a temporary life in singapore

145

I do not think that when in a hotel you have to feel “at home”, on the contrary, you have to get the feeling that you are definitely elsewhere…
― Aurelio Vazquez Duran

Grand Mercure Roxy Hotel yang berdiri tahun 1999 ini menjadi tempat tinggalku selama di Singapura bersama trip dari Skyscanner. Dinding luarnya dari cat tekstur warna merah keunguan berpadu dengan krem dan deretan jendela, menjadi bentuk yang cukup umum dan khas di tahun pembangunannya itu. Sesuatu yang dikatakan post modern di masa itu. Namun demikian, suasananya di tengah pemukiman menjadikannya nyaman dan hangat dengan pergerakan yang tenang, bukan arus lalu lalang yang terlampau cepat. Pepohonan rindang menaungi sekitarnya, sehingga di luar hotel pun merasa sejuk.

Dari bandara aku dijemput dengan shuttle bus khusus untuk hotel ini, ke lokasi yang terletak di East Coast Singapore. Aku memasuki lobbynya yang lumayan besar dan luas. Terdapat dua komputer Apple di sudut untuk keperluan tamu selama menunggu. Resepsionisnya yang ramah akan melayani di belakang konter panjang berlapis HPL dengan urat kayu. Satu kafe kecil terdapat di sudut yang lain dengan sofa-sofa empuk untuk menunggu sambil mencoba makanan dan minuman ringan.

lobby hotel

lobby hotel

kafe makanan ringan

kafe makanan ringan

Lobbynya sendiri berlapis lantai marmer ukuran besar dengan lampu bernuansa kuning yang hangat. Di tengah sudah nampak pohon natal dan hiasannya yang sering menjadi latar orang-orang berfoto. Dari resepsionis, kita bisa langsung ke lift lobby yang berdinding keramik mozaik warna hitam dari bahan kaca, sehingga berkilauan ditimpa cahaya lampu.

lift lobby dan koridor kamar

lift lobby dan koridor kamar

Aku naik ke lantai 8 dan tiba di kamar yang menghadap ke jalan raya. Ukurannya cukup besar untuk sendiri, 4×8 m dengan satu double bed dan satu meja tulis juga sofa panjang untuk bersandar. Kamar mandinya dilengkapi dengan bathub dan vanity counter dengan table top granit hitam. Ada fit-out lemari yang berlapis HPL motif kayu juga dengan security box di dalamnya.

kamar double bed

kamar double bed

televisi gantung dan kursi santai

televisi gantung dan kursi santai

fit-out cabinet dan pintu berlapis HPL senada

fit-out cabinet dan pintu berlapis HPL senada

kamar mandi dengan granit hitam dan dilengkapi bathub

kamar mandi dengan granit hitam dan dilengkapi bathub

Aku langsung tidur-tiduran di kasur yang empuk itu sambil menghubungkan laptopku dengan wifi gratis yang tersedia dan mulai meng-google map jalanan sekitar. Setelah kira-kira dapat rutenya, sebelum berangkat aku memastikan lagi dengan bertanya pada concierge yang ramah di lobby. Selain naik bis, dari hotel juga ada shuttle bus menuju stasiun MRT terdekat.

Beruntung, tepat di depan hotel adalah halte Marina Parade, pemberhentian bis kota Singapura ke beberapa tujuan, sehingga cukup menyeberang jalan dan menunggu bis untuk sampai ke pusat kota. Tepat di depan hotel pun terdapat halte, sehingga sekembali dari pusat kota bisa langsung berhenti tidak jalan jauh lagi. Aku sempat bepergian sampai Botani Square hingga pukul 10.30 malam, dan masih ada bis yang menjangkau daerah ini. Jadi walaupun lokasinya tidak di pusat kota yang ramai, namun kemudahan jangkauan dan lokasi yang cukup tenang di tengah perumahan memberi kenyamanan sendiri di sini.

jembatan penyeberangan depan hotel menuju halte

jembatan penyeberangan depan hotel menuju halte

Buat pejalan ringan sepertiku, tentu tidak menyia-nyiakan saat sarapan di sini. Di ruang makan luas di samping jendela kaca, terdapat tiga buffet panjang berisi makanan. Satu buffet utama dengan makanan utama, satu buffet untuk minuman, buah dan salad, dan satu buffet open kitchen sengan satu chef yang memasak omelet sesuai pesanan kita.

Ruangannya bernuansa kayu yang hangat. Terdapat banyak meja berkapasitas 4 atau 6 orang. Lantainya pada umumnya marmer, hanya ada beberapa lokasi sebagai pathway dipasang lantai kayu. Aku duduk di meja untuk 4 orang sehingga cukup untuk mengambil sarapanku yang lumayan banyak. Karena akan banyak berjalan kaki hari itu, tentunya lebih baik mengisi energi dulu sebelumnya bukan?

buffet kopi

buffet kopi

ruang makan yang hangat

ruang makan yang hangat

chef yang ramah

chef yang ramah

Pagi di hari terakhir, turun hujan gerimis di Singapura. Niatku untuk berenang di kolam lantai 5 terancam batal. Aku sudah sampai tepi kolam dan melihat butir-butir hujan berjatuhan. Di tepi kolam renang terdapat ruang fitness dan dua ballroom menghadap langsung ke kolam renang. Sambil menutupi kepala dengan handuk, aku berjalan di atas tepian kolam yang berlapis andesit hitam itu. Bahan material yang sama menutupi pinggiran kolam dan saluran overflow-nya.

Akhirnya aku buka salah satu meja berpayung di tepi kolam untuk meletakkan barang-barangku, dan mencemplungkan diri di kolam dengan finishing keramik mozaik biru itu. Karena gerimis sudah membuat basah, tanggung berenang sekalianlah sekitar 10 kali bolak balik. Di tepi kolam terdapat area shower berlapis andesit kecil, namun karena hujan kuurungkan niat untuk mandi di situ dan memilih kembali ke kamar saja. Niat untuk mengintip pool deck-nya di atas kuurungkan karena butiran hujan semakin besar.

kolam renang

kolam renang

meja payung di tepian

meja payung di tepian

shower area

shower area

pool deck dan overflow andesit

pool deck dan overflow andesit

ruang fitness dan koridor

ruang fitness dan koridor

Sesudah check-out, aku menitipkan tasku di concierge supaya tidak membebani jalan-jalanku di hari terakhir itu. Aku naik bis ke Geylang, lalu naik MRT ke Little India, Orchard Road, dan naik bis lagi langsung dari Orchard Road sampai ke Grand Mercure Roxy Square untuk mengambil tasku.

Ternyata, gara-gara asyik ngobrol di lobby aku tertinggal shuttle bus ke bandara yang memang berangkat tepat waktu jam setengah enam sore dari depan hotel. Untung waktu terbangku masih cukup lama sehingga bisa menyusul dengan taksi. Pengalaman berharga, harus selalu tepat waktu kalau di Singapura. Terima kasih Skyscanner dan Grand Mercure Roxy Hotel!

monday, 23 december 2013
vacation at 22-24 november 2013

another step :
a sunset walk in singapore
a museum walk in singapore
a library walk in singapore

Advertisements

2 thoughts on “a temporary life in singapore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s