Tag Archives: hotel di bandung

trizara: piknik kaya rasa

Lembang adalah salah satu tempat favoritku di Bandung. Sejak aku SD hingga beberapa tahun yang lalu, aku selalu ke Lembang dengan keluarga, menikmati udara dinginnya yang menggigit kulit. Sayangnya bukan cuma aku yang tahu bahwa Lembang itu indah, sehingga makin banyak orang yang menuju ke sana dan mengakibatkan akses menujunya menjadi padat dan macet.

Karena itu, sepertinya memang untuk liburan di Lembang tak cukup satu hari. Makanya ketika dapat tawaran untuk menginap di Trizara Resorts di Lembang selama 3 hari 2 malam, aku langsung mengiyakan. Apalagi bersama teman-teman travel blogger yang lain, pasti bakal banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sana bersama-sama, dibanding hanya liburan sendiri saja.

Perjalanan dari Jakarta ke Lembang sekitar 3 jam lebih, melalui jalan tol Cikampek, jalan tol Cipularang hingga keluar di pintu tol Pasteur. Bis yang membawa kami melaju terus di Jl Pasteur untuk berbelok di depan RS Hasan Sadikin, melewati Mal Paris van Java, terus ke atas bertemu Jl Cipaganti dan Jl Setiabudi, lewat depan terminal Ledeng dan UPI, lalu terus menanjak ke atas melalui jalan berkelak-kelok. Penasaran juga di mana sebenarnya Trizara ini berada, ternyata tepat sebelum gerbang selamat datang Lembang, bis berbelok ke kiri arah Cihanjuang. Sempat berhenti di depan restoran tahu, penumpang berganti dari bis ke angkot untuk masuk ke jalur menanjak yang menantang, dan akhirnya tiba di gerbang Trizara. Continue reading trizara: piknik kaya rasa

ivory by ayola hotel, menangkup rindu pada bandung

IVORY-AYOLA


Katanya, Bandung itu tempat melabuhkan rindu.

Kota ini selalu memberikan aura kangen yang begitu kental, pada jalan-jalan di bawah pohon, udara sejuk berhembus, tukang somay hokkie dan es krim durian di trotoar, senyum manis mojang priangan dari sudut-sudut toko, kafe-kafe kopi yang hangat, percakapan santai di taman berteman bajigur, celoteh sunda yang penuh canda, hingga teriakan aceh merdeka dari dalam angkot.

Dan pusat seputaran rindu itu adalah poros Dago-Merdeka-Riau-Supratman, pusat kota yang menjadi riuh oleh penduduk asli maupun pendatang, pusat kemacetan di kala akhir pekan, namun juga tempat strategis menghabiskan kenangan, terlingkungi oleh kanopi-kanopi pohon yang romantis, seakan memanggil-manggil untuk pulang. Continue reading ivory by ayola hotel, menangkup rindu pada bandung