yang mahal dari arsitek

Klien itu mesti diedukasi, ya. Yang mahal dari arsitek itu idenya, bukan jumlah lembar kertasnya.

Jadi arsitek, katanya, nggak bisa bikin kaya. Sudah kuliahnya susah, biayanya mahal untuk bikin maket segala macam, pas lulus, gajinya secukupnya saja. Apalagi kalau dapat di konsultan kecil, harus mengerjakan urusan dari sketsa sampai nge-draft mesti dilakukan sendiri. Terus, kenapa mau jadi arsitek?

Buat perusahaan sendiri nggak kalah susah. Walaupun modalnya cuma kertas dan pensil (dan kepala penuh ide), kemampuan komunikasi dan negosiasi sangat penting. Kalau tidak, akan terjebak dalam pola melacurkan diri yang penting dapat uang, mau mengerjakan banyak pekerjaan dengan sedikit honor. Ah, arsitek, hargai dong jerih payahmu sendiri, ketahuilah berapa kamu harus dibayar untuk jasamu. Kemampuan kita adalah menyusun puzzle ruang yang dibutuhkan klien untuk fungsi yang ia perlukan. Analisis-analisis dan pertimbangan penting untuk menentukan posisi suatu ruang.

Jadi, buat dirimu merasa berharga. Jangan sama dengan biro-biro jasa yang asal gambar begitu saja. Kalau memang harus dibayar lebih, ya minta. Tolak yang menawar terlalu rendah. Rejeki memang nggak kemana. Orang akan sadar dengan kualitas. Dan yang mahal adalah kualitas IDE dan kemampuan ANALISIS. Lalu SINTESIS, pemecahan masalah atas masalah-masalah ruang yang terjadi. Bukan cuma sekedar gambar berlembar-lembar dengan kemiripan industrial.

Proses mendesain dengan komunikasi yang baik dengan klien sangat mempermudah ketika tahapan gambar kerja. Menggambar itu gampang. Namun mengetahui apa yang mau digambar, dan kenapa garis-garis itu harus ada di sana itu lebih penting. Dengan pengertian, menggambar akan cepat dan efisien. Drafter yang dimintai tolong menggambar akan mudah bekerja kalau IDE gambarnya lebih jelas. Dan di kepala arsitek ide itu bekerja.

Sebenarnya, kita sendirilah yang menentukan berapa kita layak dibayar. Bahkan kalau kita mau, gratis pun tak apa. Pernah aku bilang ke klien (yang menawar habis-habisan), “Saya mendesain gratis kalau saya mau. Tapi ini harga saya, dengan hasil kerja seperti yang saya jelaskan. Yang mahal itu idenya, bukan gambarnya. Kalau memang anda membandingkan dengan arsitek-arsitek 10000/m2 di iklan baris, silakan saja. Saya nggak bisa bersaing di sini.”

Di kemudian hari, memang akhirnya kita deal dengan harga tertentu. Namun ketika ia mengurus IMB lewat jasa calo, ternyata apa yang ia bayarkan lebih besar dari yang ia bayar padaku. Padahal mengurus IMB nggak pakai ide. Sakit hati!

beranda envirotec. 29. februari. 2012. kabisat.

foto dari : http://freshome.com/

Advertisements

3 thoughts on “yang mahal dari arsitek

  1. Dydo says:

    itulah dunia sekarang, orang – orang opurtunislah yang selalu beruntung,.
    Terkadang tidak cukup dengan ilmu dan pengetahuan harus disertai dengan bumbu dan trik picik para politisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s