flores flow #3 : debu lintas trans ende – bajawa

DSC_0482

This is a roadside attraction,’ said Wednesday. ‘One of the finest. Which means it is a place of power.’
― Neil Gaiman, American Gods

Kadang-kadang keberuntungan itu memang begitu saja datangnya. Tiba-tiba saja aku ditawari supir yang kendaraannya kosong seusai mengantar tamu ke Maumere dan akan kembali lagi ke Labuan Bajo. Dengan harga lumayan miring, aku deal satu mobil dan supir yang akan mengantar kami siang ini ke Ende dan menginap di Bajawa hingga Denge start point Wae Rebo, besok. Naik mobil sewaan menaikkan budget kami menjadi dua kali lipat daripada rencana naik kendaraan umum, tapi perjalanan menjadi lebih santai dan bisa mampir tempat-tempat menarik yang dilewati.

Aku duduk di samping mas Agus, supir kami yang mengendarai mobilnya dengan tangkas. Seperti biasa di perjalanan, aku selalu suka duduk di depan, supaya pandangan mata lebih luas juga sambil mengobrol macam-macam dengan supirnya. Aku memang cerewet.
“Jalanan di Flores sudah lama bagus seperti ini, Mas?” tanyaku.
“Ini sudah kira-kira lima tahunan. Jalannya sendiri sudah sejak tahun 1925,” ceritanya. Ia menunjukkan batu yang dipasangi penanda pembangunan jalan Trans Flores ini selepas bukit-bukit batu dari Moni.
Continue reading

Advertisements

flores flow #2 : maria, gadis pemandu sa’o ria koanara

IMG_5954

No one lights a lamp in order to hide it behind the door: the purpose of light is to create more light, to open people’s eyes, to reveal the marvels around.
― Paulo Coelho

Apalagi yang bisa kulakukan di Moni sesudah turun dari Kelimutu? Pemilik penginapan menyarankan untuk berjalan-jalan melihat rumah adat di arah bawah, dekat pasar. “Jalan saja terus, nanti belok kiri,” katanya.

Tak jauh dari penginapan kami (sesungguhnya tidak ada tempat jauh di Moni) kami berjalan menuju keramaian di di depan pasar yang masih beraktivitas. Benar kata teman-teman yang pernah ke pulau Flores, di sini penuh keramahan yang tidak terbantahkan. Orang-orang lokal tersenyum seperti ucapan selamat datang. Tulus.

Beberapa orang berkumpul di tepi jalan menunggu kendaraan usai mereka beribadah di gereja. Beberapa anak-anak bermain-main. Ada satu pick-up berisi orang-orang yang hendak pulang ke desanya. Berdesakan, tapi mereka tetap tersenyum. Tak ada sorak usil mengomentari pendatang seperti kami. Aku tidak merasa asing di tengah-tengah mereka.

Continue reading

flores flow #1 : fly to kelimutu

IMG_1505

The reason birds can fly and we can’t is simply because they have perfect faith, for to have faith is to have wings.”
― J.M. Barrie, The Little White Bird

“Dalam beberapa saat, pesawat ini akan mendarat di Bandar udara Komodo, Labuan Bajo..”
Lho? Kok di Labuan Bajo? Tujuanku kan mau ke Ende? Aku melihat gugusan pulau-pulau di laut Flores lewat jendela sambil bertengok-tengok pada pramugari yang sudah duduk manis di kursinya itu dalam posisi mau mendarat.

Drama urusan pesawat ini belum selesai rupanya. Setelah dua hari sebelumnya skedul penerbangan TransNusa Denpasar-Ende dibatalkan sepihak sehingga aku kelimpungan mencari tiket baru, tadi di bandara Ngurah Rai pun gate penerbangan Wings Air pindah dari gate 3 ke gate 5 tanpa pengumuman, sehingga kami berlari-lari pindah gate karena ada petugas keliling menanyakan : Ende? Ende? Dan sekarang pesawat ternyata mendaratnya di Labuan Bajo. Huwow!
Continue reading

[giveaway] kalender tintin aviation 2015

image3

Macassar tower? This is Golf Tango Fox. We are just passing over Sumbawa. Nothing to report. We’ll call you again before we reach the Darwin control zone. Over and out.
Tintin – Flight 714

Adakah teman-teman yang takut terbang? Atau adakah teman-teman yang begitu berani untuk sering terbang bepergian menjelajah angkasa dengan kecepatan tinggi? Ingatkah masa-masa menyenangkan bermain pesawat terbang kertas? Pernahkah berlarian di lapangan sambil memandang pesawat lewat?

Sewaktu kecil, aku beberapa kali terbang dengan pesawat dari Jakarta ke Medan. Orangtuaku bercerita kalau aku bermain di pesawat dengan seorang anak bule, dan mengobrol dengan bahasa masing-masing. Aku tak pernah ingat masa itu, karena ketika itu umurku masih 2 tahun. Kali lain aku pernah menunggu di kaunter check-in di Cengkareng hampir 2 jam karena sistem komputernya mati dan boarding pass harus ditulis dengan tangan. Pernah juga aku terguncang dalam pesawat karena cuaca buruk sehingga aku berdoa khusyu sepanjang perjalanan.
Continue reading

peduli budaya lokal untuk pariwisata indonesia

DSC_0586

Hujan gerimis sejak sore mengiringi akhir hari pergantian tahun, kecipuknya ditingkahi oleh lari anak-anak yang bermain di lapangan. Suara petasan pun beradu dengan nyala kembang api, yang menerangi langit malam yang tak berbintang tertutup awan. Aku baru pulang dari pulau seberang, mengingat banyak hal yang kulalui di tahun ini, di mana aku sering melawat baik luar maupun dalam negeri.

Selamat malam Bapak Arief Yahya, Wakil Indonesia untuk mengembangkan potensi-potensi wisata di negeri ini, kepadanya aku titipkan surat untuk pariwisata Indonesia yang lebih baik di tangan anda, Menteri Pariwisata.

Halo Indonesia,
Perkenalkan aku Indri Juwono, seorang arsitek yang hobi berjalan-jalan menyusuri kota dan desa, mengamati lingkungan bangunan dan manusia, mengamati keistimewaan satu-satu daerah, bercerita lewat tulisan tentang tempat-tempat yang dilaluinya.
Continue reading