwata adalah ruang bermainku di masa aku kuliah arsitektur. Klub pencinta alam yang berdiri tahun 1972 ini melantikku di tahun 1998, ketika aku sedang gemar-gemarnya jalan-jalan. Belajar untuk mengarungi semesta. Menembus batas ruang yang terbentuk dari perimeter kota. Membaui alam sebagai dasar kebutuhan ruang terbuka. Sebagai distraksi dari kepenatan pikiran menjadi mahasiswi arsitektur, perjalanan membuatku lebih peka pada kebutuhan dasar akan ruang-ruang hidup. Berada pada tempat terbuka, atau ruang berkapasitas minimal kebutuhan.

Dari kesukaanku menulis, bukan hanya cerita perjalanan, namun hal-hal lain, membuatku ingin menularkan kesukaanku ini untuk anak KAPA sekarang, sehingga mereka jadi bisa menuliskan perjalanannya menjadi lebih menarik, dan informatif bagi pembacanya. Memindahkan perjalanan ke barisan huruf dan kata, memberi deskripsi yang menggambarkan kondisi, mencari sudut pandang yang menarik, memberi nyawa pada tulisan untuk memikat pembacanya. Aku pun masih belajar hingga kini.

Jelas, pengalamanku menulis yang tidak terakui ini tidak akan membuatku serta merta bisa mengajari mereka. Terlintaslah ide baru untuk acara diskusi semi workshop tentang penulisan. Awalnya, idenya hanyalah membuat diskusi tentang bagaimana menulis cerita perjalanan sekaligus promo buku Perjalanan ke Atap Dunia bersama penulisnya, Daniel Mahendra. Untuk mendampingi penulis muda sahabatku ini kami tidak ada pilihan lain selain mas Gol A Gong, penulis cerita perjalanan senior idola kami berdua sebagai teman cakap yang akan menimpali diskusi. Apalagi mas Gong (begitu kami biasa memanggilnya) juga menulis kata pengantar untuk buku terbaru Daniel tersebut. Bukan sekadar kata pengantar malah, ini lebih seperti ulasan untuk cerita yang tertuliskan.

Ternyata gayung bersambut. KAPA antusias sekali dengan ide diskusi ini. Bisa sebagai bekal penulisan buku 40 tahun yang persiapannya sudah mereka mulai. Dan juga melengkapi program kerja pelatihan jurnalistik. Dibantulah aku oleh sekelompok tim dari KAPA yaitu Cherina, Tania, Miftah, Ratna, Samantha, dan Ghanniya untuk menggodok acara ini.

Continue reading

Advertisements