solo traveling at cirebon : bersendiri di kota udang

Menurut aku, salah satu kota yang asyik untuk solo traveling itu adalah Cirebon. Kenapa demikian? Pertama karena aku lahir di sana, namun tidak pernah tinggal di situ sehingga setiap tahun selalu mampir untuk berkunjung pada kerabat. Masalahnya, dari seluruh sepupu-sepupu yang sebaya itu, tak satu pun yang tertarik untuk mengamati peninggalan budaya yang tersebar di berbagai… Read More solo traveling at cirebon : bersendiri di kota udang

Koran Tempo : Menyusuri Jejak Budaya Lasem

Minggu pagi itu, sambil memandangi pegunungan Gede Pangrango dan pegunungan Salak dari sudut-sudut hotel 101 Suryakancana Bogor, aku membaca Koran Tempo sambil menyesap teh hangat sesudah berenang pagi, dan menemukan salah satu artikelku tentang Lasem, dimuat di harian ini. Sudah dua minggu berlalu, sekarang aku akan berbagi yang aku ceritakan tentang Lasem. Sejarah terulur begitu… Read More Koran Tempo : Menyusuri Jejak Budaya Lasem

9 trik (tidak) tersesat di Lasem

“Sudah sampai mana?” “Baru lepas Terboyo 5 menit yang lalu.” Jam 6 pagi itu, ketika matahari baru beranjak naik ke angkasa, bersama dengan orang-orang berangkat bekerja, dan anak-anak belasan tahun berangkat ke sekolah, alih-alih kembali ke Jakarta, aku malah melanjutkan akhir pekan di Semarang dengan melanjutkan perjalanan ke jalur Pantura Jawa Tengah. Ghana menjemputku jam… Read More 9 trik (tidak) tersesat di Lasem

candi gedong songo : menapaki jalan batu bersusun pagi hari

salamku matahari, wangi pohon, dedaunan, kupu-kupu menari, embun di pucuk-pucuk rerumputan. ikutlah bersama dan menyapa batu-batu, cukup kuatkan kakimu. Jam ponselku menunjukkan pukul enam pagi ketika kami tiba di pelataran kompleks candi Gedong Songo. Sesudah berada dalam mobil selama hampir satu jam, angin pegunungan berhembus menggigit tulang seketika pintu terbuka. “Wah, tukang karcisnya belum buka.… Read More candi gedong songo : menapaki jalan batu bersusun pagi hari