Toyota Rush menantang jalur selatan Pulau Jawa

1809266_lowres1

Sejak aku memperoleh SIM pertamaku belasan tahun lalu (iya, SIM di dompet ini yang ketiga), cita-citaku cuma satu, touring keliling Jawa pakai mobil ala tokoh-tokoh di film Cinta Dalam Sepotong Roti (maaf kalau referensinya jadul banget, tapi dulu nggak ada film Indonesia yang keren). Jadi, setelah bertahun-tahun tinggal di tanah Jawa tercinta ini, ternyata banyak tempat yang belum sempat aku jelajahi dengan alasan, medannya berat. Itu kata ayahku yang sama sekali tidak mengijinkan puteri semata wayangnya ini berkendara ke luar kota sekalipun. Tapi saking anaknya ini agak bandel, setiap kali bepergian ke luar kota selalu ngumpet-ngumpet meminta gantian menyetir mobil teman supaya skill mengemudi bertambah. Oh, untuk diketahui, aku adalah pengemudi dengan persneling manual dan sedang berusaha belajar menggunakan transmisi Automatic. Namanya juga cewek jadul, pasti bisanya manual.

Salah satu jalur yang paling menantang di pulau Jawa adalah, susur selatan Jawa! Jalur bukit-bukit karst yang membentang dari Banten hingga ujung Timur Jawa dengan pemandangan pantai-pantai yang menawan bisa dilalui dengan jalur mobil dengan tambahan sedikit banyak jalur ekstrim juga. Tentunya jalur ini harus didukung dengan kendaraan yang oke juga. Nggak salah kalau brand Toyota, yang sudah terkenal di negeri Indonesia mengeluarkan varian SUV dengan tipe Toyota New Rush untuk menjelajah jalur luar kota dengan belokan-belokan dan naik turunnya yang lumayan menguras konsentrasi.

Kenapa Toyota New Rush ini oke? Pertama, bodinya yang terlihat kekar, sporty, dan tidak terlalu besar cocok untuk anak muda yang penuh energi sepertiku. Tinggi 1745 mm cocok untuk rata-rata orang Indonesia dan besarnya pun pas, tidak terlihat terlalu sombong mentereng untuk lewat di desa-desa di pegunungan, sehingga tidak takut melalui jalur-jalur sempit dengan lebar badannya yang 1745 mm. Takut terserempet angkot? Front bumper spoiler-nya yang kokoh melindungi bagian kap mesin di depan, juga rear bumper spoiler-nya mengamankan dari sundulan tiba-tiba dari belakang. Di dashboard depannya dilengkapi juga dengan dual SRS Airbag yang bisa meminimalisasi benturan kepala yang mungkin terjadi. Sistem ABS (Antilock Braking System) yang biasa ada di mobil-mobil keren membantu mengendalikan mobil apabila ada pengereman mendadak.

img

Jalur pertama yang aku pikirkan dengan Toyota New Rush ini adalah Jakarta hingga Pelabuhan Ratu via Anyer! Sesudah lepas jalan tol Jakarta Merak, mobil keluar Cilegon, terus hingga Anyer dan Rangkasbitung, lalu lewat Seketi hingga Malimping. Di sini Rush akan diuji kehandalannya, karena jalur ini tidak bisa diperkirakan bagusnya, kadang kondisinya rusak. Suspensinya yang empuk akan meredam getaran bila kebetulan menghajar lubang. Tentu dibutuhkan kehandalan supirnya juga untuk memasuki lubang dengan perlahan supaya tetap menyamankan penumpang. Cara berkendara yang baik tentu memperpanjang umur spare part mobil sehingga bisa dipergunakan untuk bertualang lebih jauh lagi. Jangan lupa, kalau melalui jalur ini di malam hari di tiap belokan harus memberi kode lampu jauh 3 kali, demikian pesan orang-orang sekitar. Jangan khawatir, fitur projector headlamp yang terang akan menemani perjalanan malam di sini.

Sampai Malimping aku akan bermain di pasir pantai yang putih, sambil beristirahat dari ekstrimnya jalur Banten itu, kemudian berlanjut sampai Bayah. Di sini bisa ditemukan banyak gugusan karst berupa goa-goa untuk dijelajahi, baik goa vertikal maupun horisontal. Eksplorasi goa atau yang biasa disebut caving adalah kegiatan ekstrim yang harus dilakukan penuh perhitungan. Di goa vertikal, harus dipasang tiga titik pengaman sebelum dituruni olehku dengan bantuan tali kernmantel statik dan melewati bobin yang terpasang di badan dengan carrabiner pada sit harness dan chest harness. Menuruninya pun tidak bisa terburu-buru, karena perlahan sambil melihat sekeliling yang gelap. Headlamp mutlak diperlukan untuk mengenali ornamen-ornamen di sekeliling, dan memcari titik pendaratan yang tepat. Sesudah berkeliling di bawah selama beberapa jam, aku naik lagi menggunakan bantuan jummar. Tentu saja, tidak boleh ada barang apa pun yang tertinggal di goa. Leave nothing but footprint, guys!

goa bayah

Usai eksplorasi ekstrim tadi, untuk menetralisir energi perjalanan dilanjutkan hingga Pelabuhan Ratu, menikmati pelabuhan tradisional khas Indonesia, menengok salah satu pasar ikan terbesar di Jawa Barat, kemudian makan ikan bakar di tepi laut. Jangan lupa membawa sepatu boots jika ingin berbecek-becek di sana. Turun dari Toyota Rush bersepatu boots? Kenapa tidak? Tongkrongan sporty-nya sepadan dengan gaya tangguh yang ingin aku lakukan.

Perjalanan berlanjut ke utara hingga Cibadak hingga Sukabumi menuju Cianjur. Jalur ini menanjak dan berbukit-bukit, menantang keahlian menyetir karena berpapasan dengan truk dan angkutan umum yang sering kebut-kebutan, atau berjalan lambat. Berhenti di tanjakan lalu menyalip harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Untunglah jalur ini ditemani oleh hutan hujan tropis di kiri kanan yang indah, yang merupakan salah satu keunggulan daerah ini untuk menjaga iklim lokalnya untuk tetap sejuk. Karena kadang-kadang hujan, kehati-hatian juga merupakan poin penting pengendara untuk mengendalikan mobil dengan tetap tenang dan waspada.

Dari Cianjur perjalanan dilanjutkan ke Bandung hingga Garut. Di sana ada gunung Haruman tempat kita bisa paralayang! Uhuuuwww, asyik banget melompat dari bukit pada saat angin bertiup lalu melayang-layang di udara hingga menjejak tanah lagi. Walaupun masih terbang tandem, namun pengalaman berlari dan mengembangkan payung di udara itu luar biasa menarik dengan sensasi yang tidak tergantikan. Ekstrim banget berada di ketinggian lalu berteriak kencang bebas melayang beberapa menit dan menikmati angin yang menghembus perlahan, lalu manuver turun yang lembut dan menghentak!

paralayang-gunung-haruman-garut

Lepas Garut mobil disetir terus hingga masuk propinsi DI Yogyakarta, memasuki kawasan Gunung Kidul dan daerah pantai-pantainya yang ciamik! Disini, paling asyik adalah bersepeda dari pantai ke pantai karena indah dengan jalur yang lumayan ekstrim, berbatu-batu. Sementara Toyota Rush disetiri oleh supir cadangan, menuruni dari jalan raya hingga pantai Pok Tunggal yang berbatu-batu dengan sepeda gunung cukup menantang nyali, karena jalan berbatu dan lembah di kiri. Apalagi sampai tepi pantai ada tebing keren untuk didaki sambil melihat pemandangan di area teluk ini. Deru ombak yang berdebur-debur di bawah menambah debar yang berdegub sambil berjalan meniti tepi tebing.

tebing

Melalui jalur Solo hingga Trenggalek juga butuh adrenalin lebih tersendiri. Jalur jalan yang berkelok-kelok dan naik turun kembali menguji nyali pengemudi Toyota Rush ini. Tak seperti di Jawa Barat, Jalur lintas Wonogiri ini lebih cenderung tandus dan kering, sehingga banyak debu beterbangan yang bisa membuyarkan konsentrasi. Namun apabila memasuki deretan hutan jati, udaranya kembali terasa sejuk. Harus berhati-hati ketika lewat Ponorogo hingga Trenggalek, karena batu-batu di tepi jalan rawan longsor. Tebing-tebing karst menemani perjalanan yang keras dan menantang ini.

Dari Trenggalek bisa diteruskan ke Kediri, untuk mencoba jalur menuju kawah Gunung Kelud! Gunung yang baru meletus tahun ini memiliki panorama yang indah dan memerlukan keberanian juga untuk mendakinya. Bisa melihat sisa-sisa aliran lahar yang seharusnya akan menyuburkan lahan pertanian sekitar. Menuruni jalur pegunungan dengan mobil juga membutuhkan kecakapan supaya tidak terperosok nantinya. Menurut pepatah lama, apabila gunung Kelud meletus, ‘Blitar dadi latar, Tulungagung dadi kedung, Kediri dadi kali’. Gunung ini menyimpan kharisma berbahaya yang meledak sewaktu-waktu.

gunung_kelud_20140202_154728

Sambil memulihkan ketegangan bisa dicoba wisata kuliner sepanjang Blitar hingga Malang dengan aneka sate kambing yang sedap. Perjalanan dilanjutkan hingga kota Jember menuju Taman Nasional Meru Betiri. Melewati jalur menembus hutan, mobil akan menempuh jalur ekstrim di tengah perkebunan. Pertama melalui hutan-hutan karet, kemudian perkebunan kopi hingga harus melalui dua sungai yang memancing ketangkasan Toyota Rush untuk menyeberangi lewat air hingga sampai ke pusat penangkaran penyu. Di Pantai Sukamade bisa beristirahat sambil menanti malam yang gelap gulita, menunggu dalam diam untuk saat penyu hijau bertelur. Di sini kendaraan yang sudah menempuh perjalanan jauh bisa beristirahat.

mobil masuk sungai

Perjalanan berakhir di Banyuwangi sebelum menyeberang ke Bali. Jadi, bukan hanya kegiatannya yang menjajal adrenalinku, namun jalur-jalur menantang ini sudah memberikan tantangan tersendiri untuk keahlian menyetir. Aku belum punya Toyota New Rush, tapi berharap semoga di kemudian hari bisa memiliki SUV tangguh ini dan melakukan perjalanan yang menantang adrenalin ini.

Postingan ini diikutsertakan pada lomba blog #AdrenalineRush2014 yang diadakan oleh Toyota Indonesia.
Dare to dream, dare to be challenged!

Depok, Desember 2014

sumber foto :
pascasarjana-stiami.ac.id
wedustraveller.blogspot.com
statik.inilahgarut.com
indonesiakaya.com
koleksi pribadi

Advertisements

14 thoughts on “Toyota Rush menantang jalur selatan Pulau Jawa

  1. Rifqy Faiza Rahman says:

    Sini mbak mobilnya, saya yang setirin pulang-pergi. Kita punya impian sama untuk susur Pulau Jawa dengan mobil. Mirip2 kartun Tiga Manula Keliling Jawa lah, cuma bedanya mereka pakai CR-V hehehe. Saya juga lebih suka gear manual karena lebih mudah untuk bermanuver utamanya di jalan ekstrim, selain karrna kebiasaan juga 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s