orang-orang baik yang ditemui dalam perjalanan

Melakukan perjalanan sendirian, tentu saja tidak bisa semata menggantungkan harapan pada jadwal yang benar atau perjalanan yang lancar. Apalagi jika lokasinya di tempat yang jauh dari kehidupan sehari-hari dengan pola yang berbeda juga. Sesudah dua hari berkeliling Ternate Tidore dengan sinyal Telkomsel yang tewas karena kabel bawah laut yang sedang diperbaiki padahal itinerari pun belum… Read More orang-orang baik yang ditemui dalam perjalanan

terang merdeka gunung sangar

  “Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari.” – Sukarno Pekik ceria dari anak-anak yang mengikuti lomba makan kerupuk di kegelapan malam Desa Gunung Sangar itu memecah keheningan yang biasanya hanya ditimpali oleh suara tonggeret dan kodok yang bersahut-sahutan. Malam itu menjelang… Read More terang merdeka gunung sangar

half day: miyajima

Karena tidak ingin tinggal lebih lama lagi di Hiroshima, paginya aku langsung check out dari J-Hoppers, menitipkan ransel jinggaku dan hanya menenteng daypack hijau untuk mengunjungi Pulau Miyajima. Untunglah malam sebelumnya aku sempat mencicip okonomiyaki, hidangan olahan telur khas kota ini. Dari stasiun Dobashi, aku naik streetcar hingga stasiun Hiroden-Nishi Hiroshima. Tak jauh dari situ,… Read More half day: miyajima

toraja tau-tau: berangkat dari rantepao

Tang ki pomabanda penawa Ya mo passanan tengko ki Umpasundun rongko’ki [lagu Toraja: Marendeng Marampa] Aku terkantuk di dalam bis besar dengan trayek Makasar-Toraja ini yang meninggalkan poolnya pada jam 10 malam. Menurut info yang didapat, perjalanan di Sulawesi Selatan ini akan ditempuh dalam waktu 8 jam. Berada dalam bis dengan ukuran kursi lebar memeluk… Read More toraja tau-tau: berangkat dari rantepao

semau, satu bukit dan sekian pantai

Deru mesin motor tempel mengiringi kapal kayu yang kami naiki bertolak dari Dermaga Tenau, Kupang. Kapal berukuran sedang itu berisi delapan sepeda motor yang akan kami gunakan nanti di Semau, 30 menit menyeberang dari Pulau Timor itu. Kapal-kapal barang maupun penumpang menjangkar tak jauh dari pelabuhan, menunggu saatnya berlayar kembali. Lamat-lamat kami bisa mengamati gugusan… Read More semau, satu bukit dan sekian pantai

elegi fatumnasi

Di jalanan ini aku banyak bertemu dengan orang hebat, salah satunya adalah Mateos Anin, seorang bijak bestari dari Fatumnasi. Ia mengajariku tentang arti sebuah ketulusan, ia juga yang menerima kehadiranku seperti anaknya sendiri. ~ Tekno Bolang : Kembara [2014] Kami terantuk-antuk di bak belakang Toyota Fortuner yang kunaiki bersama Firsta dan Dea, serta tim dari… Read More elegi fatumnasi

warisan lampau desa adat beleq, sembalun

Atas padi yang engkau tumbuhkan dari sawah ladang bumimu, kupanjatkan syukur dan kunyanyikan lagu gembira sebagaimana padi itu berterima kasih kepadamu dan bersukaria  Lahir dari tanah, menguning di sawah, menjadi beras di tampah, kemudian nasi memasuki tenggorokan hambamu yang gerah, adalah cara paling mulia bagi padi untuk tiba kembali di pangkuanmu [Emha Ainun Najib] Bagian… Read More warisan lampau desa adat beleq, sembalun