seandainya ada om-telolet-om di kolkata

“Clouds come floating into my life, no longer to carry rain or usher storm, but to add color to my sunset sky.” ― Rabindranath Tagore, Stray Birds Pagi di Kolkata menampilkan sinar mataharinya malu-malu. Sudah empat jam sejak pendaratanku di Bandara Netaji Subhas Chandra Bose dari Kualalumpur tengah malam tadi, yang kuhabiskan dengan berusaha tidur… Read More seandainya ada om-telolet-om di kolkata

IJSW 2017: memperkenalkan ‘jakarta’

Liburan kali ini mendadak harus kembali ke kampus sesudah ada pemberitahuan seru, International Joint Eco City Workshop & Studio, yang diselenggarakan bareng dengan Cardiff University dari Inggris dan Florida University dari Amerika. Jadi beberapa mahasiswa dari dua perguruan tinggi ini bergabung dengan Universitas Indonesia di Departemen Arsitektur FTUI untuk bersama-sama melakukan workshop tentang lingkungan di… Read More IJSW 2017: memperkenalkan ‘jakarta’

makassar dan hujan sehari

Apakah kamu merasa terganggu bila hujan menemani saat liburanmu? Ketika berharap cuaca cerah menemani hari-hari yang ditunggu. Alih-alih merasa sebal, mungkin lebih baik berteman dengannya, dan melakukan hal-hal lain yang tetap membuat liburanmu istimewa. Dengarlah suara air bergemuruh di luar, cium aroma tanah dan pohon yang gembira menyambutnya. Begitulah hujan menyambut kami yang baru turun… Read More makassar dan hujan sehari

pulang.

Menyebut kota Bandung, adalah ruang mengenang masa kanak-kanak yang riuh. Rumah pertama keluarga, yang pernah kutinggali hanya selama dua tahun lebih sedikit, di tepian kota dengan udaranya yang masih dingin dikelilingi persawahan. Ketika jalan tol maupun angkutan kota belum sampai di sini. Saat orang-orang masih bertanya karena tak tahu di mana tepatnya Riung Bandung berada.… Read More pulang.

berjalan kaki di bandung, sejarah kota dan asia afrika

“Bahwasanya, matahari bukan terbit karena ayam jantan berkokok, tetapi ayam jantan berkokok karena matahari terbit!” Soekarno – Indonesia Menggugat, 1930 Berkeliling Bandung, adalah mengurai kenangan tentang sejarah bangsa yang terserak di sini. Tidak hanya bagi kawasan Pasundan dan sekitarnya, tapi pada dunia ketiga yang berupaya untuk berubah. Tahun 1955, untuk pertama kalinya Konferensi Asia Afrika… Read More berjalan kaki di bandung, sejarah kota dan asia afrika