Tag Archives: laut

cerita dari batu-batu di pantai kolbano

0-cover-kolbano-kupang

batu-batu ini bercerita sejak kapan mereka berada di sana
bertemu dengan debur-debur laut yang menggelora

batu-batu ini tak tahu, kenapa mereka tetap menjadi batu
bukannya berubah menjadi pasir seperti tepi-tepi yang lain

batu-batu ini merasa kuat, karena laut tak menggerus mereka
bongkah padat endapan karang beribu tahun lalu Continue reading cerita dari batu-batu di pantai kolbano

south lombok : the blue, the pink, the beach

0-cover-south-lombok-gili-sunud

And me? I still believe in paradise. But now at least I know it’s not some place you can look for. Because it’s not where you go. It’s how you feel for a moment in your life when you’re a part of something. And if you find that moment… It lasts forever.
– The Beach [movie 2000]

Kapal bergerak perlahan meninggalkan pelabuhan Tanjung Luar di Lombok Selatan sekitar jam setengah sebelas pagi. Menurut Pak Man yang menyupiri perjalanan ke sini, jika tiba lebih pagi kami bisa melihat kesibukan pasar ikan yang menjual aneka hasil laut yang ditangkap oleh nelayan maupun dibudidayakan oleh petani laut.

Air laut yang berombak perlahan menampar-nampar tepi kapal kayu yang dilengkapi dengan jukung sebagai penyeimbang itu. Aku memperhatikan wajah pengemudinya yang mantap dan yakin mengendalikan kendaranya itu. Jika ia terlihat tenang, maka tak ada alasan untuk takut di laut. Lagipula perairan yang kami lalui cukup tenang tidak banyak goncangan yang berarti di atas kapal kecil yang memuat kami berdua belas yang mengikuti perjalanan Travel Writers Gathering Lombok ini.
Continue reading south lombok : the blue, the pink, the beach

diving mandeh, pesona bahari sumatera barat

0-mandeh-sumatera-barat-cover

Kadang-kadang aku berpikir kenapa aku tidak dilahirkan saja sebagai orang Sumatera Barat. Padahal dulu aku sering sekali dikira orang Minang. Sumpah, tempat ini indah luar biasa. Bisa dibilang di mana pun melangkah selalu indah. Makanya aku cuma berpikir sebentar ketika ditawari oleh adik-adik di KAPA FTUI, klub pencinta alam tempatku menimba ilmu dulu untuk melakukan petualangan lagi di Sumatera Barat, kali ini di bagian selatan.

Ah, karena dulu aku sudah pernah berjalan-jalan ke Padang, Bukittinggi, Payakumbuh dan Batusangkar yang berada di sisi utara ibukota propinsi itu, maka aku tak menampik ajakan adik-adik ini ke Mandeh, yang bisa dicapai tak jauh dari pelabuhan Carocok Tarusan, lebih selatan dari Teluk Bayur dan Bungus. Jadilah aku terdaftar sebagai peserta perjalanan yang di-arrange oleh Widya, gadis aktif dari jurusan Metalurgi ini.  Continue reading diving mandeh, pesona bahari sumatera barat

anambas, mimpi indonesiaku

anambas1

Anambas. Seketika gugus kepulauan itu yang menempel di kepalaku ketika harus menjawab di mana tempat di Indonesia yang paling kepengin didatangi. Pertama kali mendengar nama kepulauan ini dari celotehan Yudi Febrianda ketika kami masih mengobrol-obrol saja dahulu sewaktu ia masih tinggal di tanah Jawa.

“Anambas, yuk!” begitu sering ajaknya. Mulanya aku tidak tahu di manakah itu? Namun nama Anambas terdengar begitu cantik diucapkan, seperti mengingatkan pada pulau kelapa pujaan bangsa sejak dulu kala. Maka aku percaya begitu saja apa kata Yudi, yang sudah kuanggap abang itu, yang menyatakan bahwa Anambas itu cantik. Kan Uda Yudi sudah bepergian ke mana-mana, jadi kalau ada saran bahwa sesuatu pulau itu indah, pasti benar adanya, demikian telanku mentah-mentah.
Continue reading anambas, mimpi indonesiaku

flores flow #13 : tentang laut, kapal, dan hati

1-labuan bajo-harbour

dan orang-orang yang turun dari perahu
membayangkan suatu kerajaan ringkik kuda
di lembah-lembah perbukitan
~ Sapardi Djoko Damono

Berlayar dari Labuan Bajo? Susuri jalan sepanjang tepian laut dan temukan banyak tawaran menggoda dari berbagai agen yang membuka jasanya. Mau kapal phinisi, kapal besar, kapal kecil, tergantung berapa jumlah rekan yang kamu bawa. Ingin berenang, snorkeling, diving, atau hanya berbaring-baring saja di geladak kapal, semua bisa disediakan.

Jalur pelayaran juga beraneka ragam. Jika punya waktu satu hari, bisa ke Pulau Rinca saja atau pulau Komodo saja. Dua hari satu malam, bisa mampir ke kedua pulau habitat kadal raksasa Komodo itu. Tambah satu hari lagi, bisa mampir Pulau Padar yang lengkungannya indah. Titik snorkeling dan diving yang menarik juga akan ditunjukkan oleh pemandu-pemandunya.
Continue reading flores flow #13 : tentang laut, kapal, dan hati

flores flow #6 : dingin bajawa, panas aimere, dan hujan ruteng

DSC_0600

“Aku mau bangun setiap pagi dan melihat anak-anak berangkat sekolah di Flores.”

Niat itu sudah kucetuskan, karena aku akan bangun pagi di tempat-tempat yang berbeda setiap harinya dalam perjalanan keliling pulau ini. Senin pagi di Bajawa, usai menikmati sarapan lezat buatan kak Vita di rumah yang aku tinggali malam itu, aku nongkrong di depan rumah, menunggu tunas-tunas bangsa ini menyongsong hari cerahnya.

Udara Bajawa pagi itu sejuk dan dingin, sebenarnya agak enggan untuk keluar dari selubung jaket. Satu demi satu anak-anak ini lewat, ada yang juga memakai jaket sepertiku, ada yang berseragam putih merah saja, ada yang diantar ibunya, ada yang berombongan dengan teman-temannya. Mereka berjalan kaki ke arah sebelah barat dari rumah kak Vita. Jalanannya mendaki, sehingga mereka tidak berjalan dengan cepat. Continue reading flores flow #6 : dingin bajawa, panas aimere, dan hujan ruteng

kota di kuta

cover

I’m moving
I’m coming
Can you hear, what I hear
It’s calling you my dear
Out of reach
(Take me to my beach)
I can hear it, calling you
I’m coming not drowning
Swimming closer to you
[Pure Shores ~ All Saints]

Siapa di sini yang pernah berfoto di depan Hard Rock Bali yang berlokasi di Kuta? Sebagian anak muda sepertinya pernah melakukannya, pertanda ia sudah sangat eksis liburan di pantai terpopuler di Indonesia ini. Aku? Belum pernah. Hehehe.. Ketika November 2012 kembali ke pantai Kuta bareng Tiwi, sahabatku ini mengancam,”Awas ya, kalau lo minta gue moto-motoin di depan Hard Rock!” Aku tertawa geli,”Ya enggak lah, kan semua orang sudah foto-foto di situ, masa gue ikut-ikutan?”.

Sombong banget jawabanku. Seperti kalau bepergian ke tempat-tempat lain tidak tergiur untuk berfoto di salah satu ikon sculpture-nya. Lalu memamerkannya di social media supaya orang lain tidak tertarik. Lha, ini Kuta! Everybody was here! Hampir semua teman yang suka bepergian pernah mampir di tepi pantai ini. Terus apa istimewanya kalau aku pamer sedang berada di sini?

Pantai Kuta berada di kabupaten Badung, Bali, sangat populer di kalangan turis mancanegara. Dari udara, sebelum mendarat di bandara Ngurah Rai, bisa dilihat garis pantai berpasir putih yang membentang sejauh kira-kira 1500 m. Ke utara, pantai ini terus sampai Legian dan Seminyak, yang masih giat membangun cottage dan hotel di sana sini demi memenuhi kebutuhan turis (bah!).
Continue reading kota di kuta