Category Archives: review

sandyakala d’oria

2-sunset-d-oria-boutique-hotel-lombok

dengan siapa kau memutuskan untuk berbagi senja?

Matahari masih bertengger tanggung ketika satu per satu langkah kaki kami memasuki bangunan lobby hotel bernuansa alami ini. Udara begitu pekat berkeringat, jauh dari kesejukan desa Sembalun yang baru kami tinggalkan. Segelas jus jeruk segar beserta handuk basah dingin menyambut kedatangan kami. Ah, benar-benar pelipur panas yang menemani selepas turun gunung tadi. Masih jam empat sore rupanya.

Lobby D’Oria Boutique Resort ini cukup lapang, berupa satu bangunan tunggal yang terpisah dari kamar-kamar hotelnya. Dua sofa set menemani kami yang melepas penat sesudah terkungkung selama tiga jam dari dalam mobil. Di luar sana, pucuk-pucuk pohon kelapa berkesiut ditiup angin laut. Semacam penanda bahwa lokasi ini berada dekat pantai. Tak sabar ingin mencelupkan ujung-ujung jari kaki ke air asin kembali. Jalan raya Lombok barat Bangsal-Senggigi berada di depannya, sesekali saja mobil berlalu lalang.
Continue reading sandyakala d’oria

5 hal favorit di film surat dari praha

surat-dari-praha-review-resensi-cover

Aku menonton Surat dari Praha dua hari yang lalu, ketika tahu-tahu punya waktu menonton, tertarik melihat posternya, tetapi sayangnya mal di samping kantor di wilayah Bogor tak lagi memutar film itu. Segera kucari posisi bioskop di Jakarta Selatan yang tak terlalu jauh dari pintu tol. Biasalah, film Indonesia memang sering dianaktirikan sehingga waktu tayangnya tak lama. Karena tak berhasil mendapatkan teman kencan juga, aku nonton sendirian di Kalibata, yang terhitung cukup lumayan untuk pulang ke rumah malamnya.
Continue reading 5 hal favorit di film surat dari praha

harris & pop hotel kelapa gading, strategis di jakarta utara

cover-pop-harris-hotel-kelapa-gading

Somethings in life aren’t as easy as drinking orange juice, see?
― William Astout

Kelapa Gading dikenal sebagai daerah yang berkembang sangat pesat dalam tiga dasawarsa ini. Berawal dari lahan kosong yang kemudian berkembang menjadi tanah permukiman, lambat laun Kelapa Gading menjadi area bisnis yang mumpuni untuk orang-orang yang bertinggal di situ. Daripada harus memulai usaha di tempat yang lebih jauh, dekat tempat tinggal menjadi satu alternatif pilihan.

Karena itu juga, ruko-ruko yang berderet di sepanjang Jalan Boulevard Raya tidak pernah sepi, seakan apa pun yang dijual di situ pasti laku. Aneka toko kue, restoran Cina, toko bangunan, biro jasa, bank, apotik, karaoke, atau bidang-bidang bisnis lainnya sukses menangguk untung di kawasan Jakarta Utara ini.

Pertokoan menjamur mulai dari sepanjang jalan Boulevar Raya, hingga berubah menjadi pusat bisnis yang diperhitungkan. Tak heran, lokasi Kelapa Gading yang berada dekat dengan kawasan industri Pulogadung, atau kawasan industri Sunter, maupun pelabuhan dagang terbesar yaitu Tanjung Priok membuatnya menjadi kawasan penunjang yang strategis. Puluhan perumahan terus tumbuh, juga gedung-gedung apartemen sebagai hunian.
Continue reading harris & pop hotel kelapa gading, strategis di jakarta utara

harris riverside malang : transit di tepi kota

0-harris-hotel-malang

Where do I come into all of this? Am I just some animal or dog?’ And that started them off govoreeting real loud and throwing slovos at me. So I creeched louder still, creeching: ‘Am I just to be like a clockwork orange?’
― Anthony Burgess, A Clockwork Orange

“Kak Debz, lokasi Harris Malang di mana sih? Aku sudah di jalan menuju Surabaya, nih,” sapaku di telepon menyapa Debbie Leksono, travel blogger asal Malang yang janjian denganku di Harris Malang. Ia sudah tiba sejak jam delapan untuk makan pizza di Harrisimo, sementara aku masih berada di sekitar Kepanjen menyetir kembali ke Malang dari Blitar. Mengikuti petunjuknya, aku melewati fly over di Arjosari, dan langsung menemukan gerbang perumahan Riverside di mana hotel ini berada. Lokasi Harris Malang yang terletak dekat dengan jalan menuju Batu menjadi pilihanku untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Karena malam hari, aku agak sulit menemukan petunjuk di dalam perumahan itu untuk menuju Hotel Harris. Untunglah logonya yang berwarna oranye cerah mudah dikenali dalam kegelapan ketika melaju perlahan-lahan sampai aku menemukan lokasi yang dimaksud. Usai check-in dan meletakkan barang-barang, aku bergabung dengan kak Debbie dan adiknya di ruang makan yang berada di tepi kolam renang. Udaranya agak dingin, tapi tidak menyurutkan niat kami untuk bercengkrama hingga larut malam. Maklum ketemunya juga jarang, dan untungnya restoran ini buka 24 jam untuk melayani tamu-tamu, sehingga bisa bersantai-santai tanpa takut tutup.
Continue reading harris riverside malang : transit di tepi kota

tugu sri lestari hotel blitar, old-fashioned romantic

0-tugu-hotel-blitar-cover-y

Though we travel the world over to find the beautiful, we must carry it with us, or we find it not.
― Ralph Waldo Emerson

Hampir jam delapan malam ketika aku memasuki halaman Hotel Tugu Sri Lestari di Blitar, kota yang pernah kutinggali di awal tahun 90-an. Sebenarnya aku sudah tiba di Blitar sejak jam 4 sore, tetapi karena tiba-tiba aku kepengin ke Tulung Agung, satu kabupaten di sebelah barat Blitar tempat tinggal eyang kakung dan eyang putriku dulu, jadi aku membelokkan mobil dulu menuju kota yang berjarak satu jam dari Blitar itu.

Kota Blitar masih sepi dan tenang seperti kuingat 25 tahun silam. Bahkan ketika lampu lalu lintas berubah hijau dan aku belum bersiap menekan pedal gas, tidak ada pengendara di belakang yang gelisah dan mengklakson seperti di kota besar. Tak heran kota ini berulang kali menerima penghargaan sebagai kota berlalu lintas terbaik se-Jawa Timur.

Continue reading tugu sri lestari hotel blitar, old-fashioned romantic

tugu hotel malang : magical little asia

0-cover-hotel-tugu-malang-1

Bila kau memang alien, seharusnya kau bisa menemaniku berkelana mengelilingi dunia. Kita dapat menemukan takdir-takdir yang orang lain enggan jelajahi.
– Dewi Kharisma Michelia : Surat Panjang Tentang Jarak Kita Yang Jutaan Tahun Cahaya

Ada satu sisi yang luput dari perjalanan di masa kecilku di kota Malang dahulu. Karena selalu naik mobil, aku selalu melewatkan satu titik penting di kota apel ini. Padahal jika naik kereta, pasti akan menyempatkan mampir ke daerah ini, lokasi yang tak terlalu jauh dari alun-alun kota.

Pertengahan bulan lalu aku kembali ke kota dingin ini, dan mendapat kesempatan untuk menginap di Hotel Tugu Malang, yang terletak di salah satu titik historik kota, tepat berhadapan dengan alun-alun Tugu, yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan penting lainnya, Gedung Balaikota, Gedung DPRD, Gedung Markas Komando Militer, gedung SMA. Dan tepat di poros ujungnya, salah satu titik transportasi, Stasiun Tugu Malang.

Hotel Tugu agak sulit ditemukan padahal lokasinya strategis, karena ia tersembunyi di dalam ‘barrier‘ pepohonan hijau di depannya, mengurangi kebisingan kendaraan yang lalu lalang di depannya, dan menciptakan suasana sejuk dan dingin di dalamnya. Pepohonan, pensuplai utama oksigen, melingkupi hampir semua latar depannya. Continue reading tugu hotel malang : magical little asia

liburan rasa ramadan di grand zuri BSD

grand-zuri-bsd-cover

Senangnya membaca email dari Grand Zuri Hotel BSD yang mengundangku menginap barang semalam. Bukan apa-apa, buatku yang tinggal di Depok yang kecil dan padat ini, pergi ke Bumi Serpong Damai alias BSD, walaupun harus melintasi 2 propinsi dan tiga kotamadya, selalu terasa bagaikan liburan. Area pemukiman yang direncanakan dengan cermat pada tahun 1986 ini makin berkembang pesat diikuti juga dengan area bisnisnya. Namun perencanaan di distrik BSD ini seperti sudah dipikirkan matang sejak tiga puluh tahun silam dengan jaringan infrastruktur jalan yang cukup besar dan tertata rapi. Makanya, kalau ada acara ke arah BSD dan sekitarnya sini, aku selalu senang, karena mata sedikit dimanjakan dengan keteraturan.

Sejak keluar tol hingga tiba di Grand Zuri Hotel BSD, jalan raya yang dilewati cukup lega, selalu menggodaku untuk bersepeda atau main sepatu roda meluncur di atasnya. Sekeluarnya dari pintu tol Alam Sutra, mobil membawa kami hingga Jalan Raya Serpong yang ramai lancar, terus hingga memasuki area BSD city. Melewati bundaran ITC BSD yang selalu ramai, terus ke arah Serpong hingga melewati mal Teraskota. Nah, Grand Zuri terletak tak jauh dari mal ini. Pas banget kalau mau jalan-jalan di BSD, karena lokasinya cukup strategis. Menurut Mbak Dhini, yang mengawal kami, lokasinya tak jauh dari Taman Tekno yang merupakan pusat bisnis industri BSD, sehingga okupansi hotelnya sering didapat dari aktivitas bisnis di situ. Hotel dengan arsitektur bergaya mediterania ini juga hanya berjarak sekitar 15 menit dari stasiun Rawabuntu, untuk naik kereta tujuan Jakarta.
Continue reading liburan rasa ramadan di grand zuri BSD