flores flow #4 : luba, do’a dari kaki gunung inerie

Apa yang kamu harapkan dari menjejakkan kaki di sebuah tanah berbentuk persegi, di bawah sinar matahari yang cerah pagi hari, dikelilingi rumah-rumah yang tidak bisa berbicara kepadamu? Maka kamu akan melangkah pada rumah terdekat di mana ada seorang lelaki tua dengan tenun-tenun berwarna warni bergelantungan di depannya. Ia bertanya dari mana asalmu, dan menawarkan seplastik… Read More flores flow #4 : luba, do’a dari kaki gunung inerie

little woodstock, pleasant stay at gili trawangan

The human capacity for burden is like bamboo- far more flexible than you’d ever believe at first glance. ― Jodi Picoult, My Sister’s Keeper Hujan deras di pelabuhan Bangsal menemani awal perjalananku ke Gili Trawangan. Pulau kecil yang sering menjadi destinasi wisatawan mancanegara ini menjadi tujuan istirahatku sesudah turun gunung. Perjalanan lewat air selama tiga… Read More little woodstock, pleasant stay at gili trawangan

tugu hotel : tepian lombok utara menatap rinjani

“In, temenin ke Lombok, yuk! Nginep di Hotel Tugu, arsitekturnya bagus, loh..,” ajak Vira, salah satu founder indohoy.com yang kukunjungi malam itu di apartemennya sambil mengembalikan adaptor. Eh, Lombok? Baru 10 bulan yang silam aku mengunjungi pulau itu mendaki gunung Rinjani dan berkeliling. Tapi tawaran Vira amat menggoda iman untuk kembali ke pulau seribu masjid… Read More tugu hotel : tepian lombok utara menatap rinjani

sitinggil : little house on the prairie

Untuk mereka yang merindukan rumah– tempat berbagi cinta, kenangan, dan tawa yang tidak pernah pudar. -Windry Ramadhina : Memori- Pagi itu tak ada cericit burung, tak ada motor menderu, atau pompa air berdengung, melainkan angin lembah yang berhembus langsung ke teras membangunkanku. Terdengar gonggong anjing sayup-sayup dan suara ayam berkokok. Perlahan terpaan sinar matahari dari… Read More sitinggil : little house on the prairie