star vista mall singapore: bermain angin

“Jadi, apa yang membuat bangunan ini masuk kategori Green Building?” Begitu tanya bu Elisa sesaat kami menaiki eskalator di tepi atrium besar Star Vista Mall yang berada di kawasan Buona Vista pada perjalanan ekskursi Sustainable Architecture ke Singapura beberapa waktu yang lalu. Bangunan dengan bentuk sudut-sudut bertumpuk itu sudah memesona pandanganku sejak dari seberang kaveling tanah terbuka di depan stasiun MRT.

Star Vista Mall adalah mall pertama di Singapura yang menggunakan ventilasi alami untuk koridor-koridornya. Bukaan massa yang besar pada atrium ditopang oleh kolom-kolom super besar yang dijadikan sebagai pusat kegiatan dan koridor tepi yang menghadapnya, membuat sirkulasi udara berjalan dengan lancar, dengan bukaan-bukaan kecil di ujung-ujungnya untuk mengalirkan udara. Karena beban energi pada pusat perbelanjaan terutama pada sistem pendingin, dengan ventilasi natural seperti ini tentu kerja mesin pendingin tak terbebani dengan koridor. Sehingga tentu saja, angka pemakaian energi per m2 bangunan akan menurun. Meski demikian, tetap saja di beberapa titik ada penggunaan kipas angin untuk lebih menyalurkan udara.

Sebagian koridor terbuka di Star Vista Mall ini ditutup oleh kanopi kaca tempered dengan tebal sekitar 15 mm. Penggunaan kaca ini tentu juga untuk mengurangi beban listrik untuk pencahayaan buatan di siang hari. Karena Singapura masih termasuk iklim tropis, tentu tidak bisa dihindarkan bahwa panasnya akan terik di siang hari bolong. Nah, di beberapa sisi kanopi koridonya dilindungi juga dengan jalusi alumunium sehingga panas terik tidak seluruhnya menembusi kaca dan menaungi koridor. Bayangan cantik tentu akan bermain di lantai pada jam-jam tertentu.

Kami melihat tidak semua sisi kanopi terlindungi ganda dengan jalusi. Beberapa bagian tetap saja berkanopi kaca saja. Mungkin bagian itu akan tertutupi oleh bayangan bangunan pada jam-jam panas sehingga tidak perlu memasang jalusi tambahan di situ.

Ruang yang dimiliki oleh tenant pun bentuknya tidak vertikal biasa seperti layaknya toko, tapi miring ke arah selatan dengan jendela-jendela rangka alumunium sebagai pembatas dengan koridor. Sempat terpikirkan, jika garis saleable area-nya mengikuti batas bawah kusen, dan atasnya menyempit, tentu tenant akan merasa rugi. Namun di disisi lain, untuk di sisi selatan yang garis dasarnya lebih rendah daripada atas, tenant-nya akan untung.

Hampir sebagian besar tenant di Star Vista Mall ini adalah kategori food & eatery, sehingga koridor-koridor terbuka ini nyaman untuk berjalan-jalan di tepiannya sembari melihat-lihat kiri kanan dan bercengkrama di hari-hari ramainya. Di bagian samping yang berhadapan dengan jalur kereta yang menuju Jurong East, ditutup dengan tanaman-tanaman hijau sehingga meminimalisiasi bising yang terjadi karena perjalanan MRT yang cukup sering ini.

Tapi sayangnya tenant di sini rupanya tidak selalu cocok dengan atap kaca transparan, sehingga sebagian menutupnya dengan lembaran alumunium di bagian atasnya supaya ternaungi dari panas. Beberapa bagian yang tidak rapi di pemasangannya bisa dengan mudah dilihat dari sisi koridor yang lebih tinggi.

Ruang publik Star Vista Mall ini didesain untuk mudah dicapai dari jalur pejalan kaki, sehingga bangunan ini diupayakan menyatu dengan lingkungannya, bukan memberikan pengalaman ruang yang terpisah dari sekitarnya. Cukup unik, karena jalan masuknya hanya dicapai dari tangga landai sampai ke bagian atrium tengah yang di situ terdapat undakan-undakan besar untuk pengunjung sekadar duduk menikmati suasana. Atrium tengah ini sering digunakan sebagai tempat pertunjukan atau pameran.

Untuk mencapai ketinggian yang berbeda-beda pada bangunan ini bisa dengan lift, eskalator atau ramp keliling yang landai dan bisa dinikmati sembari berjalan-jalan melihat-lihat toko yang ada. Zona pada area publik ini yang bisa dicapai dengan mudah, dengan massa yang tidak tunggal masif melainkan terbagi-bagi atas beberapa massa dengan berbagai bentuk. Pada bagian atas yang tertutup kaca melengkung seolah mengambang dan ringan serta memperkaya massa.

Menuju bagian belakang, bukaan besar di depan gerai-gerai memberikan pengudaraan natural untuk bagian depan restoran-restoran di lantai upper ground. Tapi untuk menanggulangi hujan tropis, di lantai ground ditambahkan kanopi kaca lebar untuk melindungi gerai.

Menurut data yang dibaca, cahaya siang, panas, silau dan kenyamanan termal semua dianalisis sehingga orientasi timur barat dan penggunaan ruang dioptimalkan terhadap desain dinding fasade. Analisis pengudaraan juga menggunakan Computational Fluid Dynamics digunakan untuk mengoptimalkan efek ventilasi alami dan fisiologis dan menciptakan kondisi termal yang nyaman di area umum dan sirkulasi yang seharusnya ber AC.

Selain itu, berbagai upaya untuk penghematan energi di sini dicapai dengan sistem transportasi dalam bangunan seperti lift dan eskalator yang menggunakan fitur sensor yang berhenti pada saat tidak digunakan, juga kontrol pencahayaan pada tangga dan toilet dengan sensor gerak. Didapat juga nilai penghematan energi yang diperkirakan sebesar 15 % karena sistem pengudaraan hibrid yang dilakukan antara koridor dan tenant.

Sayangnya, kami hanya bisa sampai bagian luar dari teater yang berada di atas atrium. Namun kami bisa menikmati bahwa tanpa pengudaraan buatan sama sekali, area prefunction teater ini terasa sejuk karena berangin, padahal waktu sudah menunjukkan hampir tengah hari di sini. Area yang luas untuk menampung orang-orang yang menunggu waktu pertunjukan rasanya tidak akan sumpek apabila saat ramai pertunjukan.

Teater berisi lebih dari 5.000 kursi dengan dua balkon, sejauh ini merupakan tempat terbesar di Singapura dan mampu menyelenggarakan pertunjukan musikal, konser dan pertunjukan skala besar lainnya. Sistem dinding rongga mencegah suara dan getaran masuk dari lobi dan lingkungan luar dengan struktur baja keseluruhan teater yang terbungkus.

Star Vista Mall karya Andrew Bromberg dari Aedas ini mudah dicapai dengan berjalan kaki dari Stasiun MRT Buona Vista menjadikannya ramah lingkungan. Apalagi dengan konsumsi listriknya yang diperkirakan beroperasi sekitar 499 kWh/m2/tahun membuatnya memenuhi persyaratan peringkat Green Mark Gold BCA.

09 Januari 2018, Depok. Perjalanan Desember 2017.
gambar selain foto dan info dari:
https://www.archdaily.com/510587/the-star-andrew-bromberg-of-aedas

other story:
simpul belajar the hive singapura
upaya mengembalikan hijau

Advertisements

13 thoughts on “star vista mall singapore: bermain angin

  1. Gallant Tsany Abdillah says:

    Wah, baru kali ini ada yang studi ekskursi terus ditulis di blog. Dulu pas kuliah gak sempet ikutan studi eksursi sih. Huhu.
    Ngomong ngomong green building, jadi inget temenku satu jurusan yang skripsinya tentang Green Building. Kalo nggak salah skripsinya tentang penghematan daya gitu deh.

  2. ikhwanalim says:

    selalu suka dengan arsitektur yang berupaya kembali ke alam. memaksimalkan cahaya dan angin guna menurunkan penggunaan energi untuk bangunan. gak terlalu paham, sih. tapi senang aja dengan gagasan dasarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s