rumah kayu : mengembalikan kesinambungan yang sesungguhnya

Beberapa hari yang lalu aku membaca di halaman facebook Rumah Intaran mengadakan sayembara desain rumah kayu. Menarik sekali, karena Rumah Intaran yang kukenal sebagai studio arsitektur yang berbasis alam berlokasi di Singaraja, Bali, mengundang mahasiswa arsitektur untuk berkompetisi mendesain Rumah Kayu dengan bahan-bahan kayu bekas berupa kayu bongkaran rumah tua dan kapal yang hendak difungsikan… Read More rumah kayu : mengembalikan kesinambungan yang sesungguhnya

bawomataluo, lompatan di atas bukit : ya’ahowu nias #5

Jendela adalah sebuah alternatif. Dengan ukurannya, ia adalah sebuah lubang besar yang membuka dunia dalam terhadap luar dan sebaliknya. Tapi dengan posisi perletakannya, ia juga membatasi lalu lintas fisik antar keduanya itu. Ada sedikit usaha yang harus dikerahkan kalau kita ingin keluar atau masuk lewat jendela. Jendela lalu jadi sebuah terobosan, tapi juga batas. Ia… Read More bawomataluo, lompatan di atas bukit : ya’ahowu nias #5

omo niha di keramahan desa tumori : ya’ahowu nias #2

Masih ada sebuah rumah di sana yang tak pernah mengharap seseorang datang mengunjunginya. Masih ada dinding-dinding kusam, ruang bersih terang, jendela-jendela putih tempat senja berpendaran dengan rambutnya yang keemasan. Masih ada si kecil lagi asyik menggambar pada tembok penuh coretan. [Ziarah~Joko Pinurbo] menuju Nias : sebuah mimpi ke nusa seribu gelombang : yaahowu nias #1… Read More omo niha di keramahan desa tumori : ya’ahowu nias #2

rendang minang #8: bukan menjadi raja sehari di pagaruyung

“Above us our palace waits, the only one I’ve ever needed. Its walls are space, its floor is sky, its center everywhere. We rise; the shapes cluster around us in welcome, dissolving and forming again like fireflies in a summer evening.” ― Chitra Banerjee Divakaruni, The Palace of Illusions cerita sebelumnya : rendang minang #7:… Read More rendang minang #8: bukan menjadi raja sehari di pagaruyung

rendang minang #6: rumah gadang di tepi jalan

Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah, dan hanya sembilan yang menemui jalan masuk, yang kesepuluh tidak harus mengatakan, Ini sudah takdir TUHAN. Ia harus mencari di mana kekurangannya. ~ Rumi cerita sebelumnya : rendang minang #5: keliling hari di bukittinggi Satu hal yang paling menarik hatiku untuk berkunjung ke Ranah Minangkabau adalah Rumah Gadang.… Read More rendang minang #6: rumah gadang di tepi jalan

belitong : cinta dalam gelas kopi andrea hirata

Lelaki (30), bujangan, yang minum kopi sambil tersenyum simpul–bujang lapuk karena sengaja. Lelaki (30), yang minum kopi dengan waswas–bujang lapuk karena tak laku-laku. Mereka yang minum dan uangnya bisa berubah menjadi daun–hantu. Mereka yang minum kopi sambil marah-marah–rokoknya terbalik. Mereka yang minum kopi sambil menyingsingkan lengan baju–baru membeli arloji. ~Andrea Hirata : Cinta di Dalam… Read More belitong : cinta dalam gelas kopi andrea hirata

baduy dalam: mengembalikan energi positif dalam diri

“Kebudayaan yang benar dilahirkan di alam, sederhana, rendah hati, dan murni” ~ Masanobu Fukuoka lari dari Jakarta Ingin menenangkan pikiran? Self healing? Kembali pada alam? Macam-macam alasanku kenapa aku melakukan perjalanan ke Kanekes, Baduy Dalam ini. Lokasi ini adalah salah satu wishlist sejak remaja karena keunikan karakter kehidup. Entah mengapa selalu tertunda, karena sewaktu kuliah… Read More baduy dalam: mengembalikan energi positif dalam diri