the dream way to kerala, india

DSCN0615-EDITED2

India or Hongkong?
INDIA of course!
(click above to vote me)

Begitu kalau ditanya orang mana destinasi luar negeri yang ingin kudatangi. Kenapa India? It’s such a reason, karena India adalah negeri yang sangat ingin kudatangi sejak zaman kuliah. Terutama sih sejak baca petualangan-nya mas Gol A Gong di India dalam Balada si Roy jilid 9 dan 10. Keinginan untuk menapaktilasi jejaknya begitu kuat, namun sayangnya bukan uang yang menghalangi, karena uang kan bisa dicari, yaa.. Tapi teman jalan! Hm, terus terang aku tidak berani ke India sendirian seperti perjalananku solo traveling ke negeri-negeri lain (sebenarnya baru tiga negara, sih) karena banyak pemberitaan di media bahwa harrashment di India begitu besar, apalagi untuk perempuan yang berjalan sendirian. Perempuan selalu menjadi topik menarik untuk diperbincangkan di India, begitu juga dalam beberapa buku karya sastra yang ditulis oleh novelis-novelis perempuan India ternama, Chitra Banerjee Divakaruni, Kiran Desai, Jhumpa Lahiri atau Arundhati Roy.

Tahun lalu aku mendengar tentang Kerala Blog Express ini yang meloloskan tiga blogger, kak Dina @DuaRansel blogger tenar yang humble dan baik hati, kak Gio @duabadai yang ramah dengan senyum manisnya, dan kak Indra @bpborneo dengan cerita-cerita Kalimantannya yang keren, untuk berwisata keliling Kerala selama dua minggu! Walaupun salah satu tidak bisa ikut, namun cerita keduanya yang ikut berangkat terdengar begitu menyenangkan.

    “Di Kerala, culture, performing art, dan upaya pemerintah dalam memajukan pariwisata sangat menarik. Indonesia bisa belajar dari sana,” kata kak Gio. Ia sempat memberi contoh dalam salah satu tulisannya ketika kami posting bareng tentang lingkungan hidup, “Di Wanayad kami harus membawa botol air mineral yang ketika masuk harus dilabeli dan harus dibawa keluar dari taman nasional itu.”

    “Jangan membayangkan Kerala seperti bagian India lainnya, di sini sangat bersih dan terpelihara. Mereka sangat peduli dengan eco-tourism dan sustainable tourism. Kerala di bawah sistem komunis mensejahterakan rakyatnya dan bekerjasama dengan mereka.”

Komunis? Ya, Kerala adalah pemerintahan komunis bebas pertama di dunia, sejak tahun 1957. Model pemerintahan ini membuat distribusi yang lebih merata untuk penghasilan, tingkat kematian bayi yang rendah dan angka melek huruf yang tinggi (91%, paling tinggi di India!).

Di sebelah mana Kerala berada? Kerala ada di India bagian Barat, dengan garis pantai menghadap ke Laut Arab. Ujung selatan Kerala hampir mencapai ujung selatan India. Berbatasan dengan Tamil Nadu yang beribukota Chennai, cukup jauh juga dari Delhi di utara sana. Dari buku Lonely Planet India yang kupunya, ada beberapa aktivitas yang direkomendasikan untuk dilakukan di Kerala.

    Explore the backwaters at Alappuzha or Kollam aboard a kettuvallam (rice barge houseboat)
    Watch the spectacle of the Nehru Cup Snake Boat Race at Alappuzha
    Soak up the sun, surf and seafood on busy beach resort at Kovalam and Varkala
    Take a look at the wildlife or go on a jungle walk, boat trip or trek at Periyar Wildlife Sanctuary
    Walk around and take the mountain vistas and tea garden at Munnar
    Admire the Portoguese, Dutch and South Indian architecture at Kochi
    Laze on the beautiful palm fringed atolls of Lakshadweep

images

cochin-kerala

jewtown-road-cochin-kerala-india

130203-Travel-Day-915-3-St.-Francis-Church-in-Kochi-Kerala-India

perahu sungai di alappuzha, jaring-jaring yang khas, pemukiman yahudi, gereja tua, bisa ditemukan di kochi

Mungkin selain mengarungi sungai di antara Alappuzha atau Kollam, hal yang ingin aku lakukan di Kerala adalah menyusuri jalan-jalan di kota pelabuhan Kochi, menyimak jejak perdagangan masa lampau. Dan kalau termasuk dalam itinerari, aku ingin bersantai di kepulauan Lakshadweep, di sebelah barat Kerala dengan populasi 93% Sunni Muslim, asal dari seorang tokoh dalam novel Six Suspect-nya Vikaas Swarup.

Tahun ini, aku terdaftar sebagai salah satu kontestan Kerala Blog Express yang akan memperebutkan kesempatan bersama 25 orang blogger lainnya dari seluruh dunia untuk tur keliling Kerala selama 2 minggu pada bulan Maret 2015. Salah satu penilaiannya adalah dengan jumlah vote yang diterima kontestan.

Jika dari penilaian Kerala Tourism aku terpilih, aku akan mewakili Indonesia untuk mengunjungi Kerala God’s Own Country ini. Bisa memetik pengalaman bagaimana mereka memperlakukan eco-tourism dan sustainable tourism untuk diterapkan di Indonesia. Mencuri pengetahuan untuk negeri sendiri yang pasti tak kalah indah untuk dijaga keberlangsungan potensi wisata dan budayanya. Dan tentu saja, belajar bagaimana mereka menjaga kekayaan arsitekturnya sebagai salah satu aset wisata.

So, vote me to help visiting KERALA! Vote me to reach my dream to India!
All you have to do is this :
1. Klik gambar di bawah untuk tiba di tautan vote

Badge_02-01- KERALA

2. Aktivasi akun facebook (sambil membuka facebook pun boleh) dan temui gambar ini :

user

3. Klik VOTE sampai jumlah angkanya berubah

DONE! Gampang kan?

Terima kasih banyak untuk bantuannya. Ajak teman, saudara, pacar, gebetan, calon mertua untuk ikutan vote, ya. Boleh banget kalau dishare di facebook. Share tautan votenya, atau share tulisan ini. Semoga bantuan yang tak ternilai harganya ini bisa bermanfaat. Vote ditutup pada 31 Desember 2014.

salam,
depok, 10 Desember 2014 | 15:25

Advertisements

15 thoughts on “the dream way to kerala, india

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s