perjuangan ramadhan

Tahun ini aku menjalani Ramadhan dengan agak berat. Rasanya terlalu banyak hal yang dipikirkan dalam kepala sehingga tidak bisa sejenak diam dan tidak memikirkan apa-apa lagi. Semestinya Ramadhan ini hari-hari terasa melambat, pekerjaan lebih santai dan lainnya. Tapi yang terjadi adalah Ramadhan ini tak berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Deadline ketat yang menghantui setiap hari, target-target… Read More perjuangan ramadhan

rumah-rumah yang berlari dalam perjalanan menuju kolbano

Aku menempelkan hidungku pada kaca mobil yang melaju dari kota Soe. Pepohonan berlari, tiang listrik berkari, rumah-rumah berlari. Pegunungan  yang membentang dari Soe menyajikan lansekap timbul tenggelam, menyembunyikan kehidupan di balik pepohonan gewang yang tegak berdiri tinggi. Pikiranku kembali pada satu berita di tahun 1990-an tentang batang-batang rumah adat Timor yang dicat warna sesuai dengan… Read More rumah-rumah yang berlari dalam perjalanan menuju kolbano

berjalan kaki di bandung, sejarah kota dan asia afrika

“Bahwasanya, matahari bukan terbit karena ayam jantan berkokok, tetapi ayam jantan berkokok karena matahari terbit!” Soekarno – Indonesia Menggugat, 1930 Berkeliling Bandung, adalah mengurai kenangan tentang sejarah bangsa yang terserak di sini. Tidak hanya bagi kawasan Pasundan dan sekitarnya, tapi pada dunia ketiga yang berupaya untuk berubah. Tahun 1955, untuk pertama kalinya Konferensi Asia Afrika… Read More berjalan kaki di bandung, sejarah kota dan asia afrika

ivory by ayola hotel, menangkup rindu pada bandung

Katanya, Bandung itu tempat melabuhkan rindu. Kota ini selalu memberikan aura kangen yang begitu kental, pada jalan-jalan di bawah pohon, udara sejuk berhembus, tukang somay hokkie dan es krim durian di trotoar, senyum manis mojang priangan dari sudut-sudut toko, kafe-kafe kopi yang hangat, percakapan santai di taman berteman bajigur, celoteh sunda yang penuh canda, hingga… Read More ivory by ayola hotel, menangkup rindu pada bandung

himeji museum of literature, bahasa arsitektur tadao ando

“What is it to die but to stand naked in the wind and to melt into the sun?” ― Kahlil Gibran, The Prophet Orang Jepang sangat terkenal dengan kebiasaannya membaca. Sering dilihat dari berbagai ilustrasi, orang Jepang yang membaca di kereta, di bis, di taman, atau di banyak tempat. Mereka mempelajari tulisan-tulisan sastra sejak kecil,… Read More himeji museum of literature, bahasa arsitektur tadao ando