ke laut, siapa takut?

Menghabiskan akhir pekan yang panjang ke Kepulauan Togean di Teluk Tomini Sulawesi, adalah salah satu titik impianku di Indonesia. Hidup di antara pulau-pulau, transportasi dengan kapal ke mana-mana, dan menghabiskan hari di bawah sinar matahari yang melimpah ruah, mensyukuri negeri bahari yang indah ini. Apa saja sih hal favoritku di Togean?

seandainya ada om-telolet-om di kolkata

“Clouds come floating into my life, no longer to carry rain or usher storm, but to add color to my sunset sky.” ― Rabindranath Tagore, Stray Birds Pagi di Kolkata menampilkan sinar mataharinya malu-malu. Sudah empat jam sejak pendaratanku di Bandara Netaji Subhas Chandra Bose dari Kualalumpur tengah malam tadi, yang kuhabiskan dengan berusaha tidur… Read More seandainya ada om-telolet-om di kolkata

cerita kupu dan batu dari bantimurung dan leang-leang

“and when all the wars are over, a butterfly will still be beautiful.” ― Ruskin Bond, Scenes from a Writer’s Life Tak lengkap berada di Maros tanpa berkunjung ke kerajaan kupu-kupu di Bantimurung dan gos-goa prasejarah di Leang-leang. Daerah yang masih berada di antara gugusan tebing-tebing batu ini menjadi habitat dari banyak spesies serangga yang… Read More cerita kupu dan batu dari bantimurung dan leang-leang

rammang-rammang : berdialog dengan batu

Aku tak ingat sejak kapan aku punya perasaan berbeda setiap kali melihat batu. Bukan sekadar batu kecil tapi sebongkah batu, sebukit batu, bongkahan besar hasil sedimentasi dari magma gunung berapi ratusan tahun yang lalu dan membentuk bentang alam yang keras. Sahabatku Felicia hafal sekali kesukaanku ini ketika kami mendaki ke Sesar Lembang di Bandung, atau… Read More rammang-rammang : berdialog dengan batu

semau, satu bukit dan sekian pantai

Deru mesin motor tempel mengiringi kapal kayu yang kami naiki bertolak dari Dermaga Tenau, Kupang. Kapal berukuran sedang itu berisi delapan sepeda motor yang akan kami gunakan nanti di Semau, 30 menit menyeberang dari Pulau Timor itu. Kapal-kapal barang maupun penumpang menjangkar tak jauh dari pelabuhan, menunggu saatnya berlayar kembali. Lamat-lamat kami bisa mengamati gugusan… Read More semau, satu bukit dan sekian pantai

mentari mesem dari lasem

Tahukah kamu betapa bahagianya bangun tidur di tengah desa? Bersepeda menuju tengah sawah sambil bertemu dengan anak-anak sekolah tertawa riang Sembari menanti matahari yang terbit dari sisi bukit, bersembunyi malu-malu lalu perlahan mendadak terang. Tahukah kamu bahwa menghirup udara ini adalah kemewahan sederhana? Berkilometer jauh dari kota untuk menemukan sejuk menghembus sedikit Sembari melambaikan tangan… Read More mentari mesem dari lasem