radiobuku : rendez-vous

cover

Lewat radio aku sampaikan | Kerinduan yang lama terpendam
Terus mencari biar musim berganti | Radio cerahkan hidupnya
Jika hingga nanti ku tak bisa
Menemukan hatinya
Menemukan hatinya
Menemukan hatinya lagi
~ Sheila on 7

Ada satu tempat yang selama ini aku dengar dengan membaca. Bagaimana bisa? Radiobuku dengan akun twitter @radiobuku sejak tahun lalu mengudara dengan streaming lewat http://www.radiobuku.com, juga bisa didengar liputannya lewat berita di twitter. Kegilaanku akan membaca buku menjadi marak dengan berita yang berkaitan dengan buku, termasuk tentang pengarang dan sejarah. Tak jarang di siang hari diperdengarkan pidato Bung Karno yang membakar semangat.

Dengan beberapa komunitas yang aku ikuti dan ingin aku temui juga di Jogjakarta, maka aku memutuskan untuk ketemu dengan mereka di radiobuku, yang bermarkas di Indonesia Boekoe Jl Patehan Wetan Alun-alun Kidul Keraton Jogjakarta. Bersama seluruh rombongan usai dari Perayaan Waisyak sehari sebelumnya, kami berenam menuju lokasi yang berada di bawah pohon rindang itu. Kami semobil berlima, Aku, Astin, Pra , Felicia dan Endah, sementara Sansan menunjukkan jalan dengan naik motor.
Continue reading

Advertisements

catatan waisyak dari tepi-tepi candi

foto9

Light is more important than the lantern,
The poem more important than the notebook
― Nizar Qabbani

Tahun ini memutuskan melihat Perayaan Tri Suci Waisyak 2555 BE.

Kenapa? Karena ada teman yang mengajak. Sebenarnya ini bukan trip budaya yang direncanakan, namun kok banyak peminat ya? Gara-gara membaca twit Wenny Gustamola dari Bandung yang dapat tiket pesawat murah ke Jogja, lalu terpikir mengunjungi candi terbesar di Jawa Tengah itu. Ditambah Endah Tri Utami, teman kuliahku dari Jakarta yang pengen sekali menyaksikan prosesi ini, dan my best travelmate Felicia Lasmana dari Bogor juga ikut, maka kuputuskan untuk mengatur perjalanan ini.

Sialnya, tiket kereta ke Yogyakarta ternyata mahal sekali. Masa untuk kereta ekonomi tiketnya mencapai lebih dari Rp. 200.000. Bukan aku tak mampu membayar, tapi rasanya nggak pantas saja harga yang harus dibayarkan ini. Jadi aku berputar haluan ke Semarang, dan didapat tiket kereta bisnis seharga Rp. 155.000. Segera kuhubungi temanku Astin Soekanto yang ternyata menyambut baik ajakan ini bahkan bersedia menjemput di Stasiun Semarang Tawang bareng dengan Pra Vlatonovic.
Continue reading