tanjung puting, lintas alam demi orangutan

“Jangan pisahkan dirimu dari binatang.” “Biar apa, Ayah?” “Biar kamu tidak sombong jadi manusia,” ujarnya sambil tersenyum.” ― Dewi ‘Dee’ Lestari, Supernova: Partikel Suara motor kapal mengiringi perjalanan kami meninggalkan Pelabuhan Kumai. Sejujurnya, aku lebih suka jika tidak ada suara menderu-deru di belakang itu. Rasanya lebih asyik jika pengarungan ini cuma ditemani semilir angin, kemerisik… Read More tanjung puting, lintas alam demi orangutan

flores flow #6 : dingin bajawa, panas aimere, dan hujan ruteng

“Aku mau bangun setiap pagi dan melihat anak-anak berangkat sekolah di Flores.” Niat itu sudah kucetuskan, karena aku akan bangun pagi di tempat-tempat yang berbeda setiap harinya dalam perjalanan keliling pulau ini. Senin pagi di Bajawa, usai menikmati sarapan lezat buatan kak Vita di rumah yang aku tinggali malam itu, aku nongkrong di depan rumah,… Read More flores flow #6 : dingin bajawa, panas aimere, dan hujan ruteng

belajar dari sarongge, belajar untuk indonesia

Menunggu kadang-kadang menjadi satu-satunya pilihan. Berkebun adalah menunggu. Setelah biji ditebar, atau bibit ditanam, tak banyak yang bisa kita lakukan. Kecuali merawat, memupuknya. Tak ada yang bisa mempercepat tumbuhnya biji sawi, atau puspa yang kau tanam di ujung kebun kita itu. Semua punya waktunya sendiri-sendiri. [h.273] Satu setengah tahun yang lalu, aku melihat buku ini… Read More belajar dari sarongge, belajar untuk indonesia

jati meranggas #4 : air terjun sampai ke laut

I beg your pardon, Owl, but I th-th-th-think we coming to a fatterfall… a flutterfall… a very big waterfall! ~ Piglet cerita sebelumnya : jati meranggas #3: warna warni ijen Setiap keterlambatan awal pasti menghasilkan keterlambatan-keterlambatan berikutnya. Namun, karena ini di perjalanan, alih-alih menyesal, lebih baik menikmati keterlambatan itu dan mendapatkan hal-hal berharga yang bisa… Read More jati meranggas #4 : air terjun sampai ke laut