Hello, Barcelona!

“Quiere Darme Su Direccion Senorita?”
Kuingin kau ajak serta alam Ini
“Como Se Pronucia Oh Juwita”
Ingin kunyatakan cinta sepenuh hati

Mungkin sejak aku mendengarkan lagu Barcelona sewaktu SD inilah yang membuatku sangat penasaran terhadap kota yang bernama indah ini. Terdengar mengalun, apalagi dinyanyikan dengan nada merayu dengan rentak latin menemani suara Fariz RM yang berparas ganteng ini, menobatkannya juga menjadi penyanyi favoritku saat itu. Saat belum ada google yang membantu menemukan apa saja, ensiklopedi dan majalah-majalah sesekali membawa anganku menuju kota ini.

Olimpiade Barcelona tahun 1992 kembali memenuhi televisi dengan berita-berita dari kota impian ini. Stadion-stadion indah memenuhi televisi dan liputan tentang indahnya musim panas di sana beserta keriaan-keriaan sepanjang pesta olahraga ini membuatku penasaran pada kota ini, apalagi dengan lagu Barcelona-nya Fariz RM yang sering juga didengungkan seiring dengan event empat tahunan disiarkan di televisi.

Barcelona berada di negara Spanyol, merupakan kota kedua terbesar dan ibukota wilayah otonom Catalunya yang berdiri pada 230 SM sebagai salah satu kota Kerajaan Romawi. Kota ini pernah bergabung  dengan Kerajaan Aragon, namun kehilangan kekuatannya ketika Napoli (kini di wilayah Italia) menjadi ibukota Katalan-Aragon tahun 1442 dan kemudian jatuh lagi ketika Kekhalifahan Utsmaniyah bangkit di kawasan Turki Mediterania. Setelah beberapa kali perubahan kekuasaan, tahun 1936 melalui Perang Saudara Spanyol, Republik Catalan pun menyerah pada Spanyol. Tidak heran dengan banyaknya perubahan-perubahan kekuasaan di Barcelona ini menyebabkan banyaknya peninggalan-peninggalan budaya yang cukup memberi warna tersendiri pada kotanya.

Dengan posisinya yang strategis di antara Eropa dan Afrika, tak heran di Barcelona kaya dengan berbagai pola arsitektur yang unik, sehingga seniman maupun arsitek pun amat kreatif dalam mengekspresikan berbagai karyanya. Sebutlah berbagai karya Antoni Gaudi yang fenomenal, atau Santiago Calatrava dengan disiplin strukturnya membentuk arsitektur yang meliuk. Gara-gara kuliah Studio Struktur dan Konstruksi 3, aku jadi dekat sekali dengan karya Calatrava ini.

Kapan ya, punya kesempatan Barcelona?
Nah, itu. Belum kesampaian rupanya waktuku untuk menyambangi kota impianku ini. Sebelum ke sana kelak, kepingin juga mendaftar tempat-tempat mana saja yang bakal aku kunjungi di Barcelona. Mungkin nggak cukup sehari di sini, sepertinya perlu berhari-hari.

Sagrada Familia

Ini lokasi paling terkenal di Barcelona. Dibangun oleh Antoni Gaudi pada tahun 1883, seharusnya dengan gaya Neo-Gothic. Alih-alih mengikuti, Gaudi malah membuat gaya Art Nouveau surealis yang terkenal. Rancangannya tidak pernah selesai, karena selalu ada ide baru yang dituangkan dalam pembangunan ini. Dengan 18 menara yang menonjol seantero kota, Basilica ini menarik kehadiran turis setiap hari hingga antriannya yang sangat panjang. Temple Expiatori de la Sagrada Família ini terdaftar sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

La Rambla (Plaça de Catalunya)

Sebagai jantung kehidupan sosial di Barcelona yang membelah kota tua menjadi dua bagian, membentang dari Plaça de Catalunya, yang ramai sebagai tempat meet-up, sampai ke pelabuhan. La Rambla memiliki jalur pejalan kaki yang luas dengan banyak toko, kafe, restoran, sehingga asyik untuk mengamati orang-orang yang nongkrong di sini. Mungkin sore hari bakal seru untuk berjalan kaki mulai dari Placa, melihat pasar Mercat de la Boqueria berjualan buah-buahan, terus berjalan hingga pelabuhan. 

Parc Guell: Gaudi Surrealist Park

Karya lain dari Gaudi ini benar-benar seperti taman bermain yang berwarna-warni. Berbeda dengan Basilica Sagrada Familia yang serius, taman ini lebih berwarna-warni, ceria dan penuh imajinasi. Stuktur dengan keramik berwarna-warni ini merangkai viaduct, grottoes, gazebo, tangga berkelak-kelok, dan teras dengan panorama kota dan laut. Tempat yang dibangun tahun 1914 ini juga diselamatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Karena suasananya menyenangkan, tak heran jika Gaudi pun memiliki rumah tinggal di sini. Seperti tinggal di negeri dongeng rasanya!

Casa Batlló 

Satu lagi karya Gaudi dengan gaya Art Nouveau yang bebas, dengan jendela oval tidak beraturan dan karya batu terpahat yang terukir. Ada beberapa garis lurus, dan sebagian besar façade dihiasi dengan mosaik berwarna yang terbuat dari ubin keramik yang pecah. Atapnya melengkung dan disamakan dengan bagian belakang naga atau dinosaurus. Bangunan ini didirikan dengan merombak rumah yang sebelumnya dibangun, didesain ulang pada tahun 1904 oleh Gaudí dan telah diperbaharui beberapa kali setelah itu. Asisten Gaudí, Domènec Sugrañes i Gras, Josep Canaleta dan Joan Rubió juga membantunya melakukan renovasi.

Nah, sesudah karya-karya lawas mendominasi, Barcelona juga masih dipenuhi oleh hal-hal modern yang pantang dilewatkan. Menikmati kota dari atas, monumen tinggi atau jembatan kabel menjadi salah satu bukti pembangunan Barcelona hingga kini. Hm, jadi makin kepingin buat secepatnya ke Barcelona.

The Montjuïc Cable Car

Pasti menyenangkan sekali naik kereta gantung dari bukit Montjuïc ke terminal dekat Kastil Montjuïc di puncak bukit. Sebagai seseorang yang selalu mencoba kereta gantung di mana pun, ini pantang dilewatkan. Dari jalur perjalanan ini pemandangan kota Barcelona bisa terlihat dengan jelas. Walaupun dioperasikan sejak tahun 1970, namun kereta gantung ini sudah dirombak pada tahun 2007 dan digantikan 55 kereta baru. Penasaran, deh!

Camp Nou

Buat penggemar FC Barcelona, harus banget mampir ke Camp Nou. Dengan kapasitas tempat duduk 99.354, stadion ini terbesar di Spanyol dan Eropa, serta stadion sepak bola terbesar kedua di dunia dalam hal kapasitas. Sudah pernah menjadi tuan rumah dua final Piala Eropa / Champions League pada tahun 1989 dan 1999, juga lima pertandingan termasuk pertandingan pembukaan Piala Dunia FIFA 1982 dan final kompetisi sepak bola di Olimpiade Musim Panas 1992. Kalau menunggu di sini seharian, siapa tahu bisa ketemu Lionel Messi habis latihan.

Torre Telefónica

Selain disebut sebagai fokus simbolis ke kompleks Olimpiade yang tersebar, menara ini juga merupakan tengara bagi kota. Berdiri di atas fondasi tiga titik yang bertepatan dengan sudut matahari pada titik balik matahari, kaki menara berdiri di atas drum batu bata. Didesain oleh Santiago Calatrava pada tahun 1992 untuk Olimpiade Musim Panas ini, menara setinggi 136 m ini mengisyaratkan tubuh atlet yang mebungkuk ketika menerima medali.

The Bac de Roda Bridge

Jembatan pertama Santiago Calatrava ini menjadi contoh dari pengaruh positif arsitektur di lingkungannya langsung, dinamakan Jembatan Calatrava oleh penduduk setempat. Penggunaan inspirasi antropomorfiknya yang sekarang terkenal dalam desain jembatan lainnya berangkat dari konsep konstruksi jembatan tradisional yang telah terbentuk sebelumnya. Kawasannya saat ini merupakan bagian dari pengembangan Taman Sagrera Linear kelak, yang akan melengkapi rencana awal dengan penambahan area publik yang indah di sekitar dan di bawah jembatan.

Wah, banyak juga yang bisa dilihat di Barcelona. Dan sepertinya juga belum semua aku ceritakan di sini, karena pasti nanti akan ada hal-hal baru yang membuatku berkeliling kota lebih jauh lagi. Maka untuk melengkapi impianku ini, tentu saja setelah menabung aku harus memesan tiket ke Barcelona. Hmm, kira-kira aku harus menyisihkan uang berapa banyak ya? Cari data di Traveloka ada nggak, ya?

Eh, ADA!
Ternyata Traveloka tidak hanya berguna untuk mencari tiket pesawat domestik atau ke negara-negara Asia saja. Jadi untuk yang sejauh Barcelona ini tiketnya bisa dibeli via Traveloka! Senang banget karena sudah lama menggunakan layanan Traveloka untuk bolak-balik keliling pulau-pulau di Indonesia, ternyata bisa juga untuk membeli tiket ke Barcelona. Karena sudah terbiasa menggunakan layanan web Traveloka nggak sulit lagi untuk mengecek dan membandingkan harga antar maskapai yang akan membawaku ke sana. Hore, bisa dilihat harga termurah di sini, dengan maskapai Garuda kebanggaan Indonesia. Pasti servisnya juga menyenangkan, nih. Apalagi dengan fitur Easy Reschedule dan Refund Guarantee yang memudahkan nanti kalau tetiba ada urusan mendadak dan mengganti jadwal pesawat. Nyus banget kalau ini, sih!

Kalau tiket sudah dibeli, selanjutnya tempat penginapan, dong. Hm, produk lokal seperti Traveloka ini, punya daftar hotel yang oke di Barcelona nggak, sih? Klik ke bagian hotel, memasukkan nama kotanya, dan TADAAAA!! Ada banyak sekali pilihan akomodasi di Barcelona yang masuk dalam daftar Traveloka, mulai dari yang murah hingga bintang lima.

Sebagai traveler yang tahu diri dengan kondisi keuangan, aku memilih menginap di hostel dormitory yang banyak pilihannya. Selain murah, di hostel banyak kesempatan bertemu dengan pelancong-pelancong dari berbagai negara sehingga bisa saling bertukar informasi. Cocokkan dengan lokasi yang akan dikunjungi, dan bisa langsung booking dan dibayar baik lewat transfer bank atau kartu kredit. Harganya keluar dalam rupiah, sehingga aku tidak pusing-pusing lagi menghitung konversi mata uangnya. Apalagi dengan fitur StayGuarantee membuat mudah untuk mengajukan keluhan pada Customer Service Traveloka apabila ada hal-hal tak menyenangkan.

Setelah menimbang-nimbang, aku memilih untuk mem-booking Bcnsporthostels dengan alasan simpel, hostel ini ada kolam renangnya dengan ukuran cukup besar. Kan keren kalau di hostel bisa berenang-renang sesudah seharian berjalan-jalan. Dilihat dari foto kamar-kamarnya yang cukup rapi, makin mantaplah untuk memilih hostel ini.

Dan benar harganya nggak mahal-mahal banget! Rasanya nggak percaya bahwa di benua Eropa ini bisa mendapatkan harga Rp 176.919,00 atau setara EUR 10 plus tax saja untuk menginap semalam dari situs yang biasa aku gunakan di Indonesia. Sangat bersahabat dan #JadiBisa liburan hemat pula.

Apalagi setelah dicek di google map, lokasinya hanya 1.3 km dari Sagrada Familia, serta 3.1 km dari La Rambla, bahkan lebih dekat lagi ke Plaça de Catalunya. Mengecek aneka titik di google map, wah masih banyak lagi tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi dengan jangkauan yang cukup dari hostel.

Makin nggak sabar rasanya untuk ke Barcelona sambil mengumpulkan tabungan. Semoga kesempatan untuk ke Eropa menjadi makin besar dimulai dari Barcelona. Ternyata tidak perlu membuka berbagai macam situs untuk tiket dan akomodasi ke kota impianku ini. Traveloka amat membantu untuk merencanakan perjalanan, #JadiBisa ke benua yang berbeda sekali pun.

“Hasta La Vista Mi Amor…”

Advertisements

7 thoughts on “Hello, Barcelona!

  1. Dita says:

    selalu suka tulisannya mba Indri, mengalir, padat dan informatif! Good luck 🙂

    kalo yg kuingat dari Barcelona adalah, cowoknya guanteng2 kaaaak 😍

  2. omnduut says:

    Dari tulisan ini, keliatan banget kalo mbak Indri emang cinta-klepek-klepek sama Barcelona 😀 aku suka Spanyol. Bahasanya seksi *nganu cewek-ceweknya juga. Tapi kalau Spanyol, aku malah kepincut daerah lain, macam Ronda atau Granada.

    Eropa-nya aku itu adalah Ceko. Lebih tepatnya satu daerah kecil bernama Cesky Krumlov. Udah lama banget jatuh cinta, dan itu adalah alasanku jika kelak berkesempatan ke Benua Biru.

    *cekiceki tiket di Traveloka aaaah 😉

    • indrijuwono says:

      iyaaa bener. (terutama sama pemain bolanya #eh).
      Granada juga tertarik, nanti kalau sekalian ke Maroko gitu. Tapi entah kenapa Barcelona selalu terpikirkan sejak dahuluuu..

      • omnduut says:

        Aiih Maroko, *langsung kebayang film Tintin hahaha. Amin amin amin, semoga kita bisa menjelajahi destinasi impian masing-masing ya mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s