Tag Archives: jakarta

IJSW 2017: memperkenalkan ‘jakarta’

ijsw-architecture-ui-city-jakarta-0-cover

Liburan kali ini mendadak harus kembali ke kampus sesudah ada pemberitahuan seru, International Joint Eco City Workshop & Studio, yang diselenggarakan bareng dengan Cardiff University dari Inggris dan Florida University dari Amerika. Jadi beberapa mahasiswa dari dua perguruan tinggi ini bergabung dengan Universitas Indonesia di Departemen Arsitektur FTUI untuk bersama-sama melakukan workshop tentang lingkungan di Indonesia, khususnya Jakarta, Depok dan sekitarnya. Kota ini memang banyak menyimpan kejutan-kejutan di balik pembangunannya yang pesat dan seolah tak kenal henti. Sebagai ibukota negara dengan penduduknya yang amat padat, ada berbagai hal yang perlu dibangun untuk menuju kota yang berkelanjutan. Continue reading IJSW 2017: memperkenalkan ‘jakarta’

warna-warni jalur transportasi jakarta

transportasi-jakarta-jalan-raya

“Nih, tanya Teh In saja..” seorang teman menyorongkan ponselnya padaku untuk membantu temannya di ujung sana yang bertanya bagaimana mendapatkan bus tujuan Bekasi dari Jakarta Convention Center. Aku menjelaskan dengan memintanya keluar JCC ke arah kiri hingga jalan raya depan tol dalam kota, naik naik Tranjakarta arah Cawang, turun di depan Plaza Semanggi hingga tepi jalannya dan menunggu bis Mayasari Bakti tujuan Bekasi di situ. Bukan sekali dua kali aku membantu teman-teman yang naik kendaraan umum dari mana ke mana di Jakarta. Bahkan seorang teman lain yang pemerhati kota berseloroh,”Mungkin teknologi aplikasi yang yang cocok untuk masyarakat sekarang adalah teknologi ngobrol-ngobrol. Ngobrol sama kamu, In. Kamu itu apps-nya.”

Aku pengguna transportasi umum secara aktif. Sejak lulus kuliah dan harus bekerja di Jakarta, aku harus menggunakan transportasi umum sebagai sarana bepergian setiap hari. Alasannya simpel, menghemat waktu, malas menyetir dalam waktu agak lama, dan macet. Mobil pribadi hanya aku gunakan di akhir pekan saja, itu pun tidak selalu. Naik kendaraan umum juga membuatku pengeluaran lebih hemat. Kan, lebih baik dananya dialihkan untuk ditabung dan piknik-piknik ke luar kota, daripada terbakar sia-sia di jalan setiap hari. Dan pastinya mengurangi penggunaan bahan bakar karbon emisi gas buang yang ke udara, juga mereduksi dosa terhadap bumi. Makanya, KRL dan bis menjadi sangat umum bagiku yang malas menyetir dan tidak mampu bayar supir pribadi ini. Continue reading warna-warni jalur transportasi jakarta

ke mana air ciliwung mengalir?

jakarta-river-ciliwung-aryaduta

Sungai menjadi jalan pulangnya ke rumah tak berwadak, tapi ia selalu tahu di mana harus mengetuk pintu
― Dee, Supernova: Akar

Setiap musim hujan dan air mulai menggenangi Jakarta, ada tiga tempat yang selalu dipantengi status airnya oleh warga Jakatra. Pertama adalah Bendungan Katulampa di Bogor, Pintu Air Ratujaya Depok, dan Pintu Air Manggarai. Ketiga tempat itu dialiri oleh Sungai Ciliwung, yang bermata air di Gunung Gede. Ketinggian muka air di tempat-tempat itu selalu menjadi informasi siaga banjir di Jakarta. Jika tinggi muka air di Bendungan Katulampa sudah tinggi, siap-siaplah yang berada di hilir untuk menerima limpahan air dengan debit tinggi walaupun volume sungai di Jakarta tidak memenuhi. Akibatnya air meluap dan terjadilah banjir langganan di beberapa titik.

Kemudian musim hujan menjadi akrab dengan terminologi ‘banjir kiriman’. Kabupaten Bogor menjadi kambing hitam sebagai titik hulu sungai yang bercurah hujan tinggi, dan mengalirkan air dalam jumlah besar dalam satu musim dan membanjiri Jakarta. Pembangunan-pembangunan di kawasan Bogor, Puncak, Cianjur, atau dikenal sebagai Bopunjur dituding menjadi biang keladi kurangnya penyerapan air ke dalam tanah. Air yang seharusnya ditampung oleh akar-akar pepohonan tidak menemukan peresapnya dan berlalu saja ke sungai, dan menaikkan debit air di aliran sungai.

Lalu siapa yang harus disalahkan?
Pengembang? Pemerintah? Arsitek?
Tentu, pelaku konstruksilah yang paling sering dimintai tanggung jawab.

Continue reading ke mana air ciliwung mengalir?