SD pilihan kelas inspirasi

cover

“Seandainya anak anda berusia anak SD, apakah anda mau mengirim anak anda sekolah di sini? Mengapa?”

Itulah satu pertanyaan yang tertinggal dari Tim Kelas Inspirasi usai Hari Inspirasi pada 20 Februari 2013 lalu. Kami memang diminta untuk mengamati sekolah, termasuk kegiatan belajar-mengajarnya, fasilitas-fasilitas yang ada, dan apa-apa yang menarik dan tidak menarik dari kelas ini. Sehingga jawaban pertanyaan ini seharusnya menjadi sintesis dari apa yang kami amati.

lokasi
SDN Pejaten Barat 05 Pagi relatif mudah sekali dicapai dari jalur transportasi massal Jakarta. Dari stasiun Pasar minggu tinggal menyeberang dan naik mikrolet M 36 selama 10 menit masuk ke Jalan Siaga, dan berbelok sampai Jalan Pejaten Barat. Tak jauh dari sebuah pompa bensin, ada halte besar bertuliskan Halte SDN Pejaten Barat 05. Selain untuk SD ini, memang ada beberapa sekolah dasar yang berada di dalam lingkungan ini.

Dari arah Warung Buncit juga tak kalah mudahnya, dari halte bus Transjakarta Pejaten, de perempatan Republika, bisa naik mikrolet M36 menuju arah Pasar Minggu, dan hanya 10 menit juga sampai di depan halte SD tersebut.
Continue reading

Advertisements

ketika arsitek menjadi guru sehari

KI_0037

“SELAMAT PAGIIIIII…… Nama ibu Indri Juwono. Ada yang tahu pekerjaan ibu apa?”

“Tukang Bangunan!”
“Arsitek!”

“Wah, pada pintar-pintar ya.. Tahu dari mana?”

“Helm!”
“Nama!” sambil menunjuk name tag.
“Ituuu…” sambil menunjuk maket.
“Jadwal!” seru seorang siswa.

Di mana adegan antara arsitek dan siswa-siswi yang cerewet itu? Di Kidzania-kah? Bukan, melainkan di sini, Kelas Inspirasi. Pada Rabu 20 Februari 2013, sekitar seribu orang dari berbagai macam profesi yang spesifik dari 6 kota besar di Indonesia, mengajar dan berbagi ilmu pada banyak anak SD yang sedang menuntut ilmu, membuka mata mereka pada cita-cita, dan menjelaskan ragam profesi yang ada di masa depan.

Awalnya pada suatu malam aku melihat Tania, salah satu juniorku di Arsitektur UI mengirim tautan Kelas Inspirasi di grup 40 tahun KAPA FTUI di facebook. Penasaran kubuka tautan itu, dan woohoo, ternyata itu salah satu tawaran mengajar di SD di beberapa kota besar di Indonesia. Malam itu juga aku mengetes diriku sendiri, bisakah aku lolos dalam seleksi menjadi guru sehari itu?
Continue reading

jati meranggas #5 : meru betiri, surga bersembunyi

cover

The beach is not a place to work; to read, write or to think.
― Anne Morrow Lindbergh, Gift from the Sea

cerita sebelumnya : jati meranggas #4 : air terjun sampai ke laut

Sebenarnya aku agak malu mengakui, bahwa Meru Betiri yang menjadi impianku adalah semacam ‘penaklukan’ atas Pulau Jawa karena sudah menjejak dari barat sampai akhirnya timur. Walau ternyata aku salah, karena masih ada Pantai Plengkung di semenanjung timur sana, namun memang sepertinya Sukamade bisa menjadi awalan.

Ketertarikanku lebih dengan lokasi ini ketika tahun 2005 naik pesawat menuju Bali. Beberapa menit sebelum mendarat di Bandara Ngurah Rai, tampak garis pantai Jawa Timur bagian selatan, dengan pasir putihnya yang indah. Saat itu timbul di hati kecilku yang sudah sering melintas jalan-jalan di Pulau Jawa sejak kecil, satu saat aku akan ke Meru Betiri untuk melengkapi peta perjalananku. Awal timbulnya sudah sejak kuliah aku sudah ingin ke sini, untuk alasan itu, bahwa kaki menaklukan Pulau Jawa ujung ke ujung.

Info tentang lokasi ini di kalangan teman-teman minim sekali. Dari milis, forum, teman dekat, alumni pencinta alam, tak satu pun yang kukenal pernah ke sana. Tak kusangka, ketika aku sedang merencanakan perjalanan ini, aku menulis di twitter whislistku di Pulau Jawa adalah Meru Betiri, kak Nungki Prameswari, seorang dokter gigi yang kukenal lewat twitter me-reply : mampir Pantai Sukamade..
Continue reading