Tag Archives: maluku

dua senja langit tobelo

“What a grand thing, to be loved! What a grander thing still, to love!” 
― Victor Hugo

Pernahkah bepergian hanya mengandalkan kejutan tanpa ekspektasi, karena rencana yang mendadak saja terjadi atas dorongan orang-orang baik yang ada di sekitar. Tiba-tiba saja rasanya berada di dalam mobil travel menuju Tobelo, dengan tujuan rumah tinggal keluarga ibu Heni dan Indah, sebagai tempat transit sementara sebelum kembali menyeberang, tanpa tahu bagaimana cara kembali ke Ternate lagi.

Mungkin benar ada jika ada yang berkata bahwa Tobelo itu adalah to-be-loved, karena sudut-sudutnya yang indah mengundang untuk bercengkrama sembari menunggu kapal yang berangkat esok hari. Banyak cerita yang terungkap ketika tiba, tentang masa lalu yang tak semua orang tahu. Continue reading dua senja langit tobelo

Harum Pala Banda yang menguar hingga Eropa [review film Banda: The Dark Forgotten Trail]


Beta pattiradjawane, menjaga hutan pala.
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama.
[Cerita buat Dien Tamaela-Chairil Anwar]

Aku pertama kali mendengar nama Banda mungkin ketika SD atau SMP di tengah buku-buku pelajaran sejarah yang harus dilahap ketika itu, sebagai salah satu pulau di kawasan Maluku. Tapi tidak pernah terbersit untuk mempelajarinya lebih jauh, hanya mendengarnya sebagai salah satu penghasil rempah-rempah yang menjadi awal kolonialisme di Indonesia. Namun kepulauan Maluku memang memiliki daya tarik yang kuat untuk membaui harumnya rempah-rempah yang lebih berharga dari emas, sampai-sampai aku sempat melakukan perjalanan ke Ternate dan Tidore untuk melihat jejak-jejak kolonialialisasi. Karena belum sempat ke Banda, maka ajakan ILUNI UI untuk menonton bareng film BANDA: The Dark Forgotten Trail karya sutradara Jay Subyakto pantang kulewatkan.

Continue reading Harum Pala Banda yang menguar hingga Eropa [review film Banda: The Dark Forgotten Trail]