rendang minang #5: keliling hari di bukittinggi

kepada singgalang bertanya aku wahai gunung masa kanakku di lututmu kampung ibuku kenapa indahmu dari dahulu tak habis-habis dalam rinduku? kepada merapi berkata aku wahai gunung masa bayiku di telapakmu kampung ayahku kenapa gagahmu dari dahulu tak habis-habis dalam ingatanku? :dua gunung kepadaku bicara ~ Taufiq Ismail cerita sebelumnya : rendang minang #4: air sungai,… Read More rendang minang #5: keliling hari di bukittinggi

ruang luas, ruang sempit

ruang luas menjauhkan, ruang sempit mendekatkan. Pernahkah kamu mengalami ketika kamu mengambil jalan memutar tetapi lebih terasa dekat karena ruang yang kamu lalui lebih sempit? Pernahkah kamu diharuskan ke suatu tempat melintasi lapangan yang nyata-nyata lebih dekat, namun kamu memilih untuk menyisir koridor kelilingnya padahal lebih jauh secara jarak? Pernahkah kamu merasa bahwa lambat itu… Read More ruang luas, ruang sempit

trotoar untuk pejalan kaki, bukan motor!

“Yang naik mobil berasa yang punya jalanan, yang naik motor berasa serigala jalanan, yang pejalan kaki berasa gak punya jalan.” 1) Begitulah kondisi di banyak jalur pejalan kaki di Jakarta. Contoh di atas adalah di depan Stasiun Gambir Jakarta Pusat, salah satu titik silang ganti antar moda transportasi di Jakarta. Selain taksi dan bis, ojek… Read More trotoar untuk pejalan kaki, bukan motor!

hijau, hijau, hijau, Jakartaku

Mencari hijau di Jakarta? Di Jakarta yang hijau kita akan temui taman-taman di mana-mana. Setiap jalan ada jalur hijaunya, ruang terbuka hijau ada di setiap wilayah. Anak-anak berlarian di lapangan bola, kekasih bergandengan di taman. Trotoar dari paving block dilalui oleh kaki-kaki  yang melangkah di bawah naungan pohon. Angsana, lamtoro, flamboyan, meneduhi banyak ruas jalan… Read More hijau, hijau, hijau, Jakartaku

bukan pasar malam, sore di batavia

Apa sih yang dibutuhkan orang kota? Apa iya orang-orang kota itu selalu membutuhkan mal? Tidak selalu. Mereka membutuhkan ruang gerak, ruang bernapas, berolah raga, eksistensi diri. Halaman museum ini salah satu jawabannya. Walaupun museumnya tutup, aktivitas di lapangannya tetap semarak. Museum Fatahillah di kawasan Kota, Jakarta. Hanya selemparan batu dari Stasiun Jakarta Kota maupun halte… Read More bukan pasar malam, sore di batavia

masihkah kau menjadi magnet, bundaran HI?

Sore itu langit cerah. Matahari mulai meluncur ke barat. Memandang air mancur dari jembatan penyeberangan. Ah, rupanya ingin mendekat. Langkah bergegas mengikuti irama cepat. Berkerumun orang ingin memandang juga. Di depan taman yang berhias marmer italia warna terracota. Beragam orang ingin mengabadikan. Apa sih yang menarik dari sebuah kolam berdiameter 30 m itu yang memancarkan… Read More masihkah kau menjadi magnet, bundaran HI?