elegi fatumnasi

Di jalanan ini aku banyak bertemu dengan orang hebat, salah satunya adalah Mateos Anin, seorang bijak bestari dari Fatumnasi. Ia mengajariku tentang arti sebuah ketulusan, ia juga yang menerima kehadiranku seperti anaknya sendiri. ~ Tekno Bolang : Kembara [2014] Kami terantuk-antuk di bak belakang Toyota Fortuner yang kunaiki bersama Firsta dan Dea, serta tim dari… Read More elegi fatumnasi

warisan lampau desa adat beleq, sembalun

Atas padi yang engkau tumbuhkan dari sawah ladang bumimu, kupanjatkan syukur dan kunyanyikan lagu gembira sebagaimana padi itu berterima kasih kepadamu dan bersukaria  Lahir dari tanah, menguning di sawah, menjadi beras di tampah, kemudian nasi memasuki tenggorokan hambamu yang gerah, adalah cara paling mulia bagi padi untuk tiba kembali di pangkuanmu [Emha Ainun Najib] Bagian… Read More warisan lampau desa adat beleq, sembalun

semilir nauli, bungalow di kaki rinjani

Aku tidak bisa menggambarkan seperti apa perasaanku ketika tiba di Nauli Bungalow tengah malam itu, selain perasaan yang campur aduk antara Rinjani, Sembalun, dan kenangan-kenangan tentangnya beberapa tahun sebelumnya. Sebenarnya aku tidak pernah berpikir untuk kembali ke kaki Rinjani selama sehari semalam untuk memandangi gunung yang pernah gagal kudaki sampai puncak itu. Namun tempat ini… Read More semilir nauli, bungalow di kaki rinjani

mendamba flamboyan di lombok selatan

I need you like a blossom needs rain, like the winter ground needs spring-to soothe my parched soul. ― Solange nicole Hatiku girang bukan kepalang ketika pagi itu menerima sms berisi pemberitahuan bahwa aku terpilih sebagai peserta Travel Writer Gathering Lombok Sumbawa 2015. Ternyata CV yang kukirim cukup memikat juri untuk mengundangku berpartisipasi dalam acara… Read More mendamba flamboyan di lombok selatan

kenapa harus membayar ketika berkunjung ke desa adat yang bukan desa wisata?

Beberapa waktu lalu, aku tergelitik ketika membaca beberapa keluhan tentang kunjungan ke desa adat yang dianggap ‘komersil’. Tidak satu dua kali keluhan itu muncul ketika sedang mencari data tentang kunjungan ke desa adat. Tuduhan itu semata-mata karena ada harga yang harus dibayar ketika ingin menginjakkan kaki ke dalam desa tersebut. Yang aku ingin tanyakan balik,… Read More kenapa harus membayar ketika berkunjung ke desa adat yang bukan desa wisata?

anambas, mimpi indonesiaku

Anambas. Seketika gugus kepulauan itu yang menempel di kepalaku ketika harus menjawab di mana tempat di Indonesia yang paling kepengin didatangi. Pertama kali mendengar nama kepulauan ini dari celotehan Yudi Febrianda ketika kami masih mengobrol-obrol saja dahulu sewaktu ia masih tinggal di tanah Jawa. “Anambas, yuk!” begitu sering ajaknya. Mulanya aku tidak tahu di manakah… Read More anambas, mimpi indonesiaku

rumah dunia, serang : pelabuhan mimpi pejalan

Kenapa tak pernah kau tambatkan perahumu di satu dermaga? Padahal kulihat, bukan hanya satu pelabuhan tenang yang mau menerima kehadiran kapalmu! Kalau dulu memang pernah ada satu pelabuhan kecil, yang kemudian harus kau lupakan, mengapa tak kau cari pelabuhan lain, yang akan memberikan rasa damai yang lebih? Seandainya kau mau, buka tirai di sanubarimu, dan… Read More rumah dunia, serang : pelabuhan mimpi pejalan

flores flow #11 : seputar lingkar sawah cancar

“Nanti jalan terus saja, lalu naik bukit, dari atas sana bisa melihat sawah berbentuk jaring laba-laba,” pesan Pak Supir Harapan Bersama sebelum aku turun. Hari panas terik. Di pertigaan banyak orang-orang yang menawarkan jasa ojek menuju bukit. Aku tetap berjalan dengan ransel 40 liter di punggung dan daypack di dada. Matahari masih bersinar dengan garang.… Read More flores flow #11 : seputar lingkar sawah cancar