pakai helm tidak berarti aman

Miris hati mendengar kabar bahwa salah satu adik kelas mengalami kecelakaan di proyek. Seketika teringat pengalaman dalam tiga tahun terakhir, ketika masih sering meninjau proyek, di mana posisi sebagai supervisor dari kantor seharusnya dalam kondisi aman untuk meninjau proyek.

Setiap saya masuk ke proyek, saya dipinjami helm yang kadang hanya menempel saja di kepala, tidak fit benar untuk ukuran kepala yang mungil ini. Terkadang pin-pin pengunci di bagian belakang yang bisa dikunci sesuai ukuran kepala sudah pada ambrol sehingga tidak bisa terkunci dengan benar. Saat berjalan sering merasa was-was, apa iya benda yang hanya menempel di kepala ini bisa melindungi dengan maksimal? Saya hampir sangat yakin, helm ini hanya melindungi dari percikan kerikil, atau percikan bunga api dari alat las baja supaya tidak kena rambut. Selebihnya? Saya membayangkan kalau salah satu besi L 60 mm saja (belum baja profil I 200 mm lho) jatuh di atas helm saya, pasti helm yang posisinya tidak stabil itu akan terlepas. Helm proyek hanya punya keamanan di pin-pin belakang itu, karena ia pun tidak ada tali pengikat dagu seperti halnya helm motor. Kekhawatiran ini tidak hanya pada jalan mendatar. Ketika menaiki tangga proyek yang biasanya dibuat kontraktor di atas stager, tangan kanan saya sibuk mencengkeram helm yang oleng supaya tidak terjatuh, sementara tangan kiri saya memegang bracing silangan pengaku stager itu. Menurut saya sih ini tindakan yang tidak aman. Seharusnya helm itu terpasang erat sehingga tangan bebas untuk memegang dan menstabilkan badan. Apalagi, supervisor seperti kami, sering juga membawa gambar, buku catatan, kamera,untuk bahan supervisi lapangan.

Melihat para pekerja-pekerja proyek yang memakai helm juga sepertinya asal saja, padahal mereka setiap hari berada dalam proyek, saya jadi bertanya-tanya, dimana kontrol safety engineer dalam keselamatan pekerja mereka juga? Apakah karena sudah semata-mata mengibarkan bendera Jamsostek lalu berarti keselamatan sudah terjamin? Menurut dokumen tender yang biasa dikeluarkan kantor kami, seharusnya kontraktor menyediakan safety engineer dalam proyek untuk memantau kesehatan dan keselamatan kerja. Karena area proyek itu adalah tanggung jawab kontraktor, termasuk keselamatan semua orang yang keluar masuk area.

Melihat keadaan safety proyek yang ala kadarnya ini, maka lebih baik arsitek supervisor memiliki helm sendiri, yang dipakai kalau dia dapat tugas kunjungan lokasi (site visit) dari kantor. Lebih baik lagi kalau dilengkapi dengan safety shoes untuk melindungi kaki dari benturan. Dan kontraktor, harus sangat memperhatikan keselamatan kerja orang-orang di lokasi proyek, dengan memasang tanda-tanda yang sudah distandarkan dengan ISO 18000 tentang kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

tanah abang-palmerah. 13. april. 2011.

Advertisements