desa mandeh yang permai

8-desa-mandeh-sumatera-barat

Konon kabarnya, di pelukan ibulah perasaan berubah menjadi damai, semua lelah sirna. Tak terkecuali ke desa Mandeh yang berarti ibu, menjadi rumah pulang selama tiga hari. Lelah sudah bertualang di laut pada siang, terdampar sore dan malam untuk beristirahat di sini. Terletak dikelilingi perbukitan, akses desa ini paling mudah adalah menggunakan kapal dari Carocok Tarusan, terus melalui muara memasuki sungai.

Kapal berderet bertambat di sepanjang sempadan. Sungai yang dangkal membuat kapal harus berjalan perlahan. Bilah kayu digunakan untuk mengemudi, mendorong kapal mengarahkan. Agar pertemuan dengan kapal-kapal lain yang melintas tidak terjadi tumbukan. Continue reading

Advertisements

diving mandeh, pesona bahari sumatera barat

0-mandeh-sumatera-barat-cover

Kadang-kadang aku berpikir kenapa aku tidak dilahirkan saja sebagai orang Sumatera Barat. Padahal dulu aku sering sekali dikira orang Minang. Sumpah, tempat ini indah luar biasa. Bisa dibilang di mana pun melangkah selalu indah. Makanya aku cuma berpikir sebentar ketika ditawari oleh adik-adik di KAPA FTUI, klub pencinta alam tempatku menimba ilmu dulu untuk melakukan petualangan lagi di Sumatera Barat, kali ini di bagian selatan.

Ah, karena dulu aku sudah pernah berjalan-jalan ke Padang, Bukittinggi, Payakumbuh dan Batusangkar yang berada di sisi utara ibukota propinsi itu, maka aku tak menampik ajakan adik-adik ini ke Mandeh, yang bisa dicapai tak jauh dari pelabuhan Carocok Tarusan, lebih selatan dari Teluk Bayur dan Bungus. Jadilah aku terdaftar sebagai peserta perjalanan yang di-arrange oleh Widya, gadis aktif dari jurusan Metalurgi ini.  Continue reading

kelas inspirasi depok, bandelnya anak-anak setahun kemarin

0-kelas-inspirasi-depok-pancoran-mas-4-cover

Langkah menjadi panutan. Ujar menjadi pengetahuan. Pengalaman menjadi inspirasi.

Aku suka mengajar anak-anak. They are some magnificent creatures that always happy and ‘want-to-know’ face that made me love them so much. Sayangnya, aku tak punya cukup waktu (dan kerelaan) untuk mengajar terus menerus sepanjang tahun. Makanya, ketika ada penawaran ikut Kelas Inspirasi Depok Oktober tahun 2014 lalu (iya, tahun lalu, saking sibuknya baru ditulis sekarang), kenapa tidak? Pasti dekat dengan tempat tinggalku, nih.

Mengajar juga sebagai pembuktian sebagai perempuan yang baik, sanggup menghadapi tantangan dan kodrat, yaitu mendidik anak-anak. Yakinlah bahwa banyak sekali yang berpendapat bahwa isi kepala dan tingkah laku anak-anak dibentuk oleh pendidikan yang mereka terima di masa kecil. Apalagi mengajar di kelas yang tidak dikenal, ketika anak-anak yang tidak bertemu setiap hari, dan kita harus memberi suatu motivasi, hendak seperti apa mereka kelak. Continue reading

harris riverside malang : transit di tepi kota

0-harris-hotel-malang

Where do I come into all of this? Am I just some animal or dog?’ And that started them off govoreeting real loud and throwing slovos at me. So I creeched louder still, creeching: ‘Am I just to be like a clockwork orange?’
― Anthony Burgess, A Clockwork Orange

“Kak Debz, lokasi Harris Malang di mana sih? Aku sudah di jalan menuju Surabaya, nih,” sapaku di telepon menyapa Debbie Leksono, travel blogger asal Malang yang janjian denganku di Harris Malang. Ia sudah tiba sejak jam delapan untuk makan pizza di Harrisimo, sementara aku masih berada di sekitar Kepanjen menyetir kembali ke Malang dari Blitar. Mengikuti petunjuknya, aku melewati fly over di Arjosari, dan langsung menemukan gerbang perumahan Riverside di mana hotel ini berada. Lokasi Harris Malang yang terletak dekat dengan jalan menuju Batu menjadi pilihanku untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Karena malam hari, aku agak sulit menemukan petunjuk di dalam perumahan itu untuk menuju Hotel Harris. Untunglah logonya yang berwarna oranye cerah mudah dikenali dalam kegelapan ketika melaju perlahan-lahan sampai aku menemukan lokasi yang dimaksud. Usai check-in dan meletakkan barang-barang, aku bergabung dengan kak Debbie dan adiknya di ruang makan yang berada di tepi kolam renang. Udaranya agak dingin, tapi tidak menyurutkan niat kami untuk bercengkrama hingga larut malam. Maklum ketemunya juga jarang, dan untungnya restoran ini buka 24 jam untuk melayani tamu-tamu, sehingga bisa bersantai-santai tanpa takut tutup.
Continue reading