perempuan sukuh

“Sik, Mbak. Sampeyan ning candi Sukuh? Lha kuwi lak candine saru to, Mbak?”

Begitu tanggapan seorang kawan ketika kuceritakan salah satu tempat yang kukunjungi ketika berada di Solo. Aku agak tergelak, karena persepsi ‘saru’ antar masing-masing orang pasti berbeda. Candi Sukuh memang terkenal karena banyak menampilkan sisi sektualitas manusia untuk keberlanjutan kehidupan di dunia. Manusia yang akan menurunkan generasi-generasinya namun tetap harus berperan sebagai punggawa buana.

Candi Sukuh berada di kaki gunung Lawu dan bisa ditempuh dalam dua jam perjalanan (naik motor) dari kota Solo. Jika berangkat pada jam enam pagi, cukup kiranya tiba jam delapan sehingga udara masih terasa sejuk dan matahari belum terik. Pemandangan khas pegunungan yang meliuk-liuk hingga tinggi menemani sampai kaki candi yang berada di desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar ini. Jika kebetulan menginap di sekitar sini, bisa menikmati sunrisenya dari belakang candi yang perlahan-lahan naik menyinari bagian badan candinya. Continue reading

Advertisements