transportasi ‘khusus’ wanita

di dalam gerbong

Hampir sebulan yang lalu, PT Jakarta Commuter meluncurkan layanan baru mereka, Gerbong Khusus Wanita. Setiap rangkaian KRL AC, di ujung-ujung rangkaiannya dikhususkan untuk penumpang wanita.

Pada hari-hari pertama beroperasi, banyak kaum adam yang masa bodoh dengan pengkhususan ini, dan memaksakan masuk ke gerbong khusus dengan alasan yang bermacam-macam. Terkadang pria-pria ini pindah gerbong kalau ditegur. Ada juga yang ‘tambeng’ dan tetap saja berdiri di antara 80-an wanita di sekitarnya, walaupun sudah diteriaki sindiran-sindiran nyinyir (ah, mulut wanita!).

Lama kelamaan, jenis pria yang bodoh bisa membaca namun tidak paham ini pun berkurang, karena ada petugas di dalam yang siap mengusir penumpang pria yang ikut. Rupanya, selain persuasif lewat tulisan dan seruan pengeras suara, masih perlu sosok untuk bertindak langsung. Hmm, begitu sulitkah bangsa kita ditertibkan tanpa penertiban fisik?

Hal yang mirip terjadi di jalur Transjakarta. Seiring dengan maraknya pelecehan seksual di dalam bis transjakarta, di halte-halte alumunium itu dipasang jalur antrian yang ditempel dengan selembar kertas, di kiri laki-laki, di kanan wanita. Namun lagi-lagi hal ini tidak berlaku sama sekali. Yang mengantri, siapa kuat ia dapat maju, apalagi di halte-halte padat seperti Dukuh Atas.

Apakah di halte-halte kecil lebih bisa ditertibkan? Ternyata sama saja, tempelan tulisan itu lebih seperti hiasan tanpa makna, tanpa penetrasi petugas untuk mengarahkan, hampir sulit untuk mengarahkan pemisahan antrian berdasarkan gender dengan kesadaran sendiri dari pembacanya. Mungkin juga karena ruang halte yang berbentuk memanjang dengan bukaan samping, jadi menyulitkan antrian.

Sebenarnya, apa alasan dari penyedia jasa transportasi untuk menyediakan layanan ‘khusus’ ini?

Kalau dilihat apa yang terjadi di kendaraan umum, mungkin yang paling ditakuti adalah terjadinya pelecehan seksual di dalam kereta. Tindak kejahatan lain, jambret, copet, dan sejenisnya mengancam baik kaum adam maupun kaum hawa. Beberapa teman kuliah saya, perempuan pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan ini di KRL. Meskipun ditegur, pelaku tetap saja tidak merasa bersalah.

Jaman sekarang, dimana kaum perempuan juga banyak beraktivitas di luar rumah, dan potensi kejahatan terhadap mereka pun meningkat. Memang, perempuan butuh dilindungi, tapi ada ketakutan bahwa pengkhususan ini malah memperlihatkan bahwa perempuan itu lemah dan butuh dilindungi. Bisa-bisa ada sindiran dari laki-laki, bahwa perempuan yang minta emansipasi dan disetarakan, tapi koq tidak bisa melindungi diri, masih butuh pengkhususan begini.

Pelecehan seksual dalam kendaraan umum, sejauh ini yang saya dengar, hanya dialami perempuan, hampir tidak ada laki-laki yang melaporkannya. Karena itu, penyedia layanan transportasi menyediakan ‘pengkhususan’ baik jalur maupun ruangnya.

Tentunya yang diharapkan bukannya hanya dengan adanya pemisahan ini maka pelecehan akan berkurang drastis. Seharusnya sanksi bagi pelaku pelecehan yang diterapkan dengan maksimal, tidak hanya dengan hanya disoraki atau dipelototi, tapi juga tindakan hukumnya yang jelas, sehingga membuat jera. Sehingga perempuan tidak harus hidup dalam bubble perlindungan semu seperti ini.

depok, 12.09.10

Advertisements

6 thoughts on “transportasi ‘khusus’ wanita

  1. Lina says:

    Saya completely setuju. Kan laki2 juga ada yang jadi korban copet, yang juga dilecehkan. Jadi sebenarnya haknya sama. Walaupun saya perempuan, saya melihat perlakuan khusus ini semakin memperkuat kecurigaan bahwa keputusan untuk melakukan hal ini termasuk salah satu act of conduct yang juga berbau patriarkis. Setuju nggak Mas?

  2. indrijuwono says:

    mbak Linaa, saya jangan dipanggil mas.. 😀 kan saya bisa masuk gerbong khusus ini tanpa diusir.. 😀
    pengkhususan sih oke aja, emang jadi lebih nyaman sih, nggak risih. tapi yah kasus pelecehannya itu yang harus ditanggapi secara serius. kalau seandainya hukum buat kasus ini berjalan baik, pasti walaupun gerbongnya campur akan ada perasaan aman.
    kalo suka jowal jawil itu kan dari penumpang ekonomi ampe pejabat juga kalee..

  3. Lina says:

    Hahahaa.. rupanya kita sedang sama2 online pagi ini. Saya suka tulisanmu. Good kamu juga ikut berlomba. Seneng nih saya, ketemu temen blogger yang jago menulis. Saya sebenarnya blogger tanggung, hehehe.. Sudah ngeblog sejak beberapa tahun lalu, tapi malas mengolah blog, baru belakangan saja jadi lebih semangat.

  4. indrijuwono says:

    ah, saya juga baru belajar.. ini blog ke dua saya soalnya yang pertama isinya kebanyakan curhat, hehehe..
    jadi saya bikin blog baru yang lebih seriouusaa.. karena ada banyak hal yang bisa dinikmati dari pulang pergi depok jakarta..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s