anambas1

anambas, mimpi indonesiaku

anambas1

Anambas. Seketika gugus kepulauan itu yang menempel di kepalaku ketika harus menjawab di mana tempat di Indonesia yang paling kepengin didatangi. Pertama kali mendengar nama kepulauan ini dari celotehan Yudi Febrianda ketika kami masih mengobrol-obrol saja dahulu sewaktu ia masih tinggal di tanah Jawa.

“Anambas, yuk!” begitu sering ajaknya. Mulanya aku tidak tahu di manakah itu? Namun nama Anambas terdengar begitu cantik diucapkan, seperti mengingatkan pada pulau kelapa pujaan bangsa sejak dulu kala. Maka aku percaya begitu saja apa kata Yudi, yang sudah kuanggap abang itu, yang menyatakan bahwa Anambas itu cantik. Kan Uda Yudi sudah bepergian ke mana-mana, jadi kalau ada saran bahwa sesuatu pulau itu indah, pasti benar adanya, demikian telanku mentah-mentah.

Dan ketika di waktu senggang aku menemukan foto aerial view Anambas, ternyata hatiku langsung terkunci untuk jatuh cinta pada kepulauan ini. Betapa tidak, gugusan pulau-pulau kecil di tengah laut itu, dengan warna biru muda berkilauan sebelum masuk ke biru tua yang lebih dalam, membuatku ingin seketika menceburkan diri di sana, menikmati kekayaan laut Indonesia.

aerial view anambas

Anambas terletak di Provinsi Kepulauan Riau, di antara Malaysia dan Kalimantan, di tengah laut Cina Selatan. Sempat dinobatkan sebagai Pulau Tropis Terindah Se-Asia versi CNN.com, menduduki peringkat pertama disusul oleh Koh Cang (Thailand), Langkawi (Malaysia), Teluk Halong (Vietnam), dan Similand Islands (Thailand). Sudah terbayang, cantiknya seperti apa?

Kepulauan ini memiliki 238 pulau yang tersebar di gugus-gugusnya. Tentu saja tidak semua pulau besar, banyak yang berupa pulau-pulau kecil. Salah satu pulau di Anambas bahkan pernah dijadikan camp penampungan pengungsi dari Vietnam seperti layaknya Pulau Galang di Batam.

Kenapa Anambas jadi demikian fenomenal, indah namun jarang dikunjungi orang, belum tenar seperti banyak obyek-obyek wisata lain di tanah air? Karena menuju Anambas sangatlah sulit, karena sebelumnya satu-satunya maskapai yang terbang ke ke sini hanyalah milik salah satu perusahaan minyak yang beroperasi di Natuna. Naik kapal laut pun harus tahan menghadapi badai yang tiba-tiba menghadang di perairan Laut Cina Selatan.

Sekarang, untuk meningkatkan potensi wisata Anambas, dibukalah jalur reguler melalui udara atau laut. Pesawat bisa dinaiki dari Bandara Tanjungpinang, Bintan ke Bandara Matak, sementara ada juga kapal cepat dari Tanjungpinang juga. Namun penerbangan ini tak selalu mulus, cuaca dan kehendak Tuhan selalu menjadi penentu utama keberhasilan pendaratan, demikian cerita mas Bolang beberapa waktu yang lalu.

Beruntung, ketika pulang dari Jepang setahun yang lalu, aku sempat melihat gugus kepulauan ini dari udara. Semakin kuatlah niatku untuk menghampiri. Tapi mimpi tetaplah harus dimimpikan, berdoa supaya kelak terwujud, dituliskan agar mengena di otak, dan dibangun terus harapan-harapannya supaya semesta merestui. Anambas menjadi satu tempat yang terus menerus aku ucapkan dalam hati.

Jadi, tindak tanduk asyik yang akan dilakukan di Anambas adalah:

1. Naik pompong keliling-keliling Pantai Tanjung Momong (foto oleh Yudi ‘kudaliarr’ Febrianda)
Siantan - Tj Momong 14

2. Berenang di laut menikmati semesta bawah air Pulau Penjalin (foto dari wisataanambas.com)
penjalin

3. Mengamati aktivitas anak sekolah di pagi hari di Tarempa (foto dari batamtvnews.com)

tarempa

4. Ikut menari bersama penduduk ketika acara-acara adat di Pulau Jemaja (foto oleh Yudi ‘kudaliarr’ Febrianda)
jemaja

5. Belajar bahasa melayu di Matak (foto oleh nuansabiru.net)
matak nuansabirudotnet

6. Membaca buku bersama anak-anak sekolah di dermaga Pulau Kusik (foto oleh Yudi ‘kudaliarr’ Febrianda)

kusik dermaga

7. Memandang air terjun yang jatuh di Temburun (foto oleh Yudi ‘kudaliarr’ Febrianda)
air terjun tembirun

Ah, pastinya lebih banyak lagi yang akan aku lakukan di Anambas ketika aku ke sana kelak. Lebih lama pasti lebih baik. Yang jelas aku ingin bertemu Eyster Vonny, seorang gadis lokal yang kukenal lewat media sosial, namun banyak memberikan info tentang Anambas ini. Dia mengirimkan foto-foto yang membuatku rindu laut!

IMG-20150813-WA0001

IMG-20150811-WA0039

IMG-20150811-WA0036

IMG-20150811-WA0016

IMG-20150811-WA0015

Pesan Eyster Vonny, semoga transportasi di dan ke Anambas bisa dimajukan, karena banyak yang bilang susah ke sini karena biayanya mahal. Pulau-pulau batas, dikelola dan dijaga dengan baik sebagai citra Indonesia yang indah tiada tara.
Dirgahayu Indonesia ke 70, Jayalah hingga ke pulau-pulau terluarmu!
Posting Bareng Travel Blogger Indonesia dalam rangka HUT RI ke 70, Dream Indonesia, wujudkan impianmu di Indonesia yang indah hingga ujung-ujung negeri.

Karena kita cinta Indonesia, yuk baca tulisan yang lain! Beberapa sih sama destinasinya, tapi dengan sudut pandang berbeda.
1| Indri Juwono – Anambas, Mimpi Indonesiaku
2| Parahita Satiti – Dream Indonesia: Kembali ke Pulau Lombok
3| Rudi Hartoyo – Jelajahi Indonesia, Akankah Ku Lakukan?
4| Sabrina Koeswologito – Give Back for Indonesia
5| Rembulan Indira – Mimpi Indonesia Desa Adat Wae Rebo
6| Rico Sinaga – Ingin ke Misool
7| Edy Masrur – Berbagi Ilmu dan Menimba Kearifan di Wae Rebo
8| Fahmi Anhar – Destinasi Impian Nusantara 
9| Ari Okta Friyanto – Banda Aceh, Impian Dalam Mimpi
10| Hartadi Putro – Banda Neira, Ku Akan Datang
11| Firsta Yunida – A Story from Banda Neira
12| Putri Normalita – Kepulauan Anambas, Surga Tropis di Ujung Negeri
13| Danan Wahyu Sumirat – Mimpi Tentang Anambas
14| Tracy Chong – Papua: A Dream Destination Where I Meet This Inspiring Lady
15| Olive Bendon – Gemu Fa Mi Re untuk Negeriku
16| Leonard Anthony – Di Timur Menyongsong
17| Albert Ghana – Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia
18| Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi
19| Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang
20| Atrasina Adlina – Merawat Pagar Nusantara di Perbatasan 
21| Eka Situmorang Sir – Pantai Impian
22| Indah Purnama – Indonesia Bikin Rindu
23| Karnadi Lim – Kaldera Toba for UNESCO
24| Liza Fathia – Berkisah tentang Sabang di Hari Kemerdekaan
25| Matius Nugroho – 5 Destinasi Impian Indonesia 
26| Titiw Akmar – Pancaran Nasionalisme dalam Taman Nasional Indonesia
27| Ridwan SK – Tobelo Destined To Be Love
28| Dea Sihotang – Tanah Papua, Kamulah My Drea30|m Indonesia
29| Imama Insani – Kapan ke Kakaban?
30| Astin Soekanto – Inginku Boven Digul : Belajar dari Bung Hatta
31| Vika Octavia – Tidak mau mati sebelum..
32| Tekno Bolang – Sebuah Harap Menyapa Korowai

61 thoughts on “anambas, mimpi indonesiaku

  1. Matius Teguh Nugroho says:

    Kyaaaaaa, memang cantik banget! Foto-foto kak Yudi dan kak Eyster langsung membuat mata terpaku😐

    Adik kelasku sudah pernah ke sana, kak. Dan kalau mendengar ceritanya, kayaknya ke Anambas nggak terlalu ribet juga. Budget juga nggak terlalu mahal. Jadi, aku yakin, kita pasti bisa segera ke sana!!! #eh

      • Matius Teguh Nugroho says:

        Dari cerita temenku sih nggak terlalu mahal. Dia naik pesawat ke TJQ, terus lanjut kapal. Cuma mungkin beresiko ya. Mengingat cerita kak Danan yg batal ke Anambas karena cuaca.

        Haha. Beli tiket sekali jalan aja klo gitu😀

  2. Muhammad Akbar says:

    Anambas, saya juga punya teman tugas disana.
    Foto-fotonya kece banget.

    Kalau saya sih, ditanya tentang dream Indonesia.
    Pengen banget ke NTT, explore dari Labuan Bajo sampai Maumere

  3. Gara says:

    Paparan Swarnadwipa memang masih menyimpan banyak permata yang dari atas bagaikan perhiasan dalam kotak kaca, menanti untuk disentuh satu demi satu. Semoga semua sentuhan wisatawan terhadapnya tidak membuatnya kusam dan rusak, melainkan menjadi pemoles agar kilaunya semakin bersinar, seiring ombak yang terus menggebuk pantai :)). Ayooo ke sanaaaaaaa.

  4. rahayuasih says:

    Kedengarannya ngeri kalo udah berhubungan dengan cuaca takut kayak berita yang di tv. Tapi asli bagus lautnya dan pemandangan di sekitarnya. Cari waktu yang cuacanya mendukung kak

  5. Galen Fridge says:

    Pulau Bawah pelancong singgah dulu di Tarempa, ibu kota kabupaten Anambas. Ada dua cara sampai ke Tarempa, jalur pertama dengan pesawat ke bandara Matak lalu melanjutkan pelayaran dua jam.

  6. Vika says:

    Waktu di kantor lama, pernah mau ditugasin kesini, tapi aku gak kepikir sama sekali kalo Anambas itu indah. Waktu itu mikirnya cuma pesawatnya dr batam yg gak tiap hari. Trus keknya jauh banget dan males. Walhasil aku dituker ke daerah yg lebih dekat ke pusat peradaban (lupa kemana).. hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s