bawomataluo, lompatan di atas bukit : ya’ahowu nias #5

Jendela adalah sebuah alternatif. Dengan ukurannya, ia adalah sebuah lubang besar yang membuka dunia dalam terhadap luar dan sebaliknya. Tapi dengan posisi perletakannya, ia juga membatasi lalu lintas fisik antar keduanya itu. Ada sedikit usaha yang harus dikerahkan kalau kita ingin keluar atau masuk lewat jendela. Jendela lalu jadi sebuah terobosan, tapi juga batas. Ia… Read More bawomataluo, lompatan di atas bukit : ya’ahowu nias #5

kecup pantai gawu soyo dan ture loto : ya’ahowu nias #4

Akankah aku memilih untuk hidup di bumi setelah mengetahui dengan pasti bahwa aku tiba-tiba akan dicabut dari sana, dan barangkali di tengah-tengah kebahagiaan yang memabukkan? Atau, akankah aku, bahkan pada tahap yang paling awal, dengan hormat menolak untuk ikut dalam permainan ini? [Gadis Jeruk – Jostein Gaarder] terbangun dari tidur di : ketika museum pusaka… Read More kecup pantai gawu soyo dan ture loto : ya’ahowu nias #4

ketika museum pusaka nias bertemu debur samudera : ya’ahowu nias #3

Real museums are places where Time is transformed into Space. [Orhan Pamuk, The Museum of Innocence] sesudah menghabiskan siang di : omo niha di keramahan desa tumori : yaahowu nias #2 Beberapa tahun terakhir ini jika berkunjung ke suatu daerah, museum selalu menjadi salah satu tujuanku untuk mempelajari daerah tersebut. Jika tidak bisa mencapai pelosok-pelosok,… Read More ketika museum pusaka nias bertemu debur samudera : ya’ahowu nias #3

omo niha di keramahan desa tumori : ya’ahowu nias #2

Masih ada sebuah rumah di sana yang tak pernah mengharap seseorang datang mengunjunginya. Masih ada dinding-dinding kusam, ruang bersih terang, jendela-jendela putih tempat senja berpendaran dengan rambutnya yang keemasan. Masih ada si kecil lagi asyik menggambar pada tembok penuh coretan. [Ziarah~Joko Pinurbo] menuju Nias : sebuah mimpi ke nusa seribu gelombang : yaahowu nias #1… Read More omo niha di keramahan desa tumori : ya’ahowu nias #2

sebuah mimpi ke nusa seribu gelombang : ya’ahowu nias #1

kalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani munculkan diri, dan kau tinggal untuk menanti? cari. andai bumi sembunyi saat kau berlari? mimpi. [Percakapan Dua Ranting ~ Radhar Panca Dahana] Yaahowu! Sapaan halo dari orang Nias apabila… Read More sebuah mimpi ke nusa seribu gelombang : ya’ahowu nias #1

terminal : titik silang ganti yang gagal di depok

Cab Driver: Where you wanna go? Viktor Navorski: I am going home. ~ The Terminal [movie-2004] Dulu, tahun 2002, ketika aku masih rutin sebagai pengguna bis Patas AC 84, hampir setiap hari aku memasuki Terminal Depok. Ketika itu, terminal Depok dibagi menjadi dua, bagian depan dan belakang. Bagian depan untuk tujuan antarkota, bagian belakang untuk… Read More terminal : titik silang ganti yang gagal di depok

catatan waisyak dari tepi-tepi candi

Light is more important than the lantern, The poem more important than the notebook ― Nizar Qabbani Tahun ini memutuskan melihat Perayaan Tri Suci Waisyak 2555 BE. Kenapa? Karena ada teman yang mengajak. Sebenarnya ini bukan trip budaya yang direncanakan, namun kok banyak peminat ya? Gara-gara membaca twit Wenny Gustamola dari Bandung yang dapat tiket… Read More catatan waisyak dari tepi-tepi candi