desa tradisional senaru, kunjungan pasca rinjani

A village is a hive for a glass, where nothing unobserved can pass. – Charles Spurgeon Aku melihat gerbang desa ini tengah malam ketika kami turun dari gunung Rinjani di desa Senaru. Keesokan paginya ketika kami sudah beristirahat semalam, aku meluangkan waktu untuk mengunjungi desa yang berada di tengah permukiman biasa, namun dipisahkan oleh gerbang.… Read More desa tradisional senaru, kunjungan pasca rinjani

tourism & community development : mempertahankan lokal

Apakah masyarakat di tempat yang didatangi selalu senang dengan adanya pengunjung? Apakah kehadiran kami mengganggu derap kehidupan mereka? Apakah mereka menganggap kami sebagai penonton saja? Seringkali pikiran demikian ditepiskan ketika melihat senyum mengembang di wajah mereka. Indonesia sangat terkenal sebagai negara yang amat ramah, selalu memberikan wajah ceria untuk pendatang yang mengunjungi daerah mereka. Tidak… Read More tourism & community development : mempertahankan lokal

susur tangerang : mulai dengan cisadane

Sungai menjadi jalan pulangnya ke rumah tak berwadak, tapi ia selalu tahu di mana harus mengetuk pintu. [Dee – Supernova, Akar] Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan bahwa susur Tangerang-ku akan berawal dengan wisata air begini. Baru dua menit tiba di bantaran sungai, duo blogger karib kak Tekno Bolang ‘lostpacker’ dan kak Wiranurmansyah yang setia menunggu… Read More susur tangerang : mulai dengan cisadane

rumah kayu : mengembalikan kesinambungan yang sesungguhnya

Beberapa hari yang lalu aku membaca di halaman facebook Rumah Intaran mengadakan sayembara desain rumah kayu. Menarik sekali, karena Rumah Intaran yang kukenal sebagai studio arsitektur yang berbasis alam berlokasi di Singaraja, Bali, mengundang mahasiswa arsitektur untuk berkompetisi mendesain Rumah Kayu dengan bahan-bahan kayu bekas berupa kayu bongkaran rumah tua dan kapal yang hendak difungsikan… Read More rumah kayu : mengembalikan kesinambungan yang sesungguhnya

antara sumber daya alam dan lingkungan binaannya

Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. Kan begitu Tuan Jenderal? [Bumi Manusia ~ Pramoedya Ananta Toer] Aku pernah satu kali berkunjung ke tambang di Belitong, yaitu tambang kaolin… Read More antara sumber daya alam dan lingkungan binaannya

omo niha di keramahan desa tumori : ya’ahowu nias #2

Masih ada sebuah rumah di sana yang tak pernah mengharap seseorang datang mengunjunginya. Masih ada dinding-dinding kusam, ruang bersih terang, jendela-jendela putih tempat senja berpendaran dengan rambutnya yang keemasan. Masih ada si kecil lagi asyik menggambar pada tembok penuh coretan. [Ziarah~Joko Pinurbo] menuju Nias : sebuah mimpi ke nusa seribu gelombang : yaahowu nias #1… Read More omo niha di keramahan desa tumori : ya’ahowu nias #2