half day: miyajima

Karena tidak ingin tinggal lebih lama lagi di Hiroshima, paginya aku langsung check out dari J-Hoppers, menitipkan ransel jinggaku dan hanya menenteng daypack hijau untuk mengunjungi Pulau Miyajima. Untunglah malam sebelumnya aku sempat mencicip okonomiyaki, hidangan olahan telur khas kota ini. Dari stasiun Dobashi, aku naik streetcar hingga stasiun Hiroden-Nishi Hiroshima. Tak jauh dari situ,… Read More half day: miyajima

Harum Pala Banda yang menguar hingga Eropa [review film Banda: The Dark Forgotten Trail]

Beta pattiradjawane, menjaga hutan pala. Beta api di pantai. Siapa mendekat Tiga kali menyebut beta punya nama. [Cerita buat Dien Tamaela-Chairil Anwar] Aku pertama kali mendengar nama Banda mungkin ketika SD atau SMP di tengah buku-buku pelajaran sejarah yang harus dilahap ketika itu, sebagai salah satu pulau di kawasan Maluku. Tapi tidak pernah terbersit untuk… Read More Harum Pala Banda yang menguar hingga Eropa [review film Banda: The Dark Forgotten Trail]

jalan asia afrika: nuansa kolonial masa lampau bandung

Jalan raya Asia Afrika menjadi salah satu destinasi favorit sejak kecil di Bandung. Ketika bertinggal di Jalan Lengkong di masa kanak-kanak, kerap kali ayah dan ibu membawaku untuk menyusuri jalan ini hingga alun-alun Bandung untuk melatih langkah kakiku yang mungil. Dahulu jalan Asia Afrika adalah salah satu ruas Groote Postweeg atau Jalan Pos yang diinisiasi… Read More jalan asia afrika: nuansa kolonial masa lampau bandung

ruang-ruang sosial di tepi laut ternate

Kevin Lynch mengatakan bahwa terdapat elemen-elemen penting dalam pembentukan imaji fisik suatu kota. Dalam bukunya yang berjudul Image of the City, terdapat pengaruh-pengaruh dari pencitraan yang dilihat secara fisik untuk memperkuat makna kota. Mengacu pada lima elemen, yaitu path, edge, district, node, dan landmark, yang seringkali berulang lagi dalam satu lingkungan, bukan hanya seluas fungsi… Read More ruang-ruang sosial di tepi laut ternate

menghimpun biru togean

dedicated to Vindhya Birahmatika Sabnani, angel of the sea. Kapal motor kayu berisi sekitar 15 orang itu meninggalkan pantai Ampana sesudah kami semua makan siang dengan seafood. Kulirik jam tanganku yang menunjukkan pukul dua siang, langit biru cerah dan matahari terik yang membuat udara menjadi agak hangat berpadu dengan deburan air laut biru yang pecah… Read More menghimpun biru togean