
“The only way of catching a train I have ever discovered is to miss the train before.”
― G.K. Chesterton
Kalau mendaki bukti sambil jalan kaki sudah banyak yang coba, namun naik kereta Funicular, bagaimana istimewanya sih?
Penang Hill ini adalah salah satu titik tujuan wisata di Pulau Pinang, yang di sini bisa menikmati pemandangan pulau yang indah dari ketinggian. Yang istimewa, kita bisa naik gerbong Funicular Train.
Apa itu funicular? Funicular adalah suatu jenis sistem kereta api kabel yang bergerak di sepanjang jalur rel kereta api yang terletak di tanah berkontur curam. Sistem transportasi ini mempunyai ciri khas berupa adanya dua gerbong atau kereta yang dengan seimbang dipasang secara permanen pada ujung yang berlawanan di jalur pengangkatan.
Dua gerbong kereta tersebut kemudian yang dihubungkan dengan alat berupa katrol di ujung atas lintasan. Dengan adanya konfigurasi khas tersebut, kedua gerbong akan bergerak dengan serempak. Saat satu gerbong naik, gerbong lain akan turun dengan kecepatan yang sama. Detailnya bisa dibaca di sini .

Karena menaiki bukit ini curam, maka funicular train ini menjadi pilihan sistem transportasi yang menghubungkan area bawah hingga puncak bukit tempat berbagai titik pandang berada. Masih ingat dengan Kereta gantung di Genting yang juga menaiki bukit? Kalau kereta gantung jalurnya dengan kabel, funicular train ini tetap berjalan di rel khusus yang menjaga jalurnya.
Dengan satu gerbong sekali berangkat, maka cukup ramai dan berdesakan. Padahal kami ke sana bukan hari libur lho. Terdapat platform berundak untuk mengantisipasi penumpang yang naik di kereta yang miring ini. Tentu saja di dalamnya berundak juga, tidak ikut miring.


Kereta ini tidak lambat juga, terasa lumayan cepat karena pohon terlihat berlarian di luar. Di kiri kanan memang hutan dengan pohon-pohon tidak terlalu rapat sehingga bisa melihat pemandangan di sela-selanya.
Kira-kira 20 menit kereta sudah sampai di stasiun atas dan penumpang berhamburan turun. Kami berjalan pada jalur-jalur kanopi yang rasanya melayang di atas tanah di bawah naungan pohon-pohon besar.



Tidak terlalu banyak bangunan di sini, hanya ada satu resto cafe dan menara pandang di ujung yang cukup ramai pengunjungnya. Paduan antara tangga dan ramp menjadi pilihan sebagai laluan antar bangunan. Namun jembatan kanopi yang menghubungkan antar titik di bawah pepohonan besar menjadi menarik.



Dari atas, kami bisa melihat pemandangan Pulau Pinang ke arah Timur hingga ferry penyeberangan ke Butterworth dan daratan Semenanjung Malaka. Apalagi di siang hari cerah begitu, jelas sekali yang dilihat sampai jauh.





Tapi karena keterbatasan waktu (dan yang mau dilihat juga sudah habis), jadi kami memutuskan turun naik kereta lagi. Asyiknya, kali ini dapat bagian depan, yang mana dapat pemandangan langsung, dan rada ngeri juga sih. Kan, curamnya 30-45 derajat!
Perjalanan cukup stabil dan kami lihat beberapa titik penghentian di mana terdapat stasiun-stasiun kecil yang mengangkut orang yang mungkin mengurungkan niatnya untuk turun berjalan kaki. Dengan kecepatan yang stabil kereta ini turun melalui kumpulan hutan hujan tropis yang menjadi ciri khas perbukitan Asia Tenggara ini.
So, anyone want to try this Funicular Train?
(Trip 2016, before I took magister school and rarely writing again. But as a pensieve, here we start..)
seseru itu naik funicular train di Penang Hill. Kunjungan kedua ke Penang, aku nggak kesini lagi, mungkin karena waktuku di Penang juga gak lama, jadi memilih destinasi lain
thanks yaa sudah baca. aku baru bulan lalu ke Penang lagi dan naik funicular train lagii.