Mengembangkan Potensi Desa lewat Rural Enterpreneurship Bali Utara 2018

Sejak dulu, setiap kali aku liburan ke desa-desa di berbagai wilayah di Indonesia selalu terpikir, bagaimana jika suatu saat nanti aku tinggal di desa saja dan membuat usaha dari sini. Potensi-potensi alami dari penjuru ini bisa menjadi energi untuk kehidupan yang lebih baik. Pengembangan potensi desa ini tentu seharusnya bisa mengurangi minat orang untuk selalu memenuhi kota besar hingga sesak, dan menimbulkan banyak masalah yang harus diselesaikan. Keguyuban dan ketulusan masyarakat desa mungkin menjadi daya tarik, namun pendekatan terhadap masyarakatnya adalah tantangan tersendiri.

Untuk yang bekerja dan berusaha di kota besar, liburan dan waktu luang jauh dari hiruk pikuknya kota selalu menjadi hal yang diimpi-impikan. Mungkin rasanya tak cukup hanya akhir pekan saja untuk membayar lelahnya kerja selama satu minggu. Jika sudah terus menerus begitu, sering berat bertemu Senin lagi. Jika sudah begitu, muncul pemikiran kenapa tidak berusaha jauh dari kota saja? Dari desa-desa yang banyak tersebar di berbagai wilayah di Indonesia ini.

Perihal gagasan dan bentuk usaha tidak harus mengikuti tren pasar atau selalu mengandalkan teknologi, justru hal-hal sederhana untuk berwirausaha datang dari hal-hal yang dekat, melekat dengan keseharian, dan sumber dayanya melimpah di sekitar. Tidak jarang kesederhanaan yang dikembangkan justru menjadi jalan keluar dari sejumlah persoalan di sekitar.

Rural Enterpreneurship adalah program belajar dari pengusaha-pengusaha yang kebetulan menjalankan gagasannya di desa. Mereka berangkat dari persoalan, memetakan potensi lokal, menggali pengetahuan tradisional dan mengaplikasikan bekal pengalamannya saat merantau ke luar desa. Mereka tinggal, berkarya, dan membangun mimpinya di desa.

Selama tiga hari 20-22 April 2018 materi akan diisi dengan berkualitas dengan mengunjungi satu per satu lokasi wirausaha dan mendengarkan gagasan usaha langsung di tempat usahanya. Tidak hanya duduk mendengarkan pembicara, namun juga studi lapangan langsung dan diskusi dari para ahlinya untuk tahu bagaimana menyerap potensi desa.

Gede Pusaka akan menceritakan Kopi Banyuatis langsung dari pabriknya di Desa Pemaron, sebuah legenda kopi sejak tahun 1800 yang mulai ditanam oleh Jro Dalang Gelgel dan selama empat generasi bertransformasi menjadi produsen kopi yang dikenal akan kualitasnya hingga sekarang.

Nyoman Adi Sancaya akan berbagi tentang wirausaha wisata laut bersama Bahari Prawara di Desa Bondalem yang berkonsep Eco diving dengan menjaga ekosistem dan kehidupan di bawah laut pada perairan desanya.

Nyoman Sarmika di workshop Tenun Bebali Desa Pacung bergerak dalam bidang pertenunan tradisional yang masih menggunakan teknik tradisional dan teknik pewarnaan alami. Misinya melestarikan pengetahuan tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat setempat.

Ketut Sujana yang membuka Warung Pesisi Desa Bukti dengan pengalamannya 11 tahun di kapal pesiar berbagi tetang usahanya memberikan pelayanan berkualitas dan terjaga kebersihannya, sehingga bisa menjadi unggulan di daerahnya.

Serta nikmati workshop kuliner otentik Bali dari Ayu Gayatri langsung dari Pengalaman Rasa Desa Bengkala, sebuah entitas usaha di Rumah Intaran yang bergerak di bidang pangan, dengan bumbu-bumbu asli yang kaya rasa dan pengalaman memasak dengan dapur dan cara tradisional Bali.

Ditutup oleh Ari Sutanti dari British Council Indonesia yang menangani berbagai macam program pembangunan sosial, juga program kewirausahaan pariwisata berbasis masyarakat, juga pendampingan untuk masyarakat dalam mengembangkan kewirausahaan.

Semua acara dikemas dengan tidak hanya belajar saja, namun juga menikmati pesona Bali Utara yang asri dan damai sehingga ilmu yang ditularkan oleh pembicara-pembicara ini dapat mengena bersama dalam satu perjalanan menarik. Meluangkan waktu tiga hari pun akan terasa kaya rasa dengan pengalaman yang berbeda setiap harinya.

Dapatkan harga spesial Rp. 4.000.000,- untuk pengalaman Rural Enterpreneurship Bali Utara selama tiga hari untuk pendaftaran sebelum tanggal 8 April 2018. Jika ketinggalan, masih bisa mendaftar hingga 13 April 2018 dengan harga Rp. 4.500.000,- untuk mengambil ilmu selama tiga hari ini. Untuk kenyamanan, kuota dibatasi hingga 30 orang saja dengan full akomodasi termasuk makan, penginapan dan transportasi di Bali Utara.

Rural Enterpreneurship ini diselenggarakan oleh Rumah Intaran, sebuah studio arsitektur di Bali Utara yang fokus untuk mengasah potensi-potensi lokal baik dari sisi masyarakat, arsitektur, maupun kuliner bekerjasama dengan JCI (Junior Chamber Indonesia) chapter Batavia. Untuk yang memang punya rencana tinggal di desa dan apa yang akan dikerjakan di sana, jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti acara ini.

Jumat, 20 April 2018
Pembukaan: Rumah Intaran
Pabrik Kopi Banyuatis (Gede Pusaka)
Hotel Bali Taman

Sabtu, 21 April 2018
Melihat lumba-lumba di laut Bali Utara
Eco-Dive Bahari Prawara Bondalem (Nyoman Adi Sancaya)
Surya Indigo dan Tenun Bebali (Nyoman Sarmika)
Warung Pesisi & Mojito Villa (Ketut Sujana)

Minggu, 22 April 2018
Pengalaman Rasa (Ayu Gayatri)
Workshop Food Magic
Penutupan: British Council (Ari Susanti)

Hubungi saya Indri Juwono di 08129218804 atau Meina Marintan (Intan) untuk pendaftaran di 085701804296 untuk mendapatkan tempat belajar di Rural Enterpreneurship edisi Bali Utara ini. Dapatkan pengalaman bermanfaat untuk membangun masa depan Indonesia dari desa-desa.

Advertisements

5 thoughts on “Mengembangkan Potensi Desa lewat Rural Enterpreneurship Bali Utara 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s