Harum Pala Banda yang menguar hingga Eropa [review film Banda: The Dark Forgotten Trail]


Beta pattiradjawane, menjaga hutan pala.
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama.
[Cerita buat Dien Tamaela-Chairil Anwar]

Aku pertama kali mendengar nama Banda mungkin ketika SD atau SMP di tengah buku-buku pelajaran sejarah yang harus dilahap ketika itu, sebagai salah satu pulau di kawasan Maluku. Tapi tidak pernah terbersit untuk mempelajarinya lebih jauh, hanya mendengarnya sebagai salah satu penghasil rempah-rempah yang menjadi awal kolonialisme di Indonesia. Namun kepulauan Maluku memang memiliki daya tarik yang kuat untuk membaui harumnya rempah-rempah yang lebih berharga dari emas, sampai-sampai aku sempat melakukan perjalanan ke Ternate dan Tidore untuk melihat jejak-jejak kolonialialisasi. Karena belum sempat ke Banda, maka ajakan ILUNI UI untuk menonton bareng film BANDA: The Dark Forgotten Trail karya sutradara Jay Subyakto pantang kulewatkan.

Continue reading