cerita kupu dan batu dari bantimurung dan leang-leang

“and when all the wars are over, a butterfly will still be beautiful.” ― Ruskin Bond, Scenes from a Writer’s Life Tak lengkap berada di Maros tanpa berkunjung ke kerajaan kupu-kupu di Bantimurung dan gos-goa prasejarah di Leang-leang. Daerah yang masih berada di antara gugusan tebing-tebing batu ini menjadi habitat dari banyak spesies serangga yang… Read More cerita kupu dan batu dari bantimurung dan leang-leang

rammang-rammang : berdialog dengan batu

Aku tak ingat sejak kapan aku punya perasaan berbeda setiap kali melihat batu. Bukan sekadar batu kecil tapi sebongkah batu, sebukit batu, bongkahan besar hasil sedimentasi dari magma gunung berapi ratusan tahun yang lalu dan membentuk bentang alam yang keras. Sahabatku Felicia hafal sekali kesukaanku ini ketika kami mendaki ke Sesar Lembang di Bandung, atau… Read More rammang-rammang : berdialog dengan batu

semau, satu bukit dan sekian pantai

Deru mesin motor tempel mengiringi kapal kayu yang kami naiki bertolak dari Dermaga Tenau, Kupang. Kapal berukuran sedang itu berisi delapan sepeda motor yang akan kami gunakan nanti di Semau, 30 menit menyeberang dari Pulau Timor itu. Kapal-kapal barang maupun penumpang menjangkar tak jauh dari pelabuhan, menunggu saatnya berlayar kembali. Lamat-lamat kami bisa mengamati gugusan… Read More semau, satu bukit dan sekian pantai

mentari mesem dari lasem

Tahukah kamu betapa bahagianya bangun tidur di tengah desa? Bersepeda menuju tengah sawah sambil bertemu dengan anak-anak sekolah tertawa riang Sembari menanti matahari yang terbit dari sisi bukit, bersembunyi malu-malu lalu perlahan mendadak terang. Tahukah kamu bahwa menghirup udara ini adalah kemewahan sederhana? Berkilometer jauh dari kota untuk menemukan sejuk menghembus sedikit Sembari melambaikan tangan… Read More mentari mesem dari lasem

cerita senja tablolong

  Pantai adalah temu haru dan rindu, di bawah batas langit yang biru Ketika matahari memilih berlalu, turun dan tenggelam tepat waktu Pasir adalah butir dalam larutan kalbu, berlari dihempas ombak yang beradu Ketika tidak ada lagi yang ditunggu, hanya bias mega yang perlahan berubah ungu  

diving mandeh, pesona bahari sumatera barat

Kadang-kadang aku berpikir kenapa aku tidak dilahirkan saja sebagai orang Sumatera Barat. Padahal dulu aku sering sekali dikira orang Minang. Sumpah, tempat ini indah luar biasa. Bisa dibilang di mana pun melangkah selalu indah. Makanya aku cuma berpikir sebentar ketika ditawari oleh adik-adik di KAPA FTUI, klub pencinta alam tempatku menimba ilmu dulu untuk melakukan… Read More diving mandeh, pesona bahari sumatera barat