Tag Archives: travel

koran tempo : memburu mentari di bukit pergasingan

5-bukit-pergasingan-rinjani-dari-puncak-bukit

Kabar bahwa tulisan ini terbit di Koran Tempo tanggal 26 Desember 2015 kuterima ketika aku sedang dalam perjalanan ke Toraja. Tentu saja rasa senang menggelayut dan membuatku bahagia sepanjang perjalanan, bahkan sempat aku penasaran bagaimana layout tulisan ini bakal ada di koran. Karena banyak yang menanyakan isinya sementara tidak mendapatkan korannya, aku mengunggah ulang di sini dalam versi yang belum diedit. Tentunya, dilengkapi dengan foto-foto cantik!

Lamat-lamat aku memperhatikan Rinjani dari tempatku berdiri tengah malam itu. Bahkan di tengah langit yang temaram, siluetnya terpampang anggun di bawah hamparan bintang. Aku cuma terdiam sambil perlahan-lahan menata potongan-potongan kenangan dalam pikiran untuk tetap tenang. Duhai Dewi Anjani yang bergoncang beberapa hari ini, masihkah kau memanggilku untuk mendaki?

Jam empat pagi, adalah waktu yang disepakati untuk bangun dan berjalan ke ketinggian sebelum matahari terbit nanti. Sesudah sarapan teramat pagi di Nauli Bungalow, tempatku beristirahat malam itu di desa Sembalun, mobil membawa kami melintasi desa di pagi buta, menuju satu titik pendakian yang menghadap langsung ke Gunung Rinjani. Pagi itu, kami berenam berencana mendaki Bukit Pergasingan untuk menikmati matahari terbit dari puncaknya. Continue reading koran tempo : memburu mentari di bukit pergasingan

itinerary : flores flow

flores-udara

Jika mendadak punya tiket promo ke Denpasar dengan selang waktu pulang pergi 9 hari, maka Overland Flores, melintas jalur darat bisa diperhitungkan. Rencanakan berangkat Sabtu pagi dan pulang Minggu di pekan selanjutnya. Alam Flores yang berubah-ubah dari hijau, ke tandus, dan hijau basah, di tengah sinar matahari yang berlimpah, memberikan pengalaman harian yang senantiasa berubah, naik turun, menggeliat, mengelabui ilusi.

Hari 1: Denpasar – Ende – Moni
Pilih penerbangan Denpasar-Ende atau Denpasar-Maumere untuk menuju destinasi pertama, Moni. Penerbangan dilayani oleh Wings Air atau Trans Nusa dengan pesawat ATR baling-baling. Ambil jadwal siang sehingga sampai di bandara tak lebih dari jam 5 sore. Tak usah terburu-buru booking tiket karena harga tiket 4 bulan, 2 bulan, bahkan 2 hari sebelum terbang relatif tak jauh beda, sekali jalan. Trans Nusa lebih murah, namun harus ditanya kepastian terbangnya. Jika tiba di Maumere, bisa naik bis menuju Moni, sementara jika memilih tiba di Ende, naik mobil sewaan ke terminal, lalu naik omprengan sampai Moni. Desa peristirahatan ini terletak di antara Ende dan Maumere.
Continue reading itinerary : flores flow

janji kelak menuju dieng

cover


Hai, Ra.
Aku tahu, kamu sedang tidak dekat sekarang, sehingga aku tidak bisa langsung menceritakan padamu. Aku pun tak tahu di mana alamatmu, sehingga aku tak bisa merangkai kata dalam surat dan kutitipkan pada pak pos. Aku hanya tahu bahwa kamu pasti baik-baik saja, ketika kamu bisa membaca tulisanku ini.

Ra, kamu ingat cerita tentang negeri khayalan yang pernah kita imajinasikan sembari menghitung bintang? Kali ini aku berada di sini, bersama teman-teman yang mungkin juga kau kenal lewat dunia maya. Bersama mereka kami merangkai beberapa kisah yang bersama-sama dituliskan.

Ra, negeri ini bernama Dieng, senantiasa berkabut pagi yang bisa kita hembuskan perlahan membentuk gumpalan tipis dari nafas kita. Di sini kita bisa melihat tetes-tetes embun yang berkilau di ujung-ujung daun, sebelum menguap ketika mentari mekar sejenak. Sesudah matahari melewati ujung kepala, udara dingin kembali menyelimutinya, terkadang bercampur dengan tetes-tetes air hujan yang menggenang di mana-mana. Mungkin kamu pernah ke sini, mungkin juga tak sekali.
Continue reading janji kelak menuju dieng

rasa desa di villa soegi jogja

cover

Kira-kira jam delapan pagi waktu Solo, aku membuka aplikasi HotelQuickly di ponsel untuk mendapatkan deal terbaik hari itu di Jogja, kota tempat aku menginap malam hari nanti. Kenapa baru pesan? Iya, karena aplikasi HotelQuickly hanya untuk pemesanan pada hari ini dan keesokan harinya. Dan jam delapan pagi adalah jam dibuka deal untuk hari itu, makanya harus buru-buru booking sebelum kehabisan kamar di hotel favorit. Nah! Harus quick, kan? Apalagi aku punya voucher IDR 300.000 ketika acara press conference-nya, nggak salah kalau dipakai, nih!

Aku menjatuhkan pilihan pada salah satu chain hotel yang berlokasi di Kusumonegaran, yang saat itu memasang harga sekitar IDR 80.000 (tentunya harga tercantum setelah dipotong voucher). Widiihh, murah banget kan? Langsung aku klik hotelnya dan ‘book a room’. Aah, tapi karena sinyal di perjalanan kereta Solo dan Jogja yang putus sambung, ketika akhirnya mendapatkan kepastian, didapat pesan ‘your room already taken by another user’. Ouch, gigit jari, deh.
Continue reading rasa desa di villa soegi jogja