[ANTARA] untuk lombok

“Expose yourself to your deepest fear; after that, fear has no power, and the fear of freedom shrinks and vanishes. You are free.” 
― Jim Morrison

Sudah keenam kalinya aku menginjakkan kaki di bumi Mandalika ini, yang hampir semuanya dalam rangka jalan-jalan dengan gembira. Namun baru kali ini aku datang dengan getir, karena sekarang di sepanjang perjalanan tampak sepi. Jalanan pantai Senggigi yang biasanya ramai terlihat lengang, dan sesekali terlihat tenda terpal muncul di antara hamparan padang-padang. Terus menuju utara, reruntuhan pun menjadi pemandangan yang jamak di kiri dan kanan jalan.

Senggigi tetap menyajikan pesona senja yang luar biasa di bulan September dengan pemandangan Gunung Agung di seberang lautan yang bisa dinikmati dengan mata telanjang, berpadu dengan jingga dari bola matahari yang perlahan-lahan menghilang ditelan petang. Disambung dengan lembayung yang memenuhi udara menemani perjalanan terus ke Lombok Utara, memberi pesan bahwa waktu matahari tadi, masih menjadi pesona Lombok yang akan mengembalikannya sebagai pariwisata unggulan. Continue reading

Advertisements

lombok dan kenangan-kenangan yang mengikuti

“And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.”

― Paulo Coelho, The Alchemist

Aku pertama kali ke Lombok tahun 2005 atas rekomendasi seorang teman yang bermukim di Bali. Katanya, Bali sudah terlalu biasa dan ramai sehingga aku harus mencoba pulau lain. Walaupun sempat menemuinya di Pulau Dewata itu, aku terbang ke Lombok dari Denpasar dengan pesawat Merpati berbaling-baling yang terbang rendah dalam waktu kurang dari satu jam hingga mendarat di Bandara Selaparang. Dari sini kami dijemput supir dan menginap di daerah Senggigi yang jaraknya cukup dekat.

Seingatku, kami berjalan-jalan ke Desa Sade hingga Pantai Kuta yang waktu itu diceritakan oleh atasanku sebagai pantai yang indah dan cantik dengan keistimewaannya adalah pasirnya dengan bulir-bulir sebesar merica. Sayangnya karena saat itu tiba di Pantai Kuta pada tengah hari, jadi rasanya begitu panas dan enggan untuk bermain di pasirnya. Continue reading